Search: 

Mohon maaf keranjang belanjaan anda masih kosong

Subtotal: Rp0,00

Sanexon 4 Mg Strip 10 Tablet

Tulis pendapatmu tentang obat ini

Persediaan: Tersedia

Rp31.000,00

Detail

FARMAKOLOGI

Metilpredinosolon atau methylprednisolone adalah suatu glukokortikoid alamiah, memiliki sifat menahan garam (salt retaining properties) digunakan sebagai terapi pengganti pada difisiensi adrenokortikal. Analog sintetisnya terutama digunakan sebagai antiinflamasi pada sistem organ yang mengalami gangguan. Glukortikoid menimbulkan efek metabolisme yang besar dan bervariasi. Glukokortikoid merubah respon kekebalan tubuh terhadap rangsangan.

 

Penggunaan obat ini HARUS DENGAN RESEP DOKTER.

Informasi Pada Kemasan

Copyright Seluruh materi informasi (teks, foto, logo) yang ada di www.mandjur.co.id dilindungi undang-undang hak cipta.
BPOM No : DKL 0122234010A1
Cara Pakai

Pada pengobatan awal diberikan dosis tinggi komparatif yang kemudian dikurangi pada pemberian berikutnya hingga diperoleh hasil terapi yang memuaskan. Untuk melanjutkan dosis awal yang memuaskan dosis diturunkan secara bertahap sampai mencapai dosis efektif minimum untuk pemeliharaan. Pemberian pada anak-anak terbatas pada dosis minimum untuk jangka waktu yang pendek.

Dosis Awal :

- Dewasa : 4 - 80 mg sehari
- Anak-anak : 0.8 - 1.1 mg/kg berat badan

Dosis Pemeliharaan :

- Dewasa : 4 - 8 mg sehari, dosis dapat ditingkatkan hingga 16 mg sehari
- Anak-anak : 2 - 4 mg sehari, dosis dapat ditingkatkan hingga 8 mg sehari

Dosis Pengganti :

4 - 8 mg (pada penyakit Addison, sebagai tambahan pada pengobatan dengan mineralokortikoid), pada keadaan stres dosis dapat ditingkatkan hingga 16 mg sehari. Pada penderita hipotiroid atau penderita sirosis hati cukup dengan dosis rendah yang komparatif kemudian dosis diturunkan bila perlu. Penghentian pengobatan hanya boleh dilakukan atas petunjuk dokter. Setelah pengobatan jangka waktu lama, khususnya dengan dosis tinggi yang komparatif penghentian pengobatan dengan Methylprednisolone harus secara bertahap, jangan mendadak. Sebaiknya obat diberikan pada pagi hari dengan sejumlah air minum yang cukup, selama atau setelah makan. Pada keadaan syok atau keadaan akut lainnya, glikokortikoid harus diberikan secara intravena.

Khasiat

Sebagai terapi substitusi pada insufisiensi adrenal (hidrokortison atau kortison merupakan pilihan pertama, kombinasi methylprednisolone dengan mineralokortikoid dapat digunakan), hiperplasia, adrenal kongenital. Juga digunakan sebagai terapi tambahan dengan pemberian jangka pendek pada pengobatan arthritis rheumatoid, penyakit Kolagen,lupus eritematosus sistemik. Mengatasi penyakit mata (alergi Romeal marcinal, herpes zoster oflalmicus, Ronjungtivitis alergi, keratitis, chorio retinitis, neuritis optik, iritis dan indosklitis). Sebagai obat tambahan untuk mengatasi penyakit alergi yang hanva berlangsung dalam waktu tertentu seperti: alergi rhinitis musimari/tahunan, penyakit serum, asma bronkial, reaksi hipersensitif terhadap obat, dermatitis kontak dan dermatitis atopik.

Kontra indikasi
  • - Penderita yang hipersensitif terhadap kortikosteroid.
  • - Infeksi jamur sistemik.
  • - Tuberkulosis aktif laten.
Perhatian
  • Penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan posterior subkapsular, katarak, glaukoma dan meningkatkan infeksi okular sekunder yang disebabkan jamur atau virus.
  • Pemakaian dosis besar dari kortikosteroid menyebabkan peningkatan tekanan darah, retensi garam dan air dan meningkatkan eksresi kalium.
  • Hati-hati penggunaan steroid pada kolitis ulseratif nonspesifik, jika mungkin ada perforasi abses atau infeksi pyogemk yang lain, divertikulitis, intestinal anastomosis, peptik ulcer aktif atau laten, insufisiensi renal, hipertensi, osteoporosis dan miastenia gravis.
  • Tidak dianjurkan penggunaan untuk bayi dan anak-anak. Penggunaan dalam jangka panjang dapat menehambat pertumbuhan dan perkembangan anak.
  • Kepekaan terhadap infeksi pada penderita yang mendapat kortikosteroid tidak bersifat spesifik untuk bakteri atau fungi patogen tertentu. Bila terjadi infeksi, dosis tetap dipertahankan atau ditambah dan harus dilakukan pengobatan yang terbaik terhadap infeksi tersebut.
  • Kortikosteroid tidak dianjurkan digunakan pada wanita hamil trimester pertama, kemungkinan bayi yang baru lahir menderita gejala hipoadrenalisme.
  • Tidak dianjurkan pemakaian pada ibu menyusui karena kemungkinan kortikosteroid disekresikan ke dalam ASI.
  • Hati-hati penggunaan kortikosteroid ini pada penderita diabetes mellitus, karena dapat meningkatkan glukoneogenesis dan mengurangi sensitifitas terhadap insulin.
  • Tidak dianjurkan penggunaan pada penderita herpes simplex okular, karena kemungkinan dapat terjadi perforasi korneal.
  • Penggunaan kortikosteroid dapat menekan gejala-gejala klinis dari suatu penyakit infeksi.
  • Penggunaan dalam jangka panjang dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi. Penderita dalam keadaan stress memerlukan dosis yang lebih tinggi.
Interaksi Obat
  • Penggunaan methylprednisolone bersama dengan cyclosporin terjadi penghambatan metabolisme keduanya dan terjadinya konvulsi pernah dilaporkan.
  • Obat yang menginduksi enzim hepatik misalnva fenobarbital, fenitoin, dan rifampisin dapat meningkatkan klirens sehingga dibutunkan dosis yang lebih tinggi untuk mencapai respon yang diinginkan.
  • Obat seperti troleandomycin dan ketokonazo! dapat menghambat metabolisme .
  • Penggunaan bersamaan dengan dengan asetosal aapat meningkatkan bersihan/klirens kronik asetosal dosis tinggi sehingga menurunkan kadar serum salisilat. Penggunaan harus diawasi pada penderita hipoprotombinemia.
  • Penggunaan bersamaan dengan antikoagulan : Efek dan antikoaguIan bervariasi, umumnya dapat menurunkan efek anti koagu Ian.
  • Penggunaan bersamaan dengan steroid : Pernah dilaporkan steroid berinteraksi dengan neuromuscular blocking agent (seperti pancuronium) dengan reverse parsial dari blok neuromuskular. Steroid dapat menimbulkan efel< antikolinesterase pada myasthenia gravis. Efek yang diharapkan dari senyawa hipoglikemik (termasuk insulin), antihipertensi, antagoms diuretik dengan kortikosteroid, dan efek hipokalemia dari asetazolamida, diuretik-loop, diuretik thiazida, serta karbenoxoione meningkat.
Komposisi Setiap tablet mengandung Methylprednisolone 4 mg
Cara Penyimpanan Simpan ditempat kering dang sejuk
Kemasan Strip Isi 10 Tablet
Diproduksi Oleh PT Sanbe Farma
Produksi Indonesia
Disclaimer Hasil dapat bervariasi antara individu tergantung berbagai faktor seperti usia, genetik, pola hidup, dan lain sebaginya

Pertanyaan Mengenai Obat

Bingung? Tanya Saja disini

Pertanyaan Anda

Review Pembeli

Ketikan Review Kamu

1 star 2 stars 3 stars 4 stars 5 stars

Obat yang Biasanya Dibeli Bersamaan

Pelanggan yang membeli obat ini juga biasa membeli kombinasi obat berikut

  • This Item: Sanexon 4 Mg Strip 10 Tablet
  • Kondom Fiesta Delay

    Harga Normal: Rp14.000,00

    Harga Spesial: Rp11.000,00

    Hemat: 21%

  • Kondom Sure Super Dot - Isi 3 Pcs

    Harga Normal: Rp7.500,00

    Harga Spesial: Rp6.000,00

    Hemat: 20%

  • Total Semua Rp48.000,00

Pelanggan Yang Membeli Obat Ini Juga Membeli :