Cendo Xitrol Minidose
Share
Cendo Xitrol Minidose: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Cendo Xitrol Minidose adalah nama merek dagang untuk obat tetes mata kombinasi dexamethasone (kortikosteroid) + neomycin + polymyxin B (antibiotik), dalam kemasan minidose (kemasan kecil sekali pakai/berjangka pendek) yang diteteskan ke mata. Obat ini umumnya digunakan untuk infeksi bakteri pada mata yang disertai peradangan (misalnya mata merah dan bengkak karena infeksi yang dinilai dokter).
Cara kerjanya: antibiotik membantu menghambat/membunuh bakteri, sementara dexamethasone membantu meredakan radang (kemerahan, bengkak, rasa tidak nyaman). Catatan penting yang sering disalahpahami: karena mengandung steroid, obat ini bukan tetes mata “serbaguna” untuk semua mata merah—pemakaian yang tidak tepat dapat menutupi tanda infeksi atau memperburuk kondisi tertentu (misalnya infeksi virus/jamur).
Karena merek yang sama bisa memiliki bentuk/varian lain (misalnya botol 5 mL atau salep mata), pastikan selalu membaca kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: kombinasi dexamethasone + neomycin + polymyxin B (tetes mata)
- Nama merek dagang: Cendo Xitrol Minidose
- Kandungan zat aktif: per 1 mL umumnya mengandung dexamethasone (pada kemasan bisa tertulis “dexamethasone sodium phosphate”) 1 mg + neomycin sulfate 3,5 mg + polymyxin B sulfate 10.000 IU
- Kelas obat: antibiotik untuk mata + kortikosteroid (anti-inflamasi steroid) untuk mata
- Manfaat utama: membantu menangani infeksi bakteri pada mata yang disertai peradangan (sesuai penilaian dokter)
- Bentuk sediaan yang umum: tetes mata minidose 0,6 mL (strip beberapa ampul kecil); merek “Cendo Xitrol” juga dapat tersedia dalam bentuk lain
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya digunakan pada anak usia ≥ 2 tahun atas resep dokter; pada < 2 tahun data keamanan terbatas dan pemakaian harus ditentukan dokter
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): Perlu resep dokter (obat keras), terutama karena mengandung steroid
- Catatan kemasan: “Minidose” berarti kemasan kecil; aturan berapa lama boleh digunakan setelah dibuka mengikuti petunjuk pada kemasan
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Obat ini mengandung dua antibiotik (neomycin dan polymyxin B) yang bekerja dengan cara mengganggu kelangsungan hidup bakteri penyebab infeksi pada jaringan mata. Selain itu, ada dexamethasone, yaitu obat steroid yang menurunkan reaksi peradangan sehingga keluhan seperti merah, bengkak, dan rasa mengganjal dapat berkurang.
Karena steroid dapat menekan “respons pertahanan” lokal, penggunaannya harus tepat sasaran: dokter biasanya meresepkan obat kombinasi seperti ini ketika ada peradangan dan ada kecurigaan kuat infeksi bakteri atau risiko infeksi bakteri yang bermakna.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap neomycin, polymyxin B, dexamethasone, atau antibiotik golongan aminoglikosida (karena dapat terjadi reaksi silang pada sebagian orang).
- Tidak untuk infeksi tertentu: obat tetes mata yang mengandung steroid umumnya tidak digunakan pada banyak infeksi virus pada kornea/konjungtiva (misalnya herpes pada mata), infeksi jamur, atau infeksi mikobakteri pada mata—karena bisa memperburuk infeksi.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat glaukoma (tekanan bola mata tinggi), riwayat tekanan bola mata mudah naik saat memakai steroid, kornea menipis atau luka pada kornea, setelah operasi mata tertentu, atau infeksi mata yang belum jelas penyebabnya.
- Risiko bila dipakai terlalu lama: pemakaian steroid pada mata yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko tekanan bola mata meningkat, katarak, penyembuhan luka lebih lambat, dan infeksi sekunder (termasuk jamur).
- Jangan menghentikan mendadak (bila dokter memberi jadwal penurunan): pada kondisi tertentu dokter bisa meminta frekuensi diturunkan bertahap. Ikuti skema dokter, jangan mengubah sendiri.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: nyeri mata hebat, penglihatan mendadak buram/menurun, mata sangat sensitif terhadap cahaya, bengkak berat pada kelopak/wajah, keluar nanah makin banyak, muncul ruam gatal/benjolan, sesak napas, atau keluhan memburuk dalam 1–2 hari.
Dosis Cendo Xitrol Minidose (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Pada keluhan ringan–sedang, dosis yang lazim: 1–2 tetes pada mata yang sakit 4–6 kali sehari.
- Pada kondisi lebih berat, dokter dapat menganjurkan pemakaian lebih sering di awal (misalnya tiap 1 jam), lalu diturunkan bertahap sesuai respons.
- Lansia (bila relevan): umumnya serupa dengan dewasa, namun pemantauan bisa lebih ketat bila ada glaukoma/penyakit mata lain.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): umumnya dapat digunakan pada anak usia ≥ 2 tahun dengan dosis yang ditentukan dokter; untuk usia < 2 tahun data keamanan terbatas dan dosis harus ditentukan dokter.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): karena digunakan lokal di mata, penyesuaian khusus biasanya tidak diperlukan; namun data rinci untuk kondisi tertentu terbatas dan keputusan tetap mengikuti dokter.
Cara menggunakan Cendo Xitrol Minidose dengan benar
- Kapan digunakan (dengan atau tanpa makanan): karena ini tetes mata, tidak dipengaruhi makanan. Gunakan sesuai jadwal yang diberikan dokter (misalnya siang hari lebih sering pada awal terapi).
- Frekuensi dan anjuran jam yang sama setiap hari: bila dokter memberi jadwal beberapa kali sehari, usahakan jaraknya merata agar efeknya stabil.
-
Langkah pemakaian yang benar:
- Cuci tangan. Pastikan ujung kemasan tidak menyentuh jari, kelopak, bulu mata, atau permukaan apa pun (agar tetap steril).
- Buka minidose sesuai petunjuk kemasan. Dongakkan kepala, tarik kelopak bawah perlahan, teteskan 1 tetes ke “kantong” kelopak bawah.
- Tutup mata perlahan 1–2 menit. Bila bisa, tekan lembut sudut dalam mata dekat hidung selama 1 menit untuk mengurangi obat mengalir ke hidung/tenggorokan.
- Jika perlu 2 tetes, tunggu sekitar 1 menit sebelum meneteskan tetes berikutnya.
- Jika memakai obat mata lain: beri jarak 5–10 menit antar tetes mata. Bila ada salep mata, biasanya digunakan paling akhir (kecuali dokter memberi instruksi berbeda).
- Jika lupa dosis: gunakan segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis.
-
Hal yang perlu dipantau:
- Perbaikan keluhan dalam 1–2 hari. Bila tidak membaik atau memburuk, hubungi dokter.
- Bila pemakaian direncanakan lebih dari sekitar 10 hari, dokter mungkin perlu memantau tekanan bola mata dan kondisi kornea.
- Khusus kemasan minidose: minidose dirancang untuk menjaga kesterilan. Ikuti aturan pada kemasan tentang berapa lama boleh digunakan setelah dibuka. Jika tidak jelas, pilihan paling aman adalah tidak menyimpan sisa dan menggunakan minidose baru pada dosis berikutnya.
Interaksi dengan obat lain
- Obat tetes mata anti-inflamasi nonsteroid (misalnya ketorolac, diclofenac, nepafenac): bila digunakan bersamaan dengan steroid pada mata, dapat meningkatkan risiko masalah penyembuhan pada sebagian kondisi. Gunakan kombinasi ini hanya bila dokter menganjurkan.
- Obat mata lain yang juga mengandung kortikosteroid: dapat meningkatkan risiko efek samping steroid (misalnya tekanan bola mata meningkat, katarak) bila dipakai terlalu sering atau terlalu lama.
- Antibiotik golongan aminoglikosida lain (misalnya gentamisin, tobramisin, amikasin) baik tetes mata maupun obat minum/suntik: pada sebagian orang dapat terjadi reaksi alergi silang; diskusikan dengan dokter bila Anda punya riwayat alergi aminoglikosida.
- Obat penekan imun (misalnya kortikosteroid minum dosis tinggi, obat kemoterapi tertentu, obat imunosupresan): secara umum dapat meningkatkan risiko infeksi; beri tahu dokter karena obat ini juga mengandung steroid.
- Obat penghambat enzim CYP3A4 (contoh: ritonavir/cobicistat): pada penggunaan steroid yang berlebihan/berkepanjangan, secara teori dapat meningkatkan risiko efek steroid pada tubuh (jarang pada tetes mata, tetapi penting diinformasikan bila Anda memakai obat tersebut).
- Produk mata lain (tetes mata, salep, lensa kontak, kosmetik mata): dapat mengganggu efektivitas atau meningkatkan iritasi/risiko kontaminasi bila dipakai tanpa jeda dan tanpa arahan.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Perih/terbakar ringan sesaat setelah diteteskan
- Iritasi, rasa mengganjal, mata berair
- Kemerahan ringan
- Penglihatan kabur sementara setelah pemakaian (biasanya singkat)
- Reaksi alergi lokal (gatal, bengkak kelopak, kemerahan makin berat) pada orang yang sensitif
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Nyeri mata hebat, sakit kepala hebat disertai mual, atau melihat “halo” (lingkaran cahaya) yang bisa berkaitan dengan tekanan bola mata meningkat
- Penglihatan menurun mendadak, buram berat, atau sensitif cahaya yang semakin parah
- Bengkak berat pada kelopak/wajah, ruam menyeluruh, atau sesak napas (dugaan alergi berat)
- Keluar cairan kental/nanah makin banyak, atau keluhan tidak membaik dalam 48 jam
- Tanda infeksi baru/sekunder saat pemakaian (misalnya gejala menetap lama, muncul bercak putih/nyeri pada kornea, atau keluhan makin berat)
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila Anda merasakan keluhan yang mengganggu atau tidak biasa setelah memakai obat ini, hentikan pemakaian dan hubungi dokter/apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data pada manusia terbatas. Karena mengandung steroid, penggunaan saat hamil sebaiknya hanya bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya.
- Menyusui: data juga terbatas. Umumnya penyerapan ke tubuh dari tetes mata lebih kecil dibanding obat minum, tetapi tetap perlu pertimbangan dokter—terutama bila dipakai sering atau lama.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Simpan dalam kemasan aslinya dan jaga agar tetap bersih/steril.
- Jangan digunakan bila kemasan rusak, cairan berubah warna, atau ada partikel yang tidak wajar.
- Untuk minidose: ikuti petunjuk batas pemakaian setelah dibuka pada kemasan; buang sisa sesuai anjuran.
- Jauh dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Leaflet/kemasan resmi Cendo Xitrol Minidose (informasi komposisi, aturan pakai, dan peringatan pada produk)
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) – Cek Produk Terdaftar (cek nomor registrasi pada kemasan)
- Mayo Clinic – Neomycin, polymyxin B, and dexamethasone (ophthalmic route): deskripsi dan dosis umum
- DailyMed (U.S. National Library of Medicine) – Neomycin/Polymyxin B/Dexamethasone ophthalmic: kontraindikasi, peringatan, dan efek samping
- MIMS – Informasi obat kombinasi dexamethasone + neomycin + polymyxin B (informasi kelas obat dan peringatan umum)
- American Academy of Ophthalmology (AAO) – edukasi mengenai obat anti-inflamasi mata dan kewaspadaan terkait penyembuhan kornea
Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026