Brommer Tablet
Share
Brommer Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping
Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Brommer Tablet adalah nama merek dagang untuk ambroxol (obat pengencer dahak), dan pada halaman ini dibahas tablet 30 mg. Obat ini umumnya diresepkan untuk membantu mengencerkan dan mempermudah pengeluaran dahak pada batuk berdahak akibat gangguan saluran napas tertentu. Ambroxol bekerja dengan membuat lendir/dahak yang kental menjadi lebih encer sehingga lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Catatan penting: obat ini bukan untuk batuk kering tanpa dahak, dan tidak selalu mengobati penyebab utama batuk (misalnya infeksi) sehingga tetap perlu evaluasi dokter bila keluhan berat atau berkepanjangan.
Catatan varian: beberapa merek dapat memiliki bentuk sediaan lain (misalnya sirup/kapsul lepas lambat). Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: ambroxol (sering tertulis sebagai ambroxol HCl/ambroxol hidroklorida)
- Nama merek dagang: Brommer Tablet
- Kandungan zat aktif: ambroxol 30 mg per tablet (pada varian tablet yang dibahas)
- Kelas obat: mukolitik (pengencer dahak)
- Manfaat utama: membantu mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluaran dahak pada batuk berdahak
- Bentuk sediaan yang umum: tablet 30 mg (halaman ini fokus pada tablet) di pasaran ambroxol juga tersedia dalam sediaan cair pada beberapa merek
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): dapat digunakan pada anak usia tertentu sesuai arahan dokter; untuk anak kecil, bentuk tablet sering tidak cocok gunakan sediaan dan dosis dari dokter (data spesifik per usia bergantung sediaan)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter/termasuk obat keras; jangan digunakan sembarangan
- Ejaan alternatif (bila ada): Brommer 30 mg, Brommer 30
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Ambroxol membantu mengencerkan dahak yang kental dengan memengaruhi struktur lendir di saluran napas sehingga lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, ambroxol dapat membantu kerja “sapu alami” saluran napas (gerakan silia) sehingga pembersihan lendir lebih efektif. Pada sebagian orang, efek ini membuat napas terasa lebih lega karena dahak lebih mudah keluar. Ambroxol juga dapat memberi efek nyaman pada tenggorokan pada beberapa kondisi, tetapi tujuan utamanya tetap untuk membantu pengeluaran dahak.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap ambroxol atau bahan lain dalam tablet (misalnya ruam hebat, bengkak, sesak).
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat tukak lambung/maag berat, gangguan hati atau ginjal (terutama yang berat), serta batuk berdahak yang sangat banyak atau sulit dikeluarkan konsultasikan terlebih dulu.
- Waspada reaksi kulit berat (jarang, tetapi serius): bila muncul ruam menyebar, lepuh, kulit mengelupas, atau sariawan/lepuh pada mulut, mata, atau kelamin, hentikan obat dan segera cari pertolongan medis.
- Bukan “penekan batuk”: batuk adalah mekanisme tubuh untuk mengeluarkan dahak. Mengencerkan dahak dapat membantu, tetapi bila batuk disertai nyeri dada, sesak berat, demam tinggi, dahak berdarah, atau tidak membaik, perlu pemeriksaan dokter.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas memburuk, bibir/kuku kebiruan, reaksi alergi (bengkak wajah/bibir/kelopak mata, gatal hebat, mengi), penurunan kesadaran, atau tanda dehidrasi berat.
Dosis Brommer Tablet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: sering digunakan 1 tablet (30 mg) 2–3 kali sehari. Pada beberapa kondisi, dokter dapat memberi dosis awal lebih tinggi untuk waktu singkat, lalu diturunkan setelah gejala membaik.
- Lansia (bila relevan): umumnya serupa dengan dewasa, tetapi dokter dapat memulai dari dosis lebih rendah atau memantau lebih ketat bila ada penyakit penyerta atau banyak obat lain yang digunakan.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): untuk anak, dosis sangat bergantung usia/berat badan dan bentuk sediaan. Pada beberapa referensi, anak usia sekolah dapat menggunakan dosis lebih kecil (misalnya setengah tablet) sesuai arahan dokter. Untuk anak kecil, data dan kebutuhan dosis harus dipastikan dokter, dan biasanya lebih tepat memakai sediaan cair yang sesuai umur.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): gunakan hati-hati pada gangguan ginjal/hati, terutama yang berat. Data penyesuaian dosis spesifik dapat terbatas; dokter dapat mempertimbangkan penyesuaian dosis atau interval minum obat.
Cara menggunakan Brommer Tablet dengan benar
- Kapan diminum: dapat diminum dengan atau tanpa makanan, namun bila Anda mudah mual/nyeri ulu hati, lebih nyaman setelah makan.
- Frekuensi: minum sesuai jadwal yang diberikan dokter (misalnya 2–3 kali sehari) dan usahakan pada jam yang relatif sama setiap hari.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis.
- Cukup cairan: minum air putih yang cukup dapat membantu pengeluaran dahak (kecuali Anda punya pembatasan cairan dari dokter).
- Hal yang perlu dipantau: dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah keluar, napas terasa lebih lega, serta perhatikan tanda bahaya (sesak memburuk, demam tinggi, dahak berdarah, ruam). Bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau makin berat, hubungi dokter.
Interaksi dengan obat lain
- Obat penekan batuk (antitusif) seperti codeine atau dextromethorphan: dapat menurunkan refleks batuk sehingga dahak berisiko tertahan. Kombinasi sebaiknya hanya bila dianjurkan dokter.
- Amoxicillin: ambroxol dapat meningkatkan konsentrasi beberapa antibiotik di jaringan paru; informasikan bila sedang minum antibiotik.
- Cefuroxime: potensi peningkatan konsentrasi antibiotik di paru juga dilaporkan.
- Erythromycin: ambroxol dapat meningkatkan konsentrasi antibiotik tertentu di paru.
- Doxycycline: efek serupa (konsentrasi antibiotik di paru dapat meningkat).
- Obat lain yang dapat memengaruhi kadar ambroxol (lebih jarang): bila Anda menggunakan obat tertentu seperti beberapa antivirus atau obat psikiatri, mintalah apoteker/dokter memeriksa potensi interaksi.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- Mual, muntah, diare
- Nyeri perut, rasa tidak nyaman di ulu hati (dispepsia)
- Mulut atau tenggorokan terasa kering/kebas pada sebagian orang
- Perubahan rasa di mulut
- Ruam atau gatal ringan
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, sesak napas, biduran menyeluruh, pingsan
- Ruam kulit berat yang cepat menyebar, lepuh, kulit mengelupas, atau luka pada mulut/mata/alat kelamin
- Sesak napas memburuk, nyeri dada berat, dahak berdarah, atau demam tinggi yang tidak turun
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila Anda merasakan keluhan yang mengganggu atau tidak biasa setelah minum obat ini, konsultasikan ke dokter atau apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data keamanan pada kehamilan tidak selalu lengkap. Banyak panduan menyarankan kehati-hatian, terutama pada trimester pertama. Gunakan hanya bila dokter menilai manfaat lebih besar daripada risiko.
- Menyusui: ambroxol dapat masuk ke ASI pada tingkat tertentu dan data klinisnya terbatas. Penggunaan saat menyusui sebaiknya atas saran dokter; dokter akan menilai kondisi ibu dan bayi (terutama bayi baru lahir atau prematur).
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang (ikuti petunjuk pada kemasan), jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Simpan dalam kemasan aslinya (misalnya blister) sampai waktu digunakan.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- BPOM RI – Cek Produk Terdaftar: https://cekbpom.pom.go.id/
- MIMS (Indonesia) – Ambroxol (informasi obat): https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic
- MIMS (Indonesia) – Ambroxol (patient medicine information): https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol/patientmedicine/ambroxol-oral
- NCBI LactMed – Ambroxol: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK615241/
- European Medicines Agency (EMA) – Informasi reaksi alergi/reaksi kulit berat terkait ambroxol/bromhexine (dokumen rujukan): https://www.ema.europa.eu/en/documents/referral/ambroxol-and-bromhexine-article-31-referral-annex-iii_en.pdf
- Contoh leaflet/produk ambroxol 30 mg (Mucosolvan – product insert PDF): https://www.mucosolvan.my/-/media/ems/conditions/consumer%20healthcare/brands/mucosolvan-my/pdf/mucosolvan-my-product-insert.pdf
Terakhir diperbarui: 10 Februari 2026