Dompero Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep (obat keras). Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Dompero adalah nama merek dagang untuk domperidone, dan halaman ini membahas Dompero tablet 10 mg. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan mual dan muntah serta keluhan begah yang berkaitan dengan lambung yang lambat mengosongkan isinya (gastroparesis). Domperidone bekerja dengan menekan sinyal mual dan membantu gerakan saluran cerna, tetapi perlu hati-hati karena dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung pada orang tertentu atau bila dipakai bersama obat tertentu. Pastikan kandungan pada kemasan karena merek yang sama bisa memiliki varian berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: domperidone
- Nama merek dagang: Dompero
- Kandungan zat aktif: domperidone 10 mg per tablet
- Kelas obat: antiemetik (obat antimual) dan prokinetik (membantu pergerakan saluran cerna); antagonis dopamin
- Manfaat utama: membantu meredakan mual dan muntah; membantu keluhan begah terkait gastroparesis
- Bentuk sediaan yang umum: tablet, suspensi/cair oral (tergantung produk)
- Ejaan alternatif (bila ada): Dompero® (penulisan merek bisa berbeda)
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya untuk remaja usia ≥12 tahun dengan berat badan ≥35 kg; untuk anak lebih kecil, penggunaan dan bentuk sediaan perlu arahan dokter (data untuk penggunaan mandiri terbatas)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter; jangan digunakan tanpa konsultasi, terutama bila punya penyakit jantung atau sedang minum obat lain
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Domperidone membantu meredakan mual dan muntah dengan menghambat kerja dopamin yang dapat memicu refleks mual pada pusat muntah. Selain itu, domperidone dapat membantu mempercepat pengosongan lambung dan meningkatkan gerakan saluran cerna bagian atas, sehingga rasa begah bisa berkurang pada kondisi tertentu. Pada banyak orang, efeknya pada saraf pusat relatif lebih kecil dibanding beberapa obat antimual lain, tetapi domperidone dapat memengaruhi kelistrikan jantung (misalnya interval QT pada pemeriksaan elektrokardiogram), sehingga penggunaannya perlu selektif dan sesuai dosis.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap domperidone atau komponen lain pada tablet.
- Gangguan/penyakit saluran cerna tertentu: tidak dianjurkan bila ada dugaan perdarahan saluran cerna (misalnya muntah darah atau tinja hitam pekat), sumbatan, atau lubang (perforasi) pada saluran cerna.
- Penyakit hati: umumnya tidak digunakan pada gangguan hati sedang–berat.
- Masalah jantung dan elektrolit: hindari atau gunakan dengan pengawasan ketat bila ada riwayat gangguan irama jantung, gagal jantung, hasil elektrokardiogram menunjukkan pemanjangan interval QT, atau gangguan elektrolit seperti kalium/magnesium rendah (atau kalium tinggi).
- Prolaktinoma: tidak digunakan pada tumor kelenjar pituitari tertentu yang disebut prolaktinoma.
- Usia >60 tahun: risiko gangguan irama jantung cenderung lebih tinggi; gunakan dosis serendah mungkin dan durasi sesingkat mungkin sesuai arahan dokter.
- Gangguan ginjal: bila ada gangguan fungsi ginjal, terutama untuk pemakaian lebih lama, dokter mungkin perlu menurunkan dosis atau memperjarang jadwal minum.
- Batas aman pemakaian: jangan melebihi 30 mg per hari (untuk tablet 10 mg berarti maksimal 3 tablet/hari) kecuali dokter yang memutuskan berbeda; untuk mual dan muntah akut umumnya tidak digunakan lebih dari 7 hari tanpa evaluasi.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: bila muncul jantung berdebar/denyut tidak teratur, pingsan, nyeri dada, sesak, kejang, gerakan tubuh/wajah yang tidak terkendali, atau tanda reaksi alergi berat (bengkak di wajah/bibir/lidah, gatal-bentol menyeluruh, sulit bernapas).
Dosis Dompero (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: umumnya 10 mg diminum 1–3 kali sehari sesuai kebutuhan dan penilaian dokter. Maksimum 30 mg per hari. Untuk mual dan muntah, umumnya digunakan dalam durasi singkat dan tidak lebih dari 7 hari tanpa evaluasi.
- Lansia (bila relevan): gunakan dosis serendah mungkin dan durasi singkat. Pada sebagian orang, dokter dapat mempertimbangkan frekuensi lebih jarang karena risiko gangguan irama jantung lebih tinggi pada usia >60 tahun.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): Dompero tablet 10 mg umumnya ditujukan untuk remaja usia ≥12 tahun dengan berat badan ≥35 kg (dosis sering mengikuti dosis dewasa). Untuk anak <12 tahun atau berat badan <35 kg, tablet 10 mg sering tidak cocok karena penyesuaian dosis perlu bentuk sediaan lain; konsultasikan dengan dokter (data untuk penggunaan mandiri terbatas).
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan hati sedang–berat, domperidone umumnya tidak dianjurkan. Pada gangguan ginjal, terutama bila perlu pemakaian lebih lama, dokter dapat menurunkan dosis atau memperjarang frekuensi; panduan spesifik untuk Dompero tablet dapat bervariasi (data terbatas), sehingga ikuti arahan dokter.
Cara menggunakan Dompero dengan benar
- Kapan diminum: biasanya diminum saat perut kosong, sekitar 15–30 menit sebelum makan, karena makanan dapat membuat penyerapan obat menjadi lebih lambat.
- Frekuensi dan jam yang sama: bila digunakan terjadwal, usahakan diminum pada jam yang relatif sama setiap hari sesuai instruksi dokter.
- Cara minum: telan tablet utuh dengan air putih. Jangan mengubah dosis atau frekuensi tanpa persetujuan dokter.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: perhatikan gejala mual/muntah apakah membaik, serta waspadai tanda gangguan irama jantung (berdebar, pusing berat, hampir pingsan). Pada orang berisiko, dokter bisa mempertimbangkan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) dan/atau elektrolit.
Interaksi dengan obat lain
- Obat antijamur golongan azol (misalnya ketoconazole, itraconazole, fluconazole, voriconazole, posaconazole) dapat meningkatkan kadar domperidone dan risiko gangguan irama jantung.
- Antibiotik tertentu (misalnya erythromycin, clarithromycin, telithromycin; juga beberapa kuinolon seperti levofloxacin atau moxifloxacin) dapat meningkatkan risiko pemanjangan interval QT.
- Obat antiaritmia (gangguan irama jantung) (misalnya amiodarone, sotalol, quinidine, disopyramide, dofetilide, dronedarone) meningkatkan risiko gangguan irama bila dikombinasikan.
- Antipsikotik tertentu (misalnya haloperidol, pimozide, sertindole) berpotensi menambah risiko gangguan irama jantung.
- Antidepresan tertentu (misalnya citalopram, escitalopram) dapat meningkatkan risiko pemanjangan interval QT bila dikombinasikan.
- Obat HIV tertentu (misalnya ritonavir, saquinavir dan beberapa penghambat protease lain) dapat memengaruhi kadar domperidone dan risiko efek samping.
- Methadone (untuk nyeri kronis atau ketergantungan opioid) dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.
- Obat penetral/penurun asam lambung (misalnya antasida, cimetidine, ranitidine, omeprazole) dapat memengaruhi efektivitas; bila perlu antasida, sering dianjurkan memberi jarak waktu (misalnya sekitar 2 jam) sesuai arahan dokter/apoteker.
- Obat antikolinergik (sebagian obat mabuk perjalanan, sebagian obat Parkinson, obat kram tertentu) dapat mengurangi efek prokinetik pada saluran cerna.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Mengantuk, pusing, atau rasa lelah
- Diare atau kram perut
- Ruam atau gatal pada kulit
- Keluhan terkait hormon prolaktin: nyeri payudara, payudara membesar, keluar cairan seperti susu, haid tidak teratur, penurunan hasrat seksual
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Denyut jantung cepat/tidak teratur, berdebar hebat, nyeri dada, pingsan, atau sesak
- Reaksi alergi berat: bentol menyeluruh, bengkak di wajah/bibir/lidah/tenggorokan, mengi, sulit bernapas/menelan
- Kejang
- Gerakan tidak terkendali (misalnya mata/wajah/tangan/kaki bergerak sendiri), kaku otot berat
- Sulit buang air kecil yang signifikan
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila ada keluhan yang mengganggu atau tidak biasa, hubungi dokter atau apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data pada manusia terbatas. Penggunaan umumnya dipertimbangkan bila manfaat lebih besar daripada risiko, dan sebaiknya hanya atas resep serta evaluasi dokter.
- Menyusui: domperidone dapat muncul dalam ASI dalam jumlah kecil. Pada sebagian sumber, ada perhatian khusus terkait kemungkinan efek pada jantung bayi yang menyusu, sehingga penggunaannya saat menyusui sebaiknya hanya bila dokter menilai benar-benar diperlukan. Konsultasikan bila mempertimbangkan penggunaan (termasuk untuk tujuan “melancarkan ASI”).
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, jauh dari panas dan cahaya langsung.
- Simpan dalam kemasan aslinya sampai waktu digunakan.
- Jauhkan dari kelembapan (hindari menyimpan di kamar mandi).
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI – e-MESO: Informasi keamanan terbaru terkait domperidone (komunikasi keamanan untuk tenaga kesehatan).
- BPOM RI – Dokumen assessment report/informasi produk domperidone (contoh: Motilium/domperidone 10 mg).
- HPRA (Irlandia) – Package leaflet Motilium 10 mg film-coated tablets (domperidone).
- Medsafe (Selandia Baru) – Consumer Medicine Information: Domperidone.
- Mayo Clinic – Domperidone (oral route): deskripsi, penggunaan, dan perhatian penting.
Terakhir diperbarui: 16 Februari 2026