Cloviar Tablet
Share
Cloviar Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Cloviar adalah nama merek dagang untuk valacyclovir (valasiklovir), obat antivirus yang digunakan untuk membantu menangani infeksi herpes seperti herpes zoster (cacar ular/shingles) dan herpes simpleks (misalnya herpes pada kulit/selaput lendir termasuk herpes genital). Halaman ini membahas Cloviar tablet/kaplet salut selaput 500 mg.
Valacyclovir bekerja dengan menghambat perkembangbiakan virus sehingga gejala dapat lebih cepat mereda dan durasi sakit dapat lebih singkat bila digunakan sesuai anjuran. Obat ini tidak menghilangkan virus sepenuhnya dari tubuh; karena itu kekambuhan masih mungkin terjadi. Karena merek dapat memiliki varian, pastikan kandungan dan kekuatan pada kemasan sebelum digunakan.
Fakta cepat
- Nama generik: valacyclovir (valasiklovir)
- Nama merek dagang: Cloviar
- Kandungan zat aktif: valacyclovir hydrochloride (umumnya setara valacyclovir) 500 mg per tablet/kaplet salut selaput (film coated)
- Kelas obat: antivirus (anti-herpes)
- Manfaat utama: membantu terapi infeksi virus herpes (misalnya herpes zoster dan herpes simpleks pada kulit/selaput lendir termasuk herpes genital, sesuai penilaian dokter)
- Bentuk sediaan yang umum: tablet/kaplet salut selaput 500 mg (di beberapa produk/negara juga ada 1.000 mg)
- Penggunaan pada anak: data terbatas untuk Cloviar 500 mg penggunaan pada anak harus atas arahan dokter
- Ejaan alternatif (bila Anda menemukannya di resep/kemasan): valasiklovir, valaciclovir, valacyclovir
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): obat ini termasuk obat keras/obat resep dan penggunaannya harus sesuai resep dokter
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Setelah diminum, valacyclovir akan diubah di dalam tubuh menjadi bentuk aktif yang bekerja melawan virus herpes. Obat ini membantu menghambat proses pembentukan materi genetik virus, sehingga virus lebih sulit memperbanyak diri. Akibatnya, keluhan seperti nyeri, lepuh, atau ruam dapat lebih cepat membaik dan risiko komplikasi dapat berkurang bila terapi dimulai sedini mungkin. Meski begitu, virus herpes bisa “bersembunyi” di saraf dan dapat aktif kembali, sehingga obat ini bukan “pembersih virus” permanen.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap valacyclovir atau acyclovir/asiklovir, atau komponen lain dalam obat.
- Waspada pada gangguan ginjal: valacyclovir terutama dibuang lewat ginjal. Risiko efek samping (termasuk gangguan ginjal dan gangguan saraf) meningkat pada orang dengan fungsi ginjal menurun, lansia, atau bila kurang minum.
- Risiko dehidrasi: pastikan asupan cairan cukup, terutama pada lansia atau saat demam/diare/muntah.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat transplantasi organ, gangguan sistem imun (misalnya HIV), atau sedang memakai obat yang dapat membebani ginjal. Dokter mungkin menyesuaikan dosis dan memantau lebih ketat.
- Jangan menghentikan lebih cepat dari anjuran: bila dokter memberi terapi beberapa hari, selesaikan sesuai instruksi (kecuali dokter meminta berhenti karena efek samping).
-
Kapan harus segera mencari pertolongan medis:
- tanda alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, gatal menyeluruh, biduran berat
- tanda gangguan ginjal: urin sangat berkurang, nyeri pinggang hebat, bengkak pada kaki, urin berdarah
- gangguan saraf: bingung berat, halusinasi, sangat mengantuk, kejang
- ruam herpes zoster mengenai area mata/wajah (risiko gangguan penglihatan) atau nyeri hebat yang cepat memburuk
Dosis Cloviar Tablet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Herpes zoster (cacar ular/shingles): umumnya 1000 mg (setara 2 tablet 500 mg) 3 kali sehari selama 7 hari. Terapi biasanya paling bermanfaat bila dimulai sedini mungkin sejak gejala muncul.
- Herpes simpleks (kulit/selaput lendir, termasuk genital) – sesuai arahan dokter: umumnya 500 mg 2 kali sehari. Untuk kekambuhan, durasi sering sekitar 5 hari; pada episode awal yang lebih berat, dokter dapat memperpanjang hingga sekitar 10 hari.
- Catatan: untuk indikasi lain (misalnya herpes bibir, terapi penekanan kekambuhan, atau pencegahan sitomegalovirus pada kondisi tertentu), skema dosis bisa berbeda dan biasanya ditentukan dokter spesialis.
- Lansia (bila relevan): sering kali tidak perlu penyesuaian bila fungsi ginjal baik. Namun pada lansia lebih sering terjadi penurunan fungsi ginjal dan dehidrasi, sehingga dokter dapat menurunkan dosis dan menekankan cukup minum.
- Anak (bila relevan): data terbatas untuk Cloviar 500 mg. Jangan memberikan pada anak tanpa instruksi dokter.
-
Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan):
- Gangguan ginjal: dosis biasanya perlu diturunkan sesuai tingkat fungsi ginjal (sering dinilai dengan “klirens kreatinin”, yaitu perkiraan kemampuan ginjal menyaring).
- Contoh penyesuaian yang sering dipakai pada gangguan ginjal bermakna (ilustrasi umum): untuk herpes zoster dapat diturunkan menjadi 1000 mg 2 kali sehari atau 1 kali sehari pada fungsi ginjal sangat rendah; untuk herpes simpleks pada fungsi ginjal sangat rendah dapat menjadi 500 mg 1 kali sehari. Detailnya harus ditetapkan dokter.
- Gangguan hati: pada gangguan hati ringan–sedang, sering kali tidak perlu penyesuaian dosis, tetapi tetap perlu penilaian dokter.
Cara menggunakan Cloviar Tablet dengan benar
- Kapan diminum: umumnya dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Telan tablet/kaplet utuh dengan air.
- Frekuensi: minum sesuai jadwal (misalnya 2 kali atau 3 kali sehari) dan usahakan pada jam yang sama setiap hari agar kadar obat stabil.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.
-
Hal yang perlu dipantau:
- apakah ruam/lepuh/nyeri mulai membaik dalam beberapa hari
- tanda dehidrasi (mulut kering, pusing, urin sedikit) tingkatkan asupan cairan bila memungkinkan
- tanda gangguan ginjal atau gangguan saraf (lihat bagian tanda bahaya)
- pada kasus tertentu, dokter dapat meminta pemeriksaan fungsi ginjal, terutama bila dosis tinggi atau ada penyakit ginjal
- Catatan untuk herpes genital: obat dapat mengurangi gejala, tetapi tidak menjamin mencegah penularan sepenuhnya. Hindari hubungan seksual saat ada luka/keluhan, dan diskusikan pencegahan penularan dengan dokter.
Interaksi dengan obat lain
- Probenecid (obat asam urat) dapat menghambat pembuangan obat melalui ginjal sehingga kadar obat aktif dapat meningkat.
- Cimetidine (obat lambung tertentu) dapat meningkatkan kadar obat aktif dengan mekanisme serupa (mengurangi pembersihan oleh ginjal).
- Obat yang berisiko membebani ginjal (nefrotoksik) dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal bila dipakai bersamaan, misalnya beberapa aminoglikosida (antibiotik tertentu), methotrexate, cyclosporine, tacrolimus, atau foscarnet.
- Obat HIV tertentu yang juga memengaruhi ginjal (misalnya regimen yang mengandung tenofovir) perlu kehati-hatian dan pemantauan dokter.
- Media kontras beryodium (zat kontras untuk prosedur radiologi tertentu) dan penggunaan obat anti-nyeri golongan antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen, diklofenak) dalam dosis tinggi/berisiko dapat menambah beban ginjal pada sebagian orang.
- Acyclovir/asiklovir atau antivirus terkait: umumnya tidak digunakan bersamaan tanpa arahan dokter karena dapat menambah paparan obat aktif dan meningkatkan risiko efek samping.
- Alkohol: tidak selalu berinteraksi langsung, tetapi dapat memperburuk dehidrasi atau keluhan pusing pada sebagian orang; gunakan dengan bijak dan konsultasikan bila ragu.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- mual, muntah, sakit perut, diare
- sakit kepala, pusing
- lemas
- ruam ringan atau gatal
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
- reaksi alergi berat (sesak, bengkak wajah/bibir, biduran hebat)
- urin sangat berkurang, nyeri pinggang hebat, bengkak, atau urin berdarah
- kebingungan berat, halusinasi, kejang, penurunan kesadaran
- ruam menyebar hebat disertai demam/lepuh luas (kemungkinan reaksi kulit berat)
- pada kondisi imunitas sangat rendah dan dosis tinggi: keluhan yang mengarah ke gangguan darah berat (misalnya mudah memar/perdarahan tidak wajar, sangat lemas, pucat) segera periksa
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila keluhan ringan mengganggu atau tidak membaik, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: informasi keamanan pada manusia tidak selalu lengkap untuk semua kondisi. Pada praktiknya, valacyclovir dapat dipertimbangkan dokter bila manfaat lebih besar daripada risiko. Diskusikan dengan dokter bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
- Menyusui: valacyclovir berubah menjadi acyclovir dan dapat masuk ke air susu ibu dalam jumlah kecil. Pada banyak sumber rujukan, penggunaan umumnya dianggap dapat dipertimbangkan saat menyusui, tetapi tetap perlu penilaian dokter, terutama bila bayi prematur atau memiliki masalah kesehatan tertentu.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Untuk beberapa produk valacyclovir, anjuran penyimpanan adalah di bawah 30°C; ikuti petunjuk pada kemasan.
- Simpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Informasi produk/leaflet resmi Cloviar (valacyclovir) dari produsen
- DailyMed (US National Library of Medicine): informasi label valacyclovir (tablet)
- LactMed (NIH): valacyclovir dan menyusui
- MedlinePlus: valacyclovir (edukasi pasien)
- National Health Service (NHS) / sumber layanan kesehatan tepercaya: informasi antivirus herpes
- BPOM RI: basis data/cek produk (untuk verifikasi nomor registrasi pada kemasan)
Terakhir diperbarui: 10 Februari 2026