Search: 

Mohon maaf keranjang belanjaan anda masih kosong

Subtotal: Rp0,00

Atorvastatin Calcium 20 mg

Tulis pendapatmu tentang obat ini

Persediaan: Tersedia

Rp30.000,00

Detail

FARMAKOLOGI

Atorvastatin calcium adalah obat penurun lipid sintetik, yang merupakan penghambat dari enzim 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A-(HMG-CoA) reductase. Enzim ini mengkatalisis konversi HMG-CoA ke mevalonate, sebuah langkah awal dan langkah rate-limiting dalam biosintesis kolesterol. 

 

MEKANISME KERJA

Atorvastatin merupakan penghambat HMG-CoA reductase yang selektif dan kompetitif, yaitu enzym yang mengkonversi perubahan 3-hydroxy-3-methyl-glutaryl-coenzyme A menjadi mevatonate, yang merupakan prekursor sterol, termasuk kolesterol. Pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial homozigot, bentuk non-familial dari hipertotestefotemia, dan dislipidemia campuran, atorvastatin menurunkan kolesterol total, kolesterol LDL (LDL-C atau low-density lipoprotein cholesterol), dan apo-B (apolipoprotein-B). Atorvastatin menurunkan kolesterol dalam plasma dan menurunkan kadar lipoprotein dengan cara menghambat HMG-CoA reductase dan menghambat sintetis kolesterol di hati, serta meningkatkan reseptor LDL-C pada permukaan sel hati, sehingga terjadi peringkatan ambilan dan kataboiisme LDL-C. Atorvastatin mengurangi produksi LDL-C dan jumlah partikel LDL-C.

 

Penggunaan obat ini HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Informasi Pada Kemasan

Copyright Seluruh materi informasi (teks, foto, logo) yang ada di www.mandjur.co.id dilindungi undang-undang hak cipta.
BPOM No : GKL1408517817B1
Cara Pakai

Umum

Sebelum melakukan terapi dengan atorvastatin, harus dilakukan usaha untuk mengontrol hiperkoiesterolemia dengan diet yang sesuai, latihan fisik, dan penurunan berat badan pada pasien dengan obesitas, serta mengobati masalah medis yang mendasari. Pasien harus melanjutkan diet penurun kolesterol standar selama terapi dengan atorvastatin. Dosis awal umumnya 10 mg sekali sehari. Kisaran dosis 10 hingga 80 mg sekali sehari. Dosis dapat diberikan setiap waktu sepanjang hari, dengan atau tanpa makanan. Dosis awal dan pemeliharaan harus diindividualisasi menurut kadar LDL-C, tujuan terapi, dan respon pasien. Setelah terapi awal dan saat titrasi atorvastatin, kadar lemak harus dianalisis dalam 2 hingga 4 minggu, dan dosis disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

 

Hiperkoiesterolemia primer dan hiperlipidemia kombinasi (campuran)

Umumnya pasien terkontrol dengan atorvastatin 10 mg sekali sehari. Respon terapeutik tampak nyata dalam dua minggu, dan respons maksimum biasanya tercapai dalam empat minggu. Respon tersebut bertahan selama terapi jangka panjang.

 

Hiperkoiesterolemia familial homozigot

Dalam suatu studi pada pasien dengan hiperkoiesterolemia familial homozigot, umumnya pasien berespon terhadap atorvastatin 80 mg.

 

Hiperkoiesterolemia familial heterozigot pada pasien anak (usia 10-17 tahun)

Dosis awal atorvastatin yang direkomendasikan adalah 10 mg/hari; dosis maksimum yang direkomendasikan adalah 20 mg/hari (dosis lebih besar dari 20 mg belum diteliti pada populasi pasien ini). Dosis harus diindividualisasi menurut tujuan terapi yang direkomendasikan. Penyesuaian harus dibuat dengan interval 4 minggu atau lebih.

Khasiat

Atorvastatin diindikasikan sebagai terapi tambahan disamping diet, untuk menurunkan kolesterol total, LDL-C, apolipoprotein-B dan kadar trigliserida pada pasien dengan hiperkoiesterolemia primer, hiperlipidemia kombinasi (campuran), serta hiperkoiesterolemia familial heterozigot dan homozigot, bila diet dan penatalaksanaan non-farmakologik lainnya kurang berhasil.

 

Pencegahan Kompiikasi Kardiovaskuler

Pada pasien hipertensi (umur 40 tahun atau lebih) dan dislipidemia, dengan paling sedikit 3 faktor risiko penyakit seperti hipertrofi ventrikel kiri, abnormalitas EKG (elektrokardiografi), NIDDM, penyakit arteri perifer, riwayat penyakit serebrovaskuler termasuk TIA ≥ 3 bulan sebelumnya, mikroalbuminuria/ proteinuria, perokok (perokok aktif dalam tahun terakhir dengan 20 batang rokok atau cerutu tiap minggu), rasio kolesterol total/ kolesterol HDL > 6 dan riwayat penyakit arteri koroner tingkat pertama relatif sebelum usia 55 tahun (pria) dan 60 tahun (wanita), atorvastatin diindikasikan untuk:

  • - Mengurangi risiko penyakit jantung koroner berat dan infark miolcardium non-fatal
  • - Mengurangi risiko stroke
  • - Mengurangi risiko prosedur revaskularisasi atau angina pektoris.
 

Pasien anak (10-17 tahun).

Atorvastatin diindikasikan sebagai terapi tambahan disamping diet untuk mengurangi kadar total-C, LDL-C dan apo-B pada anak laki-laki dan perempuan postmenarche, umur 10 sampai 17 tahun dan dengan hiperkoiesterolemia familial heterozigot, jika terapi diet yang dilakukan tidak adekuat dengan tanda:

  • - Kadar LDL-C tetap ≥ 190 mg/dL atau
  • - Kadar LDL-C tetap ≥ 160 mg/dL disertai dengan:
    • - Adanya riwayat penyakit kardiovaskuler prematur dalam keluarga atau
    • - Pada pasien anak tersebut ditemukan dua atau lebih risiko penyakit kardiovaskuler.
Kontra indikasi

Atorvastatin dikontraindikasikan pada:

  • Pasien dengan hipersensitivitas terhadap komponen obat ini
  • Pasien dengan penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase serum lebih dari tiga kali batas atas normal yang menetap dan tidak dapat dijelaskan
  • Kehamilan, menyusui, atau berpotensi hamit yang tidak menggunakan kontrasepsi yang adekuat. Atorvastatin harus diberikan pada wanita usia subur hanya jika sangat tidak mungkin hamil dan telah diinformasikan potensi bahayanya terhadap janin.
Perhatian

Efek pada Hati

Seperti obat penurun lemak lainnya dari golongan yang sama, peningkatan sedang (> 3 x batas atas normal (ULN) dari transaminase serum telah dilaporkan setelah terapi dengan atorvastatin.

Uji fungsi hati harus dilakukan sebelum petmulaan terapi, dan pada 12 minggu seteiah mulai terapi dan setiap evaluasi dosis, serta secara periodik (setiap setengah tahun) setelahnya. Pada pasien yang mengalami tanda dan gejala yang menunjukkan injuri hati harus dilakukan uji fbngsi hati. Pada pasien yang mengalami peningkatan kadar transaminase harus dipantau hingga keiainan tersebut pulih. Jika peningkatan ALT atau AST lebih besar dari tiga kali batas atas normal menetap, direkomendasikan penurunan dosis atau penghentian atorvastatin. Atorvastatin dapat menyebabkan peningkatan transaminase.

Atorvastatin harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah yang banyak dan/atau mempunyai riwayat penyakit hati. Penyakit hati aktif atau peningkatan transaminase yang menetap yang tidak dapat dijelaskan merupakan kontraindikasi penggunaan atorvastatin.

 

Efek pada Otot Rangka

Mialgia telah dilaporkan pada pasien yang diterapi atorvastatin. Miopati, yang didefinisikan sebagai nyeri otot atau kelemahan otot disertai dengan peningkatan kadar creatine phosphokinase (CPK) >10 kali ULN, harus dipertimbangkan pada pasien dengan mialgia difusa, nyeri atau kelemahan otot, dan/atau peningkatan CPK yang nyata. Pasien harus disarankan untuk melaporkan dengan segera nyeri, nyeri tekan, atau kelemahan otot, khususnya jika disertai dengan malaise atau demam. Terapi atorvastatin harus dihentikan jika teijadi peningkatan kadar CPK secara nyata atau didiagnosis atau disangka miopati.

Risiko miopati selama terapi dengan obat dalam golongan ini meningkat dengan pemberian bersamaan dengan cyclosporine, derivat fibric acid, erythromycin, atau antijamur azole. Banyak dari obat ini menghambat metaboiisme sitokrom P450 3A4 dan/atau transpor obat. Atorvastatin dibiotransformasi oleh CYP 3A4. Dokter yang mempertimbangkan untuk mengkombinasi terapi dengan atorvastatin dan derivat fibric acid, erythromycin, obat imunosupresif, antijamur azole, atau dosis penurun lemak dari niacin, harus dengan hati~hati memperhitungkan potensi manfaat dan risiko serta secara hati-hati memantau pasien untuk tanda dan gejala nyeri, nyeri tekan, atau kelemahan otot, khususnya selama bulan-bulan awal terapi dan selama setiap periode titrasi peningkatan dosis masing-masing obat. Oleh karena itu, dosis awal dan pemeliharaan atorvastatin yang lebih rendah harus dipertimbangkan jika diminum secara bersamaan dengan obat yang disebutkan. Penghentian sementara atorvastatin mungkin tepat dilakukan selama terapi dengan fusidic acid.

Penentuan creatine phosphokinase (CPK) periodik dapat dipertimbangkan pada situasi seperti itu, tetapi tidak ada jaminan bahwa pemantauan seperti itu akan mencegah kejadian miopati berat. Atorvastatin dapat menyebabkan peningkatan creatine phosphokinase.

Seperti obat lainnya dalam golongan ini, telah dilaporkan kasus yang jarang dari rabdomiolisis dengan gagal ginjal akut, sekunder terhadap mioglobinuria. Suatu riwayat kelainan ginjal dapat menjadi suatu faktor risiko terjadinya rabdomiolisis. Pada pasien seperti ini layak dilakukan pemantauan lebih ketat untuk efek pada otot rangka. Terapi atorvastatin harus ditunda atau dihentikan pada pasien dengan kondisi akut dan serius yang menunjukkan suatu miopati atau mempunyai faktor risiko terjadinya gagal ginjal sekunder terhadap rabdomiolisis (misalnya infeksi akut berat, hipotensi, pembedahan mayor, trauma, gangguan metabolik, endokrin, dan elektrolit berat, serta kejang yang tidak terkontrol).

 

Stroke Hemoragik

Pasien dengan stroke hemoragik mempunyai peningkatan risiko untuk terjadinya stroke hemoragik berulang.

 

Kehamilan dan Menyusui

Atorvastatin dikontraindikasikan pada kehamilan. Wanita yang berpotensi hamil harus menggunakan kontrasepsi yang adekuat. Atorvastatin harus diberikan pada wanita usia subur hanya jika sangat tidak mungkin hamil dan telah diinformasikan potensi bahayanya terhadap janin. Jika pasien menjadi hamil selagi minum obat ini, terapi harus dihentikan dan pada pasien dilakukan pemeriksaan potensi bahayanya terhadap janin. Aterosklerosis merupakan suatu proses kronik dan penghentian obat penurun lemak selama kehamilan mempunyai sedikit dampak pada hasil terapi jangka panjang hiperkolesterolemia primer. Kolesterol dan produk lain dari sintesis kolesterol merupakan komponen yang esensial untuk perkembangan janin (termasuk sintesis steroid dan membrane sel). Karena penghambat HMG-CoA reductase menurunkan sintesis kolesterol dan kemungkinan sintesis substansi yang aktif secara biologi lainnya yang diturunkan dari kolesterol, maka dapat menyebabkan bahaya pada janin jika diberikan kepada wanita hamil, oleh karena itu, penghambat HMG-CoA reductase dikontraindikasikan selama kehamilan dan pada ibu menyusui.

Atorvastatin dikontraindikasikan selama menyusui. Tidak diketahui apakah obat ini diekskresi ke dalam air susu ibu. Karena potensi efek samping pada bayi yang menyusu, maka wanita yang minum atorvastatin tidak boleh menyusui.

 

Efek pada Kemampuan untuk Mengendarai dan Menggunakan Mesin Tidak diketahui

Interaksi Obat Lihat pada kertas kemasan
Efek Samping Lihat pada kertas kemasan
Komposisi
  • Tiap tablet salut selaput mengandung :
  • Atorvastatin calcium setara dengan atorvastatin 20 mg
Cara Penyimpanan Simpan di tempat kering dan sejuk
Kemasan Blister Isi 10 tablet salut selaput
Diproduksi Oleh Hexapharm Jaya
Produksi Indonesia
Disclaimer Hasil dapat bervariasi antara individu tergantung berbagai faktor seperti usia, genetik, pola hidup, dan lain sebaginya

Pertanyaan Mengenai Obat

Bingung? Tanya Saja disini

Pertanyaan Anda

Review Pembeli

Ketikan Review Kamu

1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

UpSell Products

Obat yang Biasanya Dibeli Bersamaan

Pelanggan yang membeli obat ini juga biasa membeli kombinasi obat berikut

  • This Item: Atorvastatin Calcium 20 mg
  • Maitong

    Harga Normal: Rp114.000,00

    Harga Spesial: Rp91.000,00

    Hemat: 20%

  • Total Semua Rp121.000,00

Pelanggan Yang Membeli Obat Ini Juga Membeli :