Clomipramine Tablet

Clomipramine Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Clomipramine adalah obat resep yang terutama digunakan untuk membantu mengurangi gejala obsessive-compulsive disorder atau OCD (gangguan obsesif kompulsif), yaitu kondisi ketika seseorang mengalami pikiran mengganggu berulang (obsesi) dan dorongan melakukan tindakan berulang (kompulsi). Obat ini termasuk antidepresan trisiklik yang bekerja dengan memengaruhi keseimbangan zat kimia otak, terutama serotonin, sehingga gejala biasanya membaik secara bertahap.

Catatan penting yang sering disalahpahami: clomipramine bukan obat yang bekerja instan seperti “penenang cepat”; perbaikan gejala umumnya perlu waktu beberapa minggu. Selain itu, jangan menghentikan obat mendadak tanpa arahan dokter karena dapat memicu keluhan putus obat dan kekambuhan gejala.

Fakta cepat

  • Nama generik: clomipramine (biasanya dalam bentuk garam: clomipramine hidroklorida)
  • Kandungan zat aktif: clomipramine
  • Kelas obat: antidepresan trisiklik
  • Manfaat utama: membantu mengurangi gejala OCD; pada beberapa kondisi lain bisa digunakan atas pertimbangan dokter
  • Bentuk sediaan yang umum: tablet atau kapsul (tergantung merek/negara)
  • Bentuk dan kekuatan sediaan yang dibahas: tablet 25 mg (beberapa produk juga tersedia 10 mg; selalu cek kemasan karena ketersediaan bisa berbeda)
  • Ejaan alternatif (bila ada): klomipramin, clomipramin
  • Penggunaan pada anak: dapat digunakan untuk OCD pada anak usia tertentu dengan pengawasan ketat dokter; untuk indikasi lain data terbatas
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): clomipramine adalah obat resep/obat keras dan penggunaannya harus berdasarkan evaluasi dokter

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Clomipramine membantu mengatur ulang sinyal di otak dengan meningkatkan ketersediaan serotonin (zat kimia yang berperan dalam suasana hati dan pola pikir) di celah antar-sel saraf. Pada OCD, pengaturan serotonin ini dapat membantu menurunkan intensitas pikiran berulang yang mengganggu dan dorongan untuk melakukan ritual tertentu. Karena tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi, efeknya biasanya muncul bertahap, bukan langsung setelah minum dosis pertama. Pada sebagian orang, obat juga dapat menyebabkan rasa mengantuk atau pusing karena efek pada sistem saraf.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap clomipramine atau antidepresan trisiklik lain. Umumnya tidak boleh digunakan bersamaan dengan MAOI (monoamine oxidase inhibitor, salah satu jenis antidepresan tertentu) atau dalam jeda waktu yang terlalu dekat setelah menghentikannya (ikuti aturan dokter karena perlu “masa jeda”).
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat gangguan irama jantung, penyakit jantung koroner, tekanan darah tidak stabil, riwayat kejang/epilepsi, gangguan hati, gangguan ginjal, glaukoma sudut sempit (tekanan bola mata tinggi tipe tertentu), pembesaran prostat atau sulit berkemih, sembelit berat, serta gangguan bipolar/riwayat mania (episode sangat berenergi dan sulit tidur).
  • Risiko perubahan suasana hati: pada sebagian orang (terutama usia muda), antidepresan dapat meningkatkan kegelisahan atau munculnya pikiran menyakiti diri pada awal terapi. Keluarga/pendamping sebaiknya ikut memantau perubahan perilaku yang tidak biasa.
  • Jangan menghentikan mendadak: penghentian tiba-tiba dapat menimbulkan keluhan seperti mual, pusing, gelisah, sulit tidur, atau gejala kembali memburuk. Penurunan dosis biasanya dilakukan bertahap sesuai arahan dokter.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: pingsan, nyeri dada, jantung berdebar hebat/irama tidak teratur, kejang, reaksi alergi berat (bengkak pada wajah/bibir, sesak napas), kebingungan berat, demam tinggi disertai kaku otot dan gelisah (bisa mengarah ke sindrom serotonin), atau pikiran menyakiti diri.

Dosis Clomipramine Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa:
    • Untuk OCD: dosis awal sering dimulai rendah (misalnya 25 mg per hari), lalu dinaikkan bertahap setiap beberapa hari sampai minggu sesuai respons dan toleransi. Dosis pemeliharaan pada banyak orang berada di kisaran 100–150 mg per hari (bisa dibagi beberapa kali minum). Pada sebagian kasus dokter dapat menaikkan lebih lanjut; batas atas pada beberapa rujukan bisa mencapai 250 mg per hari (biasanya hanya di bawah pengawasan ketat).
    • Untuk kondisi lain (misalnya depresi, gangguan panik, nyeri tertentu): pola umumnya juga “mulai rendah lalu naik bertahap”, namun angka pastinya sangat bergantung pada indikasi dan kondisi pasien.
  • Lansia (bila relevan):
    • Biasanya dimulai dengan dosis lebih rendah (misalnya 10–25 mg per hari) dan dinaikkan lebih lambat karena risiko pusing, jatuh, kebingungan, dan gangguan irama jantung bisa lebih tinggi.
  • Anak (bila relevan):
    • Penggunaan pada anak harus oleh dokter spesialis dengan pemantauan ketat. Pada OCD, sebagian rujukan menggunakan pendekatan dosis bertahap dengan batas maksimum berdasarkan berat badan (misalnya sekitar 3 mg/kg/hari) atau batas mg tertentu jangan menerapkan angka ini tanpa resep. Untuk indikasi selain OCD, data terbatas.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan):
    • Data rinci bervariasi dan sering terbatas. Umumnya dokter akan mempertimbangkan “mulai lebih rendah, naik lebih pelan”, serta memantau efek samping. Beri tahu dokter bila Anda memiliki penyakit hati atau ginjal.

Cara menggunakan Clomipramine Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Jika menimbulkan mual, minum setelah makan dapat membantu. Bila membuat mengantuk, dokter bisa menganjurkan sebagian besar dosis diminum malam hari.
  • Frekuensi dan jam yang sama: minum pada jam yang sama setiap hari membantu menjaga kadar obat stabil dan mengurangi lupa dosis.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat jika masih jauh dari jadwal dosis berikutnya. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perubahan gejala OCD/emosi, rasa mengantuk atau pusing (risiko jatuh), mulut kering dan sembelit, berat badan, detak jantung berdebar, serta perubahan suasana hati (gelisah berlebihan atau pikiran menyakiti diri). Pada sebagian pasien, dokter dapat meminta pemeriksaan jantung (misalnya elektrokardiogram) terutama bila ada faktor risiko.
  • Aktivitas harian: pada awal pemakaian, hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu bagaimana efek obat pada tubuh Anda.

Interaksi dengan obat lain

  • MAOI (monoamine oxidase inhibitor): kombinasi dapat berbahaya dan umumnya dilarang. Beri tahu dokter bila Anda memakai atau baru berhenti memakai MAOI.
  • Obat peningkat serotonin: misalnya beberapa antidepresan lain (SSRI seperti fluoxetine/fluvoxamine/paroxetine), SNRI, tramadol, triptan untuk migrain, linezolid, atau obat/suplemen tertentu seperti St. John’s wort. Kombinasi dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin (kondisi serius akibat kelebihan serotonin).
  • Obat yang memengaruhi irama jantung (memanjangkan QT): beberapa obat antiaritmia, sebagian antibiotik tertentu, sebagian antipsikotik. Risiko gangguan irama jantung bisa meningkat dokter perlu menilai manfaat-risiko.
  • Obat penenang/sedatif: alkohol, benzodiazepin, obat tidur, beberapa antihistamin yang menyebabkan kantuk dapat memperkuat efek mengantuk dan menurunkan kewaspadaan.
  • Obat antikolinergik: misalnya beberapa obat untuk alergi, mabuk perjalanan, kandung kemih overaktif. Dapat memperberat mulut kering, sembelit, penglihatan kabur, atau sulit berkemih.
  • Pengencer darah (misalnya warfarin): pada beberapa orang dapat memengaruhi risiko perdarahan; dokter mungkin perlu pemantauan lebih sering.
  • Obat yang memengaruhi enzim hati (misalnya beberapa obat lambung seperti cimetidine, atau obat yang menghambat CYP2D6/CYP): dapat meningkatkan kadar clomipramine sehingga efek samping lebih mudah muncul.
  • Obat tekanan darah tertentu: beberapa obat dapat meningkatkan risiko pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik), terutama di awal terapi.
  • Makanan/minuman: hindari atau batasi alkohol karena meningkatkan kantuk dan risiko kecelakaan.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
    • Mengantuk, pusing, lelah
    • Mulut kering, sembelit, mual
    • Berkeringat, tremor (tangan gemetar)
    • Penglihatan kabur sementara
    • Nafsu makan meningkat atau berat badan naik
    • Gangguan tidur atau rasa gelisah pada sebagian orang
    • Gangguan fungsi seksual (misalnya penurunan libido atau sulit orgasme)
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
    • Pingsan, nyeri dada, jantung berdebar hebat, atau irama jantung tidak teratur
    • Kejang
    • Reaksi alergi berat (bengkak pada wajah/bibir, ruam menyeluruh, sesak napas)
    • Gejala sindrom serotonin: demam, gelisah berat, kebingungan, diare, keringat berlebihan, otot kaku atau berkedut
    • Sulit buang air kecil, nyeri mata hebat dengan mata merah dan penglihatan kabur mendadak (bisa mengarah ke glaukoma sudut sempit)
    • Perubahan suasana hati yang ekstrem, muncul pikiran menyakiti diri, atau perilaku agresif yang tidak biasa

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Banyak efek samping membaik setelah tubuh beradaptasi, tetapi keluhan yang mengganggu atau tanda bahaya perlu segera dikonsultasikan.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: penggunaan pada kehamilan perlu pertimbangan manfaat dan risiko. Data pada manusia tidak selalu lengkap untuk semua situasi, dan keputusan biasanya mempertimbangkan kondisi ibu serta alternatif terapi. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai, melanjutkan, atau menghentikan obat.
  • Menyusui: clomipramine dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil. Pada beberapa kasus bisa dipertimbangkan, tetapi bayi perlu dipantau (misalnya mengantuk berlebihan, rewel, atau gangguan menyusu). Konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, dan terlindung dari panas serta cahaya langsung.
  • Hindari menyimpan di tempat lembap seperti kamar mandi.
  • Simpan dalam kemasan asli untuk membantu melindungi dari kelembapan dan memudahkan pengecekan tanggal kedaluwarsa.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • MedlinePlus (NIH): informasi obat clomipramine
  • DailyMed (US National Library of Medicine): label obat clomipramine hydrochloride
  • NHS (Inggris): informasi clomipramine
  • LactMed (NIH): clomipramine dan menyusui
  • Leaflet/label resmi produk clomipramine (sesuai merek yang diresepkan dokter)
  • BPOM RI: basis data produk obat terdaftar (untuk cek merek/varian yang beredar)

Terakhir diperbarui: 10 Februari 2026

Back to blog

Leave a comment