Deksametason Tetes Telinga

Deksametason Tetes Telinga: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Deksametason tetes telinga adalah obat kortikosteroid (steroid anti-radang) untuk membantu meredakan bengkak, kemerahan, dan gatal pada liang telinga luar, misalnya pada otitis eksterna (radang saluran telinga luar) yang responsif terhadap steroid. Obat ini bekerja dengan menekan reaksi peradangan sehingga keluhan berkurang. Catatan penting: deksametason bukan antibiotik dan bukan obat “serba guna” untuk semua sakit telinga—steroid dapat menutupi tanda infeksi atau memperburuk infeksi tertentu bila digunakan tanpa penilaian dokter.

Fakta cepat

  • Nama generik: deksametason (dexamethasone)
  • Kandungan zat aktif: deksametason (sering dalam bentuk garam “dexamethasone sodium phosphate” pada sediaan larutan; baca label karena komposisi dapat berbeda antarproduk)
  • Kelas obat: kortikosteroid (glukokortikoid) topikal
  • Manfaat utama: mengurangi peradangan (bengkak/edema), kemerahan, dan gatal pada liang telinga luar; pada kasus tertentu dapat dipakai pada otitis eksterna infektif sesuai pertimbangan dokter
  • Bentuk sediaan yang umum: tetes telinga (otic). Pada produk tertentu, larutan tetes mata dapat juga diizinkan untuk pemakaian di telinga—pastikan tertulis “untuk otik/telinga” atau atas instruksi dokter.
  • Bentuk dan kekuatan sediaan yang dibahas: larutan tetes telinga deksametason 0,1% (setara 1 mg/mL)
  • Penggunaan pada anak: data keamanan/efektivitas pada anak untuk beberapa produk deksametason tetes telinga masih terbatas; gunakan hanya bila diresepkan dokter
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): obat keras/obat resep; tidak dianjurkan digunakan tanpa pemeriksaan dan arahan dokter
  • Ejaan alternatif: dexamethasone, dexametason, deksametason

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Deksametason adalah steroid anti-radang yang membantu “menenangkan” reaksi peradangan di jaringan. Saat peradangan mereda, pembengkakan pada liang telinga luar dapat berkurang dan rasa gatal/ketidaknyamanan biasanya membaik. Karena steroid menekan sebagian respons pertahanan tubuh, obat ini juga bisa membuat tanda infeksi tampak lebih ringan sementara infeksinya belum teratasi. Itulah sebabnya deksametason tetes telinga sebaiknya digunakan hanya sesuai diagnosis dan rencana terapi dari dokter.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila Anda pernah mengalami alergi terhadap deksametason atau bahan lain dalam produk. Beberapa merek dapat mengandung pengawet atau bahan tertentu (misalnya sulfite/benzalkonium klorida) yang pada orang sensitif dapat memicu reaksi alergi.
  • Gendang telinga berlubang (perforasi): umumnya tidak boleh digunakan bila ada lubang pada gendang telinga, kecuali dokter menyatakan aman. Bila Anda punya riwayat operasi telinga atau pemasangan “ear tube”, beri tahu dokter sebelum memakai tetes telinga.
  • Infeksi tertentu: umumnya dihindari pada infeksi jamur pada telinga, atau infeksi virus tertentu. Pada infeksi telinga dengan nanah (purulen) atau gejala berat, dokter mungkin perlu menilai apakah perlu antibiotik/antijamur dan apakah steroid aman dipakai.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: keluhan telinga yang sering kambuh, daya tahan tubuh rendah, diabetes, atau penggunaan obat penekan imun lainnya—diskusikan dengan dokter karena risiko infeksi sekunder bisa meningkat.
  • Jangan digunakan lebih lama/lebih sering dari resep: pemakaian terlalu lama dapat meningkatkan risiko pertumbuhan kuman/jamur, iritasi, dan efek steroid yang tidak diinginkan (walau jarang pada pemakaian telinga).
  • “Jangan menghentikan mendadak” bila relevan: jika sudah digunakan cukup lama atau dengan frekuensi tinggi, dokter mungkin menyarankan penurunan frekuensi bertahap, bukan berhenti tiba-tiba.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: bila muncul ruam hebat, bengkak pada wajah/bibir, sesak napas; nyeri telinga berat yang mendadak; pusing berputar berat (vertigo); keluar cairan berbau/bernanah yang memburuk; atau penurunan pendengaran yang jelas.

Dosis Deksametason Tetes Telinga (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: contoh dosis awal yang sering digunakan pada larutan deksametason 0,1% adalah 3–4 tetes ke telinga yang sakit 2–3 kali sehari. Jika kondisi membaik, dosis biasanya diturunkan bertahap lalu dihentikan sesuai arahan dokter.
  • Lansia (bila relevan): umumnya sama seperti dewasa, tetapi tetap ikuti resep. Laporkan bila mudah pusing atau ada keluhan pendengaran yang berubah.
  • Anak (bila relevan): data terbatas untuk beberapa produk deksametason tetes telinga. Dosis dan lama terapi pada anak harus ditentukan dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan): karena digunakan topikal di telinga, umumnya tidak memerlukan penyesuaian khusus; namun data terbatas. Ikuti arahan dokter, terutama bila pemakaian lama.

Cara menggunakan Deksametason Tetes Telinga dengan benar

  • Kapan digunakan: obat ini bukan diminum, melainkan diteteskan ke telinga. Tidak terkait dengan makanan/minuman. Umumnya tetes digunakan setelah liang telinga dibersihkan dan dikeringkan sesuai anjuran dokter (hindari mengorek telinga terlalu dalam).
  • Langkah pakai yang benar:
    • Cuci tangan.
    • Hangatkan botol dengan menggenggamnya 1–2 menit (membantu mengurangi risiko pusing karena cairan dingin).
    • Berbaring miring atau miringkan kepala, dengan telinga yang sakit menghadap ke atas.
    • Teteskan sesuai jumlah yang diresepkan. Hindari ujung botol menyentuh telinga atau kulit.
    • Untuk dewasa: tarik daun telinga ke atas dan ke belakang agar tetes masuk ke liang telinga. Untuk anak kecil: tarik daun telinga ke bawah dan ke belakang.
    • Pertahankan posisi 1 menit agar obat meresap.
    • Tutup botol rapat setelah digunakan.
  • Frekuensi: gunakan sesuai resep dan usahakan pada jam yang sama setiap hari agar konsisten.
  • Jika lupa dosis: gunakan segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Bila memakai obat tetes telinga lain: beri jeda sekitar 5–10 menit antarobat (atau sesuai arahan dokter) agar tidak saling “tercuci”.
  • Hal yang perlu dipantau: nyeri, bengkak, gatal, keluarnya cairan dari telinga, demam, dan pendengaran. Jika tidak membaik dalam beberapa hari, atau justru memburuk, hubungi dokter.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat tetes telinga lain: penggunaan bersamaan dapat saling mengencerkan atau mengurangi waktu kontak obat di liang telinga. Beri jeda 5–10 menit dan ikuti urutan yang dianjurkan dokter.
  • Produk telinga kombinasi antibiotik + steroid: di praktik klinis, steroid sering dikombinasikan dengan antibiotik untuk infeksi tertentu. Jangan mengganti produk sendiri karena kandungan dan aturan pakai tiap produk bisa berbeda.
  • Produk telinga yang mengandung antibiotik aminoglikosida (misalnya gentamicin atau neomycin): pada kondisi gendang telinga berlubang, beberapa antibiotik telinga tertentu berisiko menyebabkan gangguan pendengaran. Selalu informasikan riwayat perforasi/operasi telinga kepada dokter, terutama bila obat yang Anda pakai adalah kombinasi.
  • Kortikosteroid lain (tablet, suntik, inhaler, semprot hidung, krim kulit): penggunaan beberapa bentuk steroid sekaligus dapat meningkatkan paparan steroid total. Minta dokter menilai kebutuhan, durasi, dan risiko infeksi.
  • Obat yang menghambat enzim hati CYP3A4 (misalnya ritonavir/cobicistat, ketoconazole/itraconazole, klaritromisin): dapat meningkatkan efek beberapa steroid bila terjadi penyerapan ke tubuh. Pada tetes telinga risikonya biasanya kecil, tetapi lebih penting bila pemakaian lama atau ada gangguan pada gendang telinga.
  • Obat yang “menginduksi” enzim hati (misalnya rifampicin, phenytoin, carbamazepine, phenobarbital): dapat menurunkan efek steroid bila terjadi penyerapan sistemik. Informasikan obat-obat ini pada dokter.
  • Makanan/minuman: tidak ada interaksi khusus yang umum pada pemakaian di telinga; tetap ikuti petunjuk pada kemasan.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)

  • Rasa perih, panas, atau menyengat sesaat setelah diteteskan.
  • Iritasi ringan atau rasa tidak nyaman pada telinga.
  • Pusing ringan, terutama bila cairan masih dingin saat diteteskan.
  • Jika digunakan terlalu lama: risiko infeksi sekunder (misalnya pertumbuhan jamur/kuman lain) bisa meningkat karena efek steroid menekan peradangan.

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat

  • Reaksi alergi berat: ruam luas, bengkak pada wajah/bibir, sesak napas.
  • Nyeri telinga semakin berat, demam, atau keluar cairan berbau/bernanah yang bertambah.
  • Penurunan pendengaran yang nyata, telinga berdenging hebat, atau pusing berputar (vertigo) berat.
  • Tidak ada perbaikan setelah beberapa hari pemakaian sesuai resep, atau keluhan sering kambuh.

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: data pada manusia terbatas untuk penggunaan topikal tertentu. Gunakan hanya bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya, dan hindari penggunaan lebih lama dari yang diperlukan.
  • Menyusui: steroid topikal dapat terserap dalam jumlah kecil. Diskusikan dengan dokter apakah terapi perlu dilanjutkan, diganti, atau ada pemantauan khusus, terutama bila pemakaian lama.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas dan sinar matahari langsung, serta jauh dari kelembapan.
  • Tutup botol rapat setelah digunakan. Jangan menyentuhkan ujung penetes ke telinga, jari, atau permukaan lain untuk mencegah kontaminasi.
  • Jangan gunakan bila cairan berubah warna/keruh (sesuai ketentuan pada kemasan/leaflet).
  • Ikuti aturan masa pakai setelah dibuka pada kemasan. Banyak sediaan tetes steril dianjurkan dibuang beberapa minggu setelah dibuka untuk menurunkan risiko kontaminasi.
  • Jauh dari jangkauan anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Package insert: Dexamethasone Sodium Phosphate Ophthalmic Solution, USP 0.1% (untuk penggunaan oftalmik atau otik) – Bausch + Lomb (revisi Agustus 2022).
  • DailyMed (U.S. National Library of Medicine): Dexamethasone Sodium Phosphate Ophthalmic Solution (informasi label obat resep; mencantumkan indikasi otik dan kontraindikasi termasuk perforasi gendang telinga).
  • MyHealth Alberta: “Dexamethasone Solution/Suspension – Ophthalmic/Otic” (panduan cara pakai dan kehati-hatian penggunaan).
  • Summary of Product Characteristics: Dexagen Eye & Ear Drops (dexamethasone phosphate 0.1% w/v) – dokumen informasi produk (indikasi telinga dan contoh dosis).
  • Label FDA: CIPRODEX (ciprofloxacin 0,3% + dexamethasone 0,1%) – contoh penggunaan kombinasi antibiotik + steroid pada infeksi telinga tertentu (untuk konteks bahwa steroid kadang digunakan bersama antibiotik sesuai resep).

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar