Cendo Xitrol Salep Mata

Cendo Xitrol Salep Mata: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Cendo Xitrol Salep Mata adalah nama merek dagang untuk kombinasi dexamethasone + neomycin + polymyxin B dalam bentuk salep mata steril (misalnya pada kemasan tertentu: tiap 1 gram mengandung dexamethasone 1 mg/0,1%, neomycin sulfate 5 mg, dan polymyxin B sulfate 10.000 IU). Obat ini digunakan pada peradangan pada mata yang responsif terhadap kortikosteroid dan disertai infeksi bakteri, atau bila dokter menilai ada risiko infeksi bakteri. Antibiotik membantu melawan bakteri, sedangkan dexamethasone membantu meredakan bengkak dan kemerahan. Catatan penting: karena mengandung steroid, salep ini tidak cocok untuk infeksi virus atau jamur pada mata dan tidak dianjurkan dipakai “coba-coba” hanya karena mata merah.

Penting (Mode B): Cendo Xitrol memiliki varian lain (misalnya tetes mata). Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.

Fakta cepat

  • Nama generik: dexamethasone + neomycin + polymyxin B (sediaan mata)
  • Nama merek dagang: Cendo Xitrol (Salep Mata)
  • Kandungan zat aktif: umumnya kombinasi dexamethasone, neomycin (umumnya sebagai neomycin sulfate), dan polymyxin B (umumnya sebagai polymyxin B sulfate). Contoh yang sering tercantum pada salep: dexamethasone 1 mg per gram (0,1%) + neomycin sulfate 5 mg per gram + polymyxin B sulfate 10.000 IU per gram (selalu cek kemasan).
  • Kelas obat: antibiotik (aminoglikosida + polipeptida) + kortikosteroid (antiinflamasi/steroid)
  • Manfaat utama: membantu mengatasi peradangan pada mata yang disertai infeksi bakteri atau risiko infeksi bakteri
  • Bentuk sediaan yang umum: salep mata steril (sering dalam tube 3,5 g); tersedia juga varian tetes mata
  • Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): data terbatas untuk salep mata; penggunaan pada anak harus berdasarkan penilaian dokter
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter (obat keras/obat resep)
  • Ejaan alternatif (bila ada): kadang tertulis “Xytrol” pada sebagian daftar produk; rujuk ke nama resmi di kemasan

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Salep ini menggabungkan dua antibiotik dan satu steroid. Neomycin membantu menghambat pertumbuhan bakteri dengan mengganggu proses pembentukan protein bakteri, sedangkan polymyxin B membantu merusak lapisan pelindung (membran) bakteri tertentu, terutama beberapa bakteri Gram-negatif. Dexamethasone adalah kortikosteroid yang membantu menekan reaksi peradangan sehingga keluhan seperti kemerahan, bengkak, dan rasa tidak nyaman dapat berkurang. Karena steroid dapat menekan pertahanan lokal, pemakaiannya perlu tepat agar tidak “menutupi” infeksi yang memburuk.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap dexamethasone, neomycin, polymyxin B, atau antibiotik golongan aminoglikosida (misalnya gentamicin/tobramycin) karena dapat terjadi reaksi alergi silang pada sebagian orang.
  • Jangan digunakan pada infeksi tertentu: umumnya tidak dianjurkan untuk infeksi virus pada mata (misalnya herpes pada kornea), infeksi jamur, atau infeksi “kuman TBC” (tuberkulosis) pada mata, kecuali atas instruksi dokter mata.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat glaukoma (tekanan bola mata tinggi), diabetes melitus (kencing manis), riwayat herpes pada mata, penipisan kornea/sklera, luka/cedera kornea, atau baru/akan menjalani operasi mata (misalnya operasi katarak). Steroid pada mata dapat meningkatkan tekanan bola mata dan memperlambat penyembuhan luka.
  • Pemakaian jangka panjang: penggunaan steroid pada mata terlalu lama dapat meningkatkan risiko katarak, glaukoma, serta infeksi sekunder. Gunakan sesuai lama terapi yang ditentukan dokter.
  • Jangan menghentikan/mengubah aturan pakai sendiri: bila dokter meresepkan untuk durasi lebih dari beberapa hari, dokter bisa menurunkan frekuensi secara bertahap sesuai kondisi. Jangan mengubah tanpa arahan.
  • Lensa kontak: umumnya hindari penggunaan lensa kontak saat sedang ada infeksi/iritasi mata dan saat memakai salep, kecuali dokter menyatakan aman.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: nyeri mata hebat, penglihatan tiba-tiba memburuk, mata makin merah/bengkak, keluar kotoran/nanah banyak, sensitif berat terhadap cahaya, muncul ruam/ sesak napas (tanda alergi), atau tidak ada perbaikan sesuai waktu yang dokter harapkan.

Dosis Cendo Xitrol Salep Mata (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: sering digunakan 3–4 kali sehari dengan mengoleskan salep tipis ke bagian dalam kelopak mata bawah (kantung konjungtiva). Pada kondisi tertentu, dokter dapat mengatur frekuensi berbeda dan kemudian menurunkannya saat keluhan membaik.
  • Lansia (bila relevan): umumnya sama seperti dewasa, kecuali dokter menilai perlu penyesuaian berdasarkan kondisi mata (misalnya glaukoma atau riwayat operasi mata).
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): data terbatas untuk salep mata; penggunaan pada anak sebaiknya hanya bila dokter meresepkan dan memantau.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): karena dipakai lokal di mata, penyesuaian biasanya tidak diperlukan, namun data spesifik terbatas. Informasikan pada dokter bila memiliki penyakit ginjal/hati berat atau sedang memakai banyak obat lain.

Cara menggunakan Cendo Xitrol Salep Mata dengan benar

  • Kapan digunakan: karena ini salep mata (pemakaian lokal), tidak terkait makanan. Gunakan sesuai jadwal (misalnya 3–4 kali sehari) yang ditentukan dokter.
  • Frekuensi dan jam yang sama: usahakan menggunakan pada jam yang relatif sama setiap hari agar efeknya stabil.
  • Langkah pemakaian yang umum:
    1. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
    2. Dongakkan kepala, tarik perlahan kelopak mata bawah hingga terbentuk “kantung”.
    3. Oleskan salep secukupnya (sering berupa “pita” kecil) ke dalam kantung kelopak mata bawah. Hindari ujung tube menyentuh mata/kelopak/kulit.
    4. Pejamkan mata 1–2 menit. Jangan mengucek mata. Bersihkan sisa salep di sekitar mata dengan tisu bersih bila perlu.
    5. Tutup rapat tube setelah digunakan.
  • Jika memakai obat mata lain: beri jarak 5–10 menit antar-obat. Umumnya, salep dipakai terakhir karena dapat membentuk lapisan yang menghambat obat tetes masuk.
  • Jika lupa dosis: gunakan segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perhatikan apakah keluhan membaik sesuai arahan dokter. Bila pemakaian lebih lama, dokter dapat memantau tekanan bola mata dan kondisi kornea. Hubungi dokter bila keluhan memburuk atau muncul gejala baru.
  • Catatan aktivitas: salep dapat membuat penglihatan buram sementara. Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai penglihatan kembali jelas.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat mata lain (tetes/salep): gunakan jeda 5–10 menit. Salep umumnya digunakan paling akhir.
  • Obat mata antiinflamasi non-steroid (misalnya ketorolac/diklofenak tetes): pada kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko iritasi atau memperlambat penyembuhan kornea; gunakan sesuai arahan dokter.
  • Kortikosteroid lain (obat steroid lain): penggunaan bersamaan (misalnya steroid mata lain atau steroid sistemik) dapat meningkatkan risiko efek samping steroid, terutama bila digunakan lama. Dokter mungkin perlu memantau lebih ketat.
  • Antibiotik aminoglikosida lain (misalnya gentamicin/tobramycin/amikacin), terutama bila digunakan bersamaan: dapat meningkatkan risiko iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang; diskusikan dengan dokter bila sedang memakai antibiotik lain.
  • Obat antijamur golongan azole (misalnya ketoconazole/itraconazole) atau “penguat” obat HIV (misalnya ritonavir/cobicistat): secara teori dapat meningkatkan efek steroid; risiko sistemik dari salep mata umumnya rendah, tetapi tetap penting memberi tahu dokter.
  • Obat yang menekan sistem imun (imunosupresan): dapat meningkatkan risiko infeksi; dokter perlu mempertimbangkan risiko-manfaat.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):

  • Penglihatan buram sementara setelah pemakaian
  • Rasa perih/terbakar ringan, gatal, atau rasa mengganjal
  • Mata merah atau iritasi ringan
  • Mata berair
  • Kelopak mata terasa lengket atau tidak nyaman sementara

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:

  • Reaksi alergi berat: bengkak pada kelopak/wajah, gatal menyeluruh, ruam hebat, sesak napas
  • Nyeri mata hebat, sakit kepala berat, atau melihat “halo”/pelangi di sekitar cahaya (bisa terkait tekanan bola mata meningkat)
  • Penglihatan menurun mendadak atau sangat kabur yang tidak membaik
  • Mata makin merah, bengkak, nyeri, atau keluar kotoran/nanah makin banyak (infeksi memburuk/infeksi baru)
  • Luka pada kornea tidak membaik, atau ada kecurigaan cedera mata serius

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila muncul keluhan yang mengganggu atau tidak biasa setelah pemakaian, hentikan penggunaan dan hubungi dokter/apoteker sesuai tingkat keparahan gejalanya.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: data pada penggunaan salep mata selama kehamilan umumnya terbatas. Penggunaan biasanya dipertimbangkan bila manfaat lebih besar daripada risikonya. Konsultasikan dengan dokter, terutama pada trimester pertama.
  • Menyusui: data juga terbatas. Karena dipakai lokal di mata, penyerapan ke tubuh biasanya kecil, namun tetap gunakan hanya bila diresepkan dan informasikan bahwa Anda sedang menyusui.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari panas serta cahaya langsung.
  • Jauhkan dari kelembapan (jangan simpan di kamar mandi bila lembap).
  • Tutup rapat setelah digunakan. Hindari ujung tube menyentuh permukaan apa pun untuk mencegah kontaminasi.
  • Catat tanggal pertama dibuka. Beberapa produk mata dianjurkan dibuang setelah periode tertentu setelah dibuka untuk mengurangi risiko kontaminasi—ikuti petunjuk pada kemasan atau arahan apoteker.
  • Jauh dari jangkauan anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Informasi produk/leaflet resmi Cendo Xitrol Sterile Eye Ointment (PT Cendo Pharmaceutical Industries)
  • BPOM RI – basis data/layanan cek produk dan izin edar
  • Mayo Clinic – informasi neomycin + polymyxin B + dexamethasone (sediaan mata)
  • DailyMed (U.S. National Library of Medicine) – informasi label/monografi neomycin-polymyxin B-dexamethasone ophthalmic ointment
  • Drugs.com – informasi penggunaan, peringatan, dan efek samping kombinasi dexamethasone/neomycin/polymyxin B (ophthalmic)
  • MIMS Indonesia – monografi kombinasi dexamethasone + neomycin + polymyxin B

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar