Dionicol Kaplet
Share
Dionicol Kaplet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Dionicol adalah nama merek dagang untuk antibiotik thiamphenicol (tiamfenikol). Halaman ini membahas Dionicol Kaplet 500 miligram (mg), obat resep untuk membantu mengatasi infeksi bakteri tertentu yang sensitif terhadap thiamphenicol. Catatan penting: antibiotik tidak untuk flu/pilek (infeksi virus) dan sebaiknya tidak dihentikan lebih cepat tanpa arahan dokter, kecuali muncul reaksi alergi atau efek samping serius.
Catatan varian: Pastikan kandungan pada kemasan karena merek yang sama bisa memiliki bentuk/kekuatan sediaan berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: Thiamphenicol (tiamfenikol)
- Nama merek dagang: Dionicol (kaplet)
- Kandungan zat aktif: Thiamphenicol 500 mg per kaplet
- Kelas obat: Antibiotik golongan amfenikol (amphenicol)
- Manfaat utama: Mengobati infeksi bakteri tertentu (sesuai hasil penilaian dokter), misalnya tifoid/paratifoid (demam tifoid), dan infeksi oleh kuman yang sensitif terhadap thiamphenicol
- Bentuk sediaan yang umum: Kaplet 500 mg; merek yang sama juga dapat tersedia sebagai sirup kering (varian berbeda)
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): Ada pada kondisi tertentu dan harus berdasarkan resep dokter; dosis umumnya dihitung dari berat badan dan perlu pemantauan ketat, terutama pada bayi sangat kecil
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): Perlu resep dokter (obat keras). Jangan membeli/menggunakan tanpa evaluasi tenaga kesehatan.
- Ejaan alternatif (bila ada): Dionicol 500; tiamfenikol
- Nomor izin edar (bila tercantum pada kemasan): BPOM/NIE dapat tercantum pada kemasan (misalnya format DKL…); cocokkan dengan kemasan yang Anda miliki
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Thiamphenicol adalah antibiotik spektrum luas yang bekerja dengan cara menghambat pembentukan protein pada bakteri, sehingga bakteri sulit berkembang biak dan infeksi lebih mudah dikendalikan oleh tubuh. Obat ini hanya efektif untuk infeksi bakteri, bukan untuk infeksi virus seperti flu atau batuk pilek. Pada beberapa kondisi, dokter memilih antibiotik ini ketika kuman penyebab diperkirakan sensitif atau berdasarkan hasil pemeriksaan.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: Jangan gunakan bila pernah mengalami alergi terhadap thiamphenicol atau chloramphenicol/kloramfenikol. Beri tahu dokter jika Anda pernah mengalami kelainan darah atau gangguan sumsum tulang.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: Riwayat penyakit hati atau penyakit ginjal, defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD), atau sedang menjalani terapi yang dapat menurunkan sel darah (misalnya beberapa obat kemoterapi).
- Tidak untuk penggunaan sembarangan: Antibiotik sebaiknya digunakan untuk infeksi yang jelas dicurigai/terbukti disebabkan bakteri. Menggunakan antibiotik untuk keluhan ringan yang kemungkinan virus dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik (kuman menjadi kebal).
- Jangan menghentikan mendadak (tanpa arahan): Jangan menghentikan atau mengurangi lama pemakaian lebih cepat dari yang diresepkan, karena infeksi bisa kambuh dan kuman lebih sulit diobati. Pengecualian: hentikan dan cari pertolongan medis bila muncul tanda alergi berat atau efek samping serius.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: Sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam menyeluruh, pingsan; demam tinggi disertai lemas berat; mudah memar/pendarahan; diare berat atau berdarah; kulit/bola mata menguning; atau gangguan penglihatan/nyeri mata.
Dosis Dionicol Kaplet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: Pada praktik klinis, dokter dapat meresepkan total dosis harian berdasarkan berat badan (misalnya sekitar 50 mg per kilogram berat badan per hari) yang dibagi menjadi 3–4 kali minum. Pada kemasan kaplet 500 mg, contoh pola minum yang sering dijumpai adalah 1 kaplet (500 mg) 3 kali sehari (tiap 8 jam), dan dapat disesuaikan dokter pada infeksi yang lebih berat.
- Lansia (bila relevan): Umumnya mengikuti dosis dewasa, tetapi dokter dapat menurunkan dosis atau memperlebar jarak minum bila fungsi ginjal/hati menurun atau ada penyakit penyerta.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): Dosis anak biasanya dihitung dari berat badan, sering dalam kisaran 30–100 mg per kilogram berat badan per hari dibagi 3–4 kali. Untuk bayi sangat kecil (termasuk bayi prematur), dokter bisa menggunakan dosis lebih rendah dan pemantauan ketat karena risiko efek samping lebih tinggi. Jangan menghitung dosis anak sendiri.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): Pada gangguan ginjal/hati berat, penggunaan dapat tidak dianjurkan. Pada gangguan ginjal, dokter bisa mempertimbangkan penyesuaian dosis. Rincian penyesuaian sangat bergantung pada kondisi klinis; data rinci untuk pengaturan mandiri terbatas, jadi ikuti instruksi dokter/apoteker.
Cara menggunakan Dionicol Kaplet dengan benar
- Kapan diminum: Umumnya dianjurkan diminum saat perut kosong (misalnya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan). Jika Anda mudah mual, tanyakan dokter/apoteker apakah boleh diminum bersama makanan.
- Frekuensi dan jam yang sama: Minum sesuai jadwal (misalnya tiap 8 jam bila 3 kali sehari) dan usahakan pada jam yang sama setiap hari agar kadar obat stabil.
- Jika lupa dosis: Minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Cara minum: Telan kaplet utuh dengan segelas air. Jangan menghancurkan/membelah kecuali dokter/apoteker menyatakan aman.
- Hal yang perlu dipantau: Perbaikan gejala infeksi; munculnya diare berat; ruam/alergi. Bila digunakan lebih lama atau pada kondisi tertentu, dokter dapat menganjurkan pemeriksaan darah berkala untuk memantau sel darah.
Interaksi dengan obat lain
- Chloramphenicol/kloramfenikol: Penggunaan bersamaan umumnya dihindari kecuali atas pertimbangan dokter, karena dapat meningkatkan risiko efek samping dan masalah sensitivitas silang.
- Obat pengencer darah (misalnya warfarin atau golongan kumarin): dapat meningkatkan risiko memar/perdarahan; dokter mungkin perlu memantau parameter pembekuan darah.
- Phenytoin: Risiko peningkatan kadar/efek samping phenytoin; perlu pemantauan.
- Obat diabetes golongan sulfonilurea (misalnya tolbutamide dan sejenisnya): dapat meningkatkan efek penurunan gula darah; waspadai tanda hipoglikemia (keringat dingin, lemas, gemetar).
- Phenobarbital atau rifampicin: Dapat menurunkan efektivitas antibiotik pada sebagian kasus melalui pengaruh terhadap metabolisme obat.
- Obat yang menekan sumsum tulang (misalnya beberapa kemoterapi atau obat lain yang menurunkan sel darah): meningkatkan risiko gangguan darah.
- Vaksin bakteri hidup (contoh tertentu): antibiotik dapat menurunkan respons vaksin; informasikan jadwal vaksinasi kepada dokter.
Interaksi dengan makanan/minuman: Umumnya dianjurkan diminum saat perut kosong. Hindari alkohol berlebihan karena dapat membebani hati, terutama bila Anda punya riwayat masalah hati.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Mual, muntah, tidak nyaman di perut
- Diare ringan
- Sariawan, radang mulut (stomatitis), atau radang lidah (glositis)
- Sakit kepala
- Ruam kulit ringan
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Reaksi alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir, biduran luas, pingsan
- Tanda gangguan darah: demam atau sakit tenggorokan yang baru muncul, mudah memar/pendarahan, pucat dan lemas berat
- Diare berat/berdarah atau nyeri perut berat
- Gangguan penglihatan atau nyeri mata (curiga peradangan saraf mata/neuritis optik)
- Pada bayi kecil: kulit tampak abu-abu/kebiruan, muntah, diare, lemas (gejala yang perlu evaluasi segera)
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Namun, karena beberapa efek samping dapat serius, jangan ragu menghubungi dokter/apoteker bila ada keluhan yang mengkhawatirkan.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: Data pada manusia terbatas. Pada sebagian rujukan, thiamphenicol digolongkan memiliki potensi risiko pada janin berdasarkan studi hewan. Gunakan hanya bila dokter menilai manfaat lebih besar daripada risikonya.
- Menyusui: Thiamphenicol dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI). Konsultasikan sebelum menggunakan; dokter dapat mempertimbangkan manfaat, risiko, serta pemantauan bayi (misalnya diare, sariawan, atau rewel).
Penyimpanan
Simpan pada suhu ruang (umumnya di bawah 30°C), di tempat kering, terlindung dari panas dan cahaya langsung. Simpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- PT IFARS Pharmaceutical Laboratories. Informasi produk “DIONICOL Kaplet” (thiamphenicol).
- PT. Murni Aik Sukses (Masplus). Informasi produk “DIONICOL 100 S KPT/50” (komposisi, indikasi, dosis).
- Apotek Mandjur. Informasi “Dionicol 500 mg 10 Kaplet” (ringkasan informasi pada kemasan: dosis, kontraindikasi, interaksi, efek samping, penyimpanan).
- KlikDokter. Artikel “Dionicol — Manfaat, Dosis, dan Efek Samping” (ditinjau apoteker).
- Alodokter. Halaman obat “Thiamphenicol” (peringatan, dosis umum, interaksi, efek samping).
- Badan POM RI. Layanan “Cek BPOM” dan panduan penggunaan untuk verifikasi nomor izin edar produk.
Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026