Bevalex Cream

Bevalex Cream: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Bevalex Cream adalah nama merek dagang untuk krim obat kulit kombinasi betamethasone valerate (kortikosteroid/anti-peradangan) dan neomycin sulfate (antibiotik) dengan kekuatan yang umum tercantum betamethasone valerate 1 mg per gram (0,1%) + neomycin sulfate 5 mg per gram (0,5%). Obat ini digunakan untuk membantu meredakan peradangan (inflamasi) dan gatal (pruritus) pada penyakit kulit (dermatosis) yang responsif terhadap kortikosteroid bila ada dugaan/terbukti infeksi bakteri sekunder.

Secara sederhana, komponen steroid membantu menurunkan kemerahan dan bengkak, sementara antibiotik membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi. Catatan penting: krim steroid + antibiotik bukan “krim gatal serbaguna” dan tidak cocok untuk semua ruam—misalnya kelainan kulit karena jamur atau virus bisa memburuk bila memakai steroid tanpa arahan. Karena satu merek bisa memiliki varian, pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.

Fakta cepat

  • Nama generik: betamethasone valerate + neomycin sulfate (topikal/oles)
  • Nama merek dagang: Bevalex Cream
  • Kandungan zat aktif: betamethasone valerate 1 mg/g (0,1%) + neomycin sulfate 5 mg/g (0,5%)
  • Kelas obat: kortikosteroid topikal + antibiotik aminoglikosida (antibiotik golongan aminoglikosida)
  • Manfaat utama: meredakan peradangan/gatal pada dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid bila terkomplikasi infeksi bakteri sekunder
  • Bentuk sediaan yang umum: krim oles (contoh kemasan yang sering dijumpai: tube 5 gram)
  • Penggunaan pada anak: dapat diresepkan pada anak tertentu; pemakaian pada bayi/anak kecil perlu kehati-hatian (data rinci tergantung penilaian dokter)
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): ya, gunakan hanya sesuai resep
  • Ejaan alternatif: Bevalex Krim, Bevalex CR
  • Nomor registrasi (bila tertera di kemasan): DKL9830905929A1

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Betamethasone valerate adalah kortikosteroid yang bekerja menurunkan reaksi peradangan di kulit sehingga keluhan seperti kemerahan, bengkak, dan gatal dapat berkurang. Neomycin sulfate adalah antibiotik yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu pada kulit. Kombinasi ini ditujukan untuk kondisi kulit yang meradang dan dicurigai/terbukti disertai infeksi bakteri sekunder.

Bila keluhan kulit terutama disebabkan jamur atau virus, antibiotik neomycin tidak bekerja, dan komponen steroid bisa menutupi gejala atau memperburuk infeksi. Karena itu, penentuan kapan obat ini tepat digunakan sebaiknya oleh dokter.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah mengalami alergi terhadap betamethasone, neomycin, atau antibiotik golongan aminoglikosida. Neomycin juga dikenal dapat memicu dermatitis kontak alergi (ruam alergi pada kulit) pada sebagian orang.
  • Hindari pemakaian pada kondisi tertentu tanpa arahan dokter: infeksi kulit karena jamur (misalnya kurap), virus (misalnya herpes), jerawat, rosacea, atau ruam di sekitar mulut (perioral dermatitis), karena steroid dapat memperburuk atau menutupi gejalanya.
  • Kehati-hatian khusus: penggunaan pada area luas, kulit yang luka/terbakar, lipatan (ketiak/selangkangan), atau area wajah dapat meningkatkan risiko efek samping (misalnya atrofi kulit = penipisan kulit). Anak-anak lebih rentan mengalami efek samping bila dipakai luas atau lama.
  • Jangan menutup rapat area yang dioles (misalnya dengan perban plastik/oklusif) kecuali atas anjuran dokter, karena penutupan rapat dapat meningkatkan penyerapan obat melalui kulit.
  • Hindari area mata: jangan oleskan di sekitar mata. Pemakaian steroid dekat mata dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko masalah mata seperti glaukoma (tekanan tinggi di mata) atau katarak (kekeruhan lensa) pada sebagian orang.
  • Jangan menghentikan mendadak setelah pemakaian lama/luas: bila Anda memakai dalam waktu lama atau pada area luas, dokter kadang menyarankan penurunan frekuensi bertahap untuk mengurangi kekambuhan.
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi berat (bengkak pada wajah/bibir, sesak napas), nyeri hebat/lepuh luas, tanda infeksi memburuk (nanah bertambah, demam), atau keluhan tidak membaik sesuai waktu kontrol yang dokter tetapkan.

Dosis Bevalex Cream (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya dioleskan tipis pada area kulit yang sakit 2–3 kali sehari. Bila sudah membaik, dokter dapat menyarankan pengurangan frekuensi. Penggunaan biasanya bersifat jangka pendek untuk menekan risiko efek samping dan resistensi antibiotik.
  • Lansia (bila relevan): umumnya serupa dengan dewasa, namun kulit lansia cenderung lebih tipis sehingga gunakan lapisan tipis pada area terbatas dan pantau iritasi/penipisan kulit.
  • Anak (bila relevan): gunakan hanya bila diresepkan. Umumnya dipakai tipis 2–3 kali sehari pada area terbatas, dengan durasi sesingkat mungkin. Untuk anak kecil/bayi, data terbatas dan risiko efek samping lebih tinggi, sehingga perlu arahan dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan): data terbatas untuk pemakaian oles. Namun bila digunakan pada area luas, kulit luka, atau dalam waktu lama, penyerapan sistemik dapat meningkat—diskusikan dengan dokter, terutama bila ada penyakit ginjal/hati.

Cara menggunakan Bevalex Cream dengan benar

  • Kapan digunakan: ini obat oles (bukan obat minum). Oleskan setelah area kulit dibersihkan dan dikeringkan. Tidak terkait dengan makanan/minuman.
  • Frekuensi dan jam yang sama: gunakan sesuai resep (misalnya pagi–siang–malam) dan usahakan pada jam yang relatif sama setiap hari.
  • Langkah pemakaian yang baik: cuci tangan sebelum dan sesudah mengoles (kecuali bila yang diobati adalah tangan). Oleskan tipis dan merata; jangan gunakan berlebihan. Hindari terkena mata, mulut, hidung, atau telinga; bila terkena, bilas dengan air mengalir.
  • Jika lupa dosis: oleskan segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan pemakaian untuk “menebus” dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perbaikan kemerahan/gatal, tanda infeksi (nanah/keropeng bertambah, nyeri, demam), serta tanda iritasi atau alergi. Bila Anda memiliki diabetes (kencing manis), perhatikan bahwa steroid dapat memengaruhi kontrol gula darah pada sebagian orang, terutama bila dipakai luas atau lama.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat HIV “booster” seperti ritonavir atau cobicistat: dapat meningkatkan kadar efek steroid di tubuh bila penyerapan terjadi, sehingga risiko efek steroid sistemik (misalnya wajah bengkak khas “Cushing”) bisa meningkat—terutama bila dipakai luas/oklusif/berlama-lama.
  • Antijamur azol tertentu (misalnya itraconazole atau ketoconazole): berpotensi meningkatkan risiko efek steroid sistemik bila terjadi penyerapan, sehingga perlu kewaspadaan.
  • Obat antidiabetes (obat gula darah): kortikosteroid dapat meningkatkan gula darah pada sebagian orang; efek obat antidiabetes bisa tampak “berkurang”, terutama bila penggunaan luas atau lama.
  • Kombinasi dengan kortikosteroid lain (oles atau minum/inhalasi): dapat menambah beban steroid total dan meningkatkan risiko efek samping, terutama bila dipakai bersamaan dalam jangka waktu lama.
  • Antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamicin, amikacin, kanamycin) atau obat yang berisiko mengganggu ginjal/pendengaran: secara teori dapat meningkatkan risiko bila neomycin terserap dalam jumlah bermakna (misalnya pada kulit luka/area luas).
  • Produk kulit yang mudah mengiritasi (misalnya retinoid, asam eksfoliasi, benzoyl peroxide) bila dipakai pada area yang sama: dapat meningkatkan iritasi/perih.
  • Penggunaan beberapa antibiotik oles sekaligus pada area yang sama: dapat meningkatkan risiko iritasi atau alergi kontak pada sebagian orang.
  • Makanan/minuman: tidak ada interaksi khusus karena obat dipakai pada kulit, bukan diminum.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)

  • Rasa perih/panas, gatal, kemerahan, atau iritasi pada area yang dioles
  • Kulit kering atau mengelupas
  • Ruam/iritasi karena alergi kontak (lebih mungkin pada neomycin pada sebagian orang)
  • Jerawat-like (muncul bintil mirip jerawat), folikulitis (radang di sekitar folikel rambut), atau pertumbuhan rambut halus meningkat
  • Perubahan warna kulit (lebih terang), penipisan kulit, guratan/striae bila dipakai lama atau pada area sensitif

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat

  • Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir, gatal menyeluruh, sesak napas
  • Infeksi kulit memburuk/menyebar: nyeri bertambah, bengkak panas, nanah bertambah, demam
  • Lepuh luas, luka terbuka bertambah, atau rasa terbakar hebat setelah pemakaian
  • Gangguan penglihatan (misalnya pandangan kabur) terutama bila obat sering terpapar area sekitar mata
  • Bila digunakan luas/berlama-lama: gejala yang mengarah ke efek steroid sistemik (misalnya wajah tampak membulat, mudah memar, lemah yang tidak biasa) atau tanda gangguan ginjal/pendengaran (jarang, tetapi perlu dinilai dokter)

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko meningkat bila obat dipakai terlalu banyak, terlalu lama, pada area luas, atau ditutup rapat.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: data keamanan spesifik kombinasi ini pada kehamilan terbatas. Umumnya, obat oles dengan kortikosteroid dipertimbangkan bila manfaatnya dinilai lebih besar daripada risikonya. Gunakan area kecil, tipis, dan sesingkat mungkin sesuai arahan dokter.
  • Menyusui: data penyerapan ke air susu ibu (ASI) untuk pemakaian oles terbatas. Konsultasikan sebelum memakai. Hindari mengoles pada area payudara/puting; bila harus digunakan dekat area tersebut, pastikan dibersihkan sebelum menyusui.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, dan terhindar dari panas serta sinar matahari langsung.
  • Tutup rapat setelah digunakan dan jangan digunakan bila sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI – layanan cek produk/izin edar (rujukan nomor registrasi DKL9830905929A1)
  • Alodokter – informasi produk “Bevalex Krim 5 gr” (komposisi, peringatan, aturan pakai umum)
  • National Health Service (NHS) Inggris – betamethasone untuk kulit (panduan pemakaian dan kehati-hatian)
  • DailyMed (US NLM) – informasi label betamethasone valerate cream (peringatan penyerapan/oklusi dan efek samping)
  • MedlinePlus – informasi obat neomycin topikal (antibiotik untuk infeksi bakteri kulit dan keterbatasannya)
  • DermNet NZ – informasi alergi kontak terhadap neomycin

Terakhir diperbarui: 9 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar