Dorbigot Tablet

Dorbigot Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Dorbigot Tablet adalah nama merek dagang untuk kombinasi paracetamol (parasetamol) dan N-acetylcysteine (N-asetilsistein) yang digunakan untuk meredakan gejala flu, terutama demam/nyeri dan batuk berdahak. Parasetamol membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri, sedangkan asetilsistein membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan. Halaman ini membahas tablet/kaplet parasetamol 500 mg + N-asetilsistein 200 mg. Catatan penting: obat ini bukan antibiotik dan tidak “membunuh virus/bakteri”, melainkan membantu meringankan keluhan.

Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda (misalnya perbedaan bentuk sediaan atau kekuatan).

Fakta cepat

  • Nama generik: parasetamol + asetilsistein
  • Nama merek dagang: Dorbigot
  • Kandungan zat aktif: paracetamol 500 mg + N-acetylcysteine 200 mg (per tablet/kaplet)
  • Kelas obat: analgesik (pereda nyeri)–antipiretik (penurun demam) + mukolitik (pengencer dahak)
  • Manfaat utama: membantu meredakan demam/nyeri dan membantu mengencerkan dahak pada batuk berdahak yang menyertai flu
  • Bentuk sediaan yang umum: tablet/kaplet (sering berupa kaplet salut selaput)
  • Penggunaan pada anak: ada skema dosis pada beberapa sumber, tetapi harus sesuai arahan dokter; pada anak kecil pembagian tablet bisa tidak akurat
  • Catatan resep (perlu resep dokter): ya gunakan sesuai resep/anjuran tenaga kesehatan dan perhatikan golongan obat pada kemasan
  • Ejaan alternatif (bila ada): kadang tertulis “Dobrigot” pada sebagian katalog, namun yang dimaksud biasanya “Dorbigot”

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Parasetamol bekerja di sistem saraf pusat untuk membantu menurunkan demam dan mengurangi rasa nyeri (misalnya sakit kepala atau pegal). N-asetilsistein bekerja pada lendir/dahak dengan memecah ikatan di dalamnya sehingga dahak menjadi lebih encer. Dahak yang lebih encer biasanya lebih mudah dikeluarkan saat batuk, sehingga napas terasa lebih lega. Karena fokusnya meredakan gejala, perbaikan biasanya terasa pada keluhan demam/nyeri dan “kentalnya” dahak, bukan langsung menyembuhkan penyebab infeksi.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila pernah mengalami alergi terhadap parasetamol, asetilsistein, atau komponen lain pada obat. Umumnya tidak dianjurkan pada gangguan hati berat.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat penyakit hati, gangguan ginjal, konsumsi alkohol berat/rutin, asma (sesak/mengi), sakit maag atau tukak lambung (luka pada dinding lambung), atau keluhan lambung yang mudah kambuh.
  • Waspadai tumpang tindih parasetamol: banyak obat flu/nyeri juga mengandung parasetamol. Menggabungkan beberapa produk dapat membuat dosis harian parasetamol menjadi terlalu tinggi dan berisiko merusak hati.
  • Batuk kering: obat yang mengencerkan dahak umumnya lebih bermanfaat untuk batuk berdahak. Bila batuk tidak berdahak, konsultasikan pilihan obat yang tepat.
  • Penggunaan jangka panjang: bila keluhan tidak membaik, jangan meneruskan pemakaian berhari-hari tanpa evaluasi dokter.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, mengi berat, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam menyeluruh/melepuh, muntah terus-menerus, nyeri perut kanan atas, urin gelap, mata/kulit menguning, batuk darah, atau perdarahan/memar yang tidak biasa.

Dosis Dorbigot Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya 1 tablet/kaplet, 3 kali sehari, sering dianjurkan sesudah makan.
    Catatan: perhatikan batas total parasetamol dari semua produk. Pada orang dewasa, total parasetamol umumnya tidak melebihi 4.000 mg dalam 24 jam (termasuk dari obat flu/nyeri lain).
  • Lansia (bila relevan): sering mengikuti dosis dewasa, tetapi dokter dapat mempertimbangkan kondisi hati/ginjal dan obat lain yang sedang digunakan.
  • Anak (bila relevan): pada beberapa informasi produk terdapat skema dosis berbasis usia, misalnya:
    • > 11 tahun: 1 kaplet, 3 kali sehari
    • 6–11 tahun: 1/2–1 kaplet, 3 kali sehari
    • 1–5 tahun: 1/4–1/2 kaplet, 3 kali sehari
    Catatan penting: pembagian kaplet menjadi 1/4 atau 1/2 dapat tidak akurat. Untuk anak, terutama usia kecil, gunakan hanya bila dokter menyarankan dan tanyakan apakah ada bentuk sediaan yang lebih sesuai.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan): pada gangguan hati berat umumnya dihindari. Pada gangguan ginjal/hati lain, penyesuaian dapat diperlukan, namun rincian untuk kombinasi ini bisa data terbatas minta arahan dokter/apoteker.

Cara menggunakan Dorbigot Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: sering dianjurkan sesudah makan untuk mengurangi keluhan lambung, kecuali dokter memberi arahan lain.
  • Frekuensi: ikuti resep; bila 3 kali sehari, usahakan pada jam yang relatif sama setiap hari.
  • Cara minum: telan dengan air putih. Jika kaplet salut selaput, sebaiknya tidak dikunyah atau dihancurkan kecuali dokter menyatakan boleh.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: suhu tubuh (demam), nyeri, dan perubahan dahak (lebih encer/lebih mudah keluar). Bila demam berlanjut lebih dari 3 hari, nyeri menetap, atau batuk memburuk/tidak membaik, periksakan diri.

Interaksi dengan obat lain

  • Produk lain yang mengandung parasetamol: meningkatkan risiko overdosis dan kerusakan hati (misalnya kombinasi obat flu/nyeri tertentu).
  • Alkohol/minuman beralkohol: dapat meningkatkan risiko kerusakan hati saat menggunakan parasetamol.
  • Warfarin dan antikoagulan sejenis (pengencer darah): penggunaan parasetamol teratur dapat meningkatkan risiko perdarahan pada sebagian orang; mungkin perlu pemantauan INR (international normalized ratio).
  • Obat epilepsi tertentu (misalnya karbamazepin, fenitoin, fenobarbital, primidon): dapat meningkatkan beban metabolisme hati dan meningkatkan risiko efek samping hati saat memakai parasetamol.
  • Obat tuberkulosis tertentu (misalnya isoniazid, rifampisin): dapat meningkatkan risiko gangguan hati bila digunakan bersamaan dengan parasetamol (terutama bila ada faktor risiko lain).
  • Kolestiramin: dapat menurunkan penyerapan parasetamol bila diminum terlalu berdekatan; biasanya perlu jeda waktu.
  • Nitrogliserin dan obat nitrat lain: asetilsistein dapat memperkuat efek vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), sehingga berisiko menyebabkan pusing, sakit kepala, atau tekanan darah turun pada sebagian orang.
  • Obat penekan batuk (antitusif) seperti dekstrometorfan atau kodein: pada batuk berdahak, penggunaan bersamaan tanpa arahan dapat membuat dahak lebih sulit dikeluarkan (karena refleks batuk ditekan).

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
    • mual, muntah, tidak nyaman di lambung, atau diare
    • sakit kepala
    • gatal atau ruam ringan
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
    • reaksi alergi berat: sesak napas, mengi, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, atau gatal/ruam hebat
    • ruam berat/melepuh atau kulit mengelupas
    • tanda gangguan hati: nyeri perut kanan atas, mual berat, urin gelap, mata/kulit menguning
    • perdarahan/memar tidak biasa, batuk darah, atau muntah seperti bubuk kopi
    • gejala overdosis parasetamol (misalnya mual hebat, lemas berat) atau bila tanpa sengaja mengonsumsi banyak produk mengandung parasetamol

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: parasetamol sering digunakan untuk demam/nyeri pada kehamilan, tetapi tetap gunakan dosis efektif terendah untuk durasi sesingkat mungkin. Data untuk penggunaan asetilsistein sebagai mukolitik pada kehamilan bisa terbatas; konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan.
  • Menyusui: parasetamol umumnya dianggap kompatibel dengan menyusui dalam dosis lazim. Data asetilsistein pada menyusui lebih terbatas; sebaiknya konsultasi dokter/apoteker, terutama bila bayi prematur atau memiliki kondisi medis tertentu.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, jauh dari panas dan sinar matahari langsung (umumnya tidak lebih dari 30°C).
  • Simpan dalam kemasan aslinya sampai saat digunakan untuk membantu melindungi dari kelembapan.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Informasi produk Dorbigot (Exeltis Indonesia): indikasi, komposisi, dosis, kontraindikasi, dan efek samping ringkas.
  • Alodokter: ringkasan Dorbigot (kombinasi parasetamol + asetilsistein), peringatan, interaksi, dan tanda bahaya.
  • BPOM RI – Cek Produk (pencarian produk terdaftar dan nomor izin edar).
  • NHS (National Health Service, Inggris): panduan paracetamol untuk dewasa dan interaksi dengan obat lain.
  • MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine): informasi obat acetaminophen (parasetamol).
  • NCBI Bookshelf – LactMed: ringkasan penggunaan acetaminophen dan acetylcysteine pada menyusui.

Terakhir diperbarui: 16 Februari 2026