Search: 

Mohon maaf keranjang belanjaan anda masih kosong

Subtotal: Rp0,00

Methylprednisolone 4 mg

Tulis pendapatmu tentang obat ini

Persediaan: Tersedia

Rp4.000,00

Detail

FARMAKOLOGI

Metilpredinosolon atau methylprednisolone adalah obat untuk mengatasi penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti lupus dan multiple sclerosis. Methylprednisolone juga digunakan untuk meredakan reaksi alergi, seperti penyakit asma.


MEKANISME KERJA

Methylprednisolone bekerja dengan cara mempengaruhi kecepatan sintesa protein. Molekul hormon yang memasuki membran plasma jaringan target secara difusi pasif akan membentuk kompleks reseptor-steroid terhadap reseptor protein spesifik sehingga menstimulasi sintesis protein spesifik yang merupakan perantara efek fisiologi steroid. Pada beberapa jaringan (misalnya hati), hormon steroid merangsang transkripsi dan sintesis protein spesifik pada jaringan lain (misalnya sel limfoid dan fibroblast) hormon ini bersifat katabolik.

 

Penggunaan obat ini HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Informasi Pada Kemasan

Copyright Seluruh materi informasi (teks, foto, logo) yang ada di www.mandjur.co.id dilindungi undang-undang hak cipta.
BPOM No : GKL0533514410A1
Cara Pakai

Dewasa : Dosis awal bervariasi antara 4-48 mg perhari tergantung pada jenis dan beratnya penyakit serta respon penderita. Bila telah diperoleh efek terapi yang memuaskan, dosis harus diturunkan sampai dosis efektif minimum untuk pemeliharaan.

Pada situasi klinik yang memerlukan methylprednisolone dosis tinggi termasuk multiple sklerosis: 160 mg/hari selama 1 minggu, dilanjutkan meniadi 64 mg/hari selama bulan menunjukkan hasil tes yang efektif. Jika selama periode terapi yang wajar namun respon yang diharapkan tidak tercapai, hentikan segera pengobatan dan berikan terapi yang sesuai. Setelah pemberian obat dalam jangka panjang, penghentian obat sebaiknya dilakukan bertahap.

Pemberian obat secara ADT (Alternate-Day Therapy) adalah dosis regimen untuk 2 hari diberikan Iangsung dalam 1 dosis tunggal pada pagi hari (obat diberikan tiap 2 hari sekali). Tujuan dari terapi ini untuk meningkatkan farmakologi pasien terhadap pemberian dosis pengobatan jangka panjang (long term pharmacologic dose) untuk mengurangi efek-efek yang tidak diharapkan termasuK supresi pituitary adrenal, keadaan cushingoid, gejala penurunan kortikoid dan supresi pertumbuhan pada anak.

 

Usia lanjut : Pengobatan pada penderita usia lanjut, khususnya dalam jangka panjang harus direncanakan terlebih dahulu mengingat resiko yang besar dari efek samping kortikosteroicf paaa usia lanjut (khususnya osteoporosis, diabetes, nipertensi, rentan terhadap infeksi serta penipisan kulit).

 

Anak-anak (<12 tahun) : Dosis umum pada anak-anak harus didasarkan pada respon klinik serta kebijaksanaan dokter klinis. Pengobatan harus dibatasi pada dosis minimum cfengan periode yang pendek. Jika memungkinkan harus diberikan dalam dosis tunggal secara ADT.

Khasiat

Sebagai terapi substitusi pada insufisiensi adrenal (hidrokortison atau kortison merupakan pilihan pertama, kombinasi methylprednisolone dengan mineralokortikoid dapat digunakan), hiperplasia, adrenal kongenital. Juga digunakan sebaeai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada pengobatan arthritis rheumatoid, penyakit Kolagen,lupus eritematosus sistemik. Mengatasi penyakit mata (alergi Romeal marcinal, herpes zoster oflalmicus, Ronjungtivitis alergi, keratitis, chorio retinitis, neuritis optik, iritis dan indosklitis). Sebagai obat tambahan untuk mengatasi penyakit alergi yang hanva berlangsung dalam waktu tertentu seperti: alergi rhinitis musimari/tahunan, penyakit serum, asma bronkial, reaksi hipersensitif terhadap obat, dermatitis kontak dan dermatitis atopik.

Kontra indikasi
  • - Penderita yang hipersensitif terhadap kortikosteroid.
  • - Infeksi jamur sistemik.
  • - Tuberkulosis aktif laten.
Perhatian
  • Penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan posterior subkapsular, katarak, glaukoma dan meningkatkan infeksi okular sekunder yang disebabkan jamur atau virus.
  • Pemakaian dosis besar dari kortikosteroid menyebabkan peningkatan tekanan darah, retensi garam dan air dan meningkatkan eksresi kalium.
  • Hati-hati penggunaan steroid pada kolitis ulseratif nonspesifik, jika mungkin ada perforasi abses atau infeksi pyogemk yang lain, divertikulitis, intestinal anastomosis, peptik ulcer aktif atau laten, insufisiensi renal, hipertensi, osteoporosis dan miastenia gravis.
  • Tidak dianjurkan penggunaan untuk bayi dan anak-anak. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menehambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Kepekaan terhadap infeksi pada penderita yang mendapat kortikosteroid tidak bersifat spesifik untuk bakteri atau fungi patogen tertentu. Bila terjadi infeksi, dosis tetap dipertahankan atau ditambah dan harus dilakukan pengobatan yang terbaik terhadap infeksi tersebut.
  • Kortikosteroid tidak dianjurkan digunakan pada wanita hamil trimester pertama, kemungkinan bayi yang baru lahir menderita gejala hipoadrenalisme.
  • Tidak dianjurkan pemakaian pada ibu menyusui karena kemungkinan kortikosteroid disekresikan ke dalam ASI.
  • Hati-hati penggunaan kortikosteroid ini pada penderita diabetes mellitus, karena dapat meningkatkan glukoneogenesis dan mengurangi sensitifitas terhadap insulin.
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada penderita herpes simplex okular, karena kemungkinan dapat terjadi perforasi korneal.
  • Penggunaan kortikosteroid dapat menekan gejala-gejala klinis dari suatu penyakit infeksi.
  • Penggunaan dalam jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Penderita dalam keadaan stress memerlukan dosis yang lebih tinggi.
Interaksi Obat
  • Penggunaan methylprednisoione bersama dengan cyclosporin terjadi penghambatan metabolisme keduanya dan terjadinya konvulsi pernah dilaporkan.
  • Obat yang menginduksi enzim hepatik misalnva fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat meningkatkan klirens methylprednisoione sehingga dibutunkan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai respon yang diinginkan.
  • Obat seperti troleandomycin dan ketokonazo! dapat menghambat metabolisme methylprednisoione.
  • Penggunaan bersamaan dengan dengan asetosal aapat meningkatkan bersihan/klirens kronik asetosal dosis tinggi sehin部a menurunkan kadar serum salisilat. Penggunaan harus diawasi pada penderita hipoprotombinemia.
  • Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan : Efek methylprednisoione dan antikoaguIan bervariasi, umumnya dapat menurunkan efek anti koagu Ian.
  • Penggunaan bersamaan dengan steroid : Pernah dilaporkan steroid berinteraksi dengan neuromuscular blocking agent (seperti pancuronium) dengan reverse parsial dari blok neuromuskular. Steroid dapat menimbulkan efel< antikolinesterase pada myasthenia gravis. Efek yang diharapkan dari senyawa hipoglikemik (termasuk insulin), antihipertensi, antagoms diuretik dengan kortikosteroid, dan efek hipokalemia dari asetazolamida, diuretik-loop, diuretik thiazida, serta karbenoxoione meningkat.
Komposisi Setiap tablet mengandung Methylprednisolone 4 mg
Cara Penyimpanan Simpan ditempat kering dan sejuk
Kemasan Strip Isi 10 Tablet
Diproduksi Oleh Hexpharm Jaya
Produksi Indonesia
Disclaimer Hasil dapat bervariasi antara individu tergantung berbagai faktor seperti usia, genetik, pola hidup, dan lain sebaginya

Pertanyaan Mengenai Obat

Bingung? Tanya Saja disini

Pertanyaan Anda

Review Pembeli

Ketikan Review Kamu

1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

UpSell Products

Obat yang Biasanya Dibeli Bersamaan

Pelanggan yang membeli obat ini juga biasa membeli kombinasi obat berikut

  • This Item: Methylprednisolone 4 mg
  • Tablet Hisap SP Troches Meiji (rasa melon)

    Harga Normal: Rp10.000,00

    Harga Spesial: Rp7.000,00

    Hemat: 30%

  • Cooling 5 Plus Orange

    Harga Normal: Rp42.000,00

    Harga Spesial: Rp33.500,00

    Hemat: 20%

  • Total Semua Rp44.500,00

Pelanggan Yang Membeli Obat Ini Juga Membeli :