Esomeprazole Tablet

Esomeprazole Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Esomeprazole adalah obat resep (obat keras) untuk menurunkan produksi asam lambung pada kondisi seperti gastroesophageal reflux disease (GERD, refluks asam lambung), esofagitis erosif (luka pada kerongkongan akibat asam), dan beberapa jenis tukak (luka) lambung/usus dua belas jari. Obat ini bekerja dengan menghambat “pompa” pembuat asam di dinding lambung sehingga asam berkurang dan jaringan yang iritasi lebih mudah pulih. Pada halaman ini dibahas esomeprazole tablet salut enterik/lepas tunda (tahan asam, larut di usus) 20 mg dan 40 mg. Hal yang sering disalahpahami: esomeprazole tidak bekerja seketika seperti antasida—pada sebagian orang efek penuh baru terasa setelah 1–4 hari.

Fakta cepat

  • Mode penamaan: Mode A (Generik/zat aktif)
  • Nama generik: esomeprazole
  • Kandungan zat aktif: esomeprazole (sering tersedia sebagai garam esomeprazole magnesium)
  • Kelas obat: inhibitor pompa proton (proton pump inhibitor)
  • Manfaat utama: menurunkan asam lambung untuk meredakan gejala refluks dan membantu penyembuhan luka akibat asam
  • Bentuk sediaan yang umum: tablet salut enterik/lepas tunda 20 mg & 40 mg (di beberapa produk/negara juga ada kapsul, granul/suspensi, dan injeksi)
  • Ejaan alternatif (bila ada): esomeprazol; esomeprazole magnesium
  • Penggunaan pada anak: bisa digunakan pada kondisi tertentu dengan penentuan dokter; untuk sediaan tablet umumnya pada remaja yang mampu menelan tablet, sedangkan anak lebih kecil sering memerlukan sediaan/dosis khusus (data untuk penggunaan tablet pada anak kecil terbatas)
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras dan umumnya memerlukan resep dokter; jangan menggunakan berulang/jangka panjang tanpa evaluasi

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Di lambung, ada “pompa” yang bertugas menghasilkan asam untuk membantu pencernaan. Esomeprazole mematikan kerja pompa ini sementara waktu, sehingga produksi asam lambung turun. Dengan asam yang lebih rendah, iritasi dan luka pada kerongkongan atau lambung dapat membaik dan gejala seperti rasa panas di dada (heartburn) bisa berkurang. Karena tablet bersifat salut enterik (tahan asam), obat dilepas di usus agar tidak rusak oleh asam lambung. Efeknya tidak selalu instan dan biasanya lebih optimal bila diminum sebelum makan.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap esomeprazole, omeprazole, atau obat sejenis (inhibitor pompa proton). Tanda alergi bisa berupa biduran, bengkak pada wajah/bibir, sesak napas, hingga pingsan.
  • Interaksi yang penting: beberapa obat HIV (human immunodeficiency virus) dapat berinteraksi serius. Sebagian kombinasi tidak boleh digunakan bersamaan (lihat bagian “Interaksi”).
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: gangguan hati (terutama bila berat), riwayat osteoporosis/risiko patah tulang, gangguan ginjal, atau bila pernah mengalami kadar magnesium rendah.
  • Gejala “alarm” yang perlu evaluasi dokter: sulit/nyeri menelan, muntah berulang, muntah darah, tinja hitam seperti aspal, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, nyeri dada berat, atau anemia. Keluhan bisa tampak membaik dengan penurun asam, tetapi penyebab serius tetap harus disingkirkan.
  • Jangan menghentikan mendadak bila sudah lama digunakan: penghentian tiba-tiba setelah penggunaan lama dapat membuat keluhan cepat kambuh (rebound). Diskusikan cara berhenti atau penurunan dosis dengan dokter.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: reaksi alergi berat, ruam melepuh/kelainan kulit berat, diare berat berair yang tidak membaik (terutama bila disertai demam atau darah), lemas hebat/kram (curiga magnesium rendah), atau jumlah urine menurun/nyeri pinggang disertai demam (curiga masalah ginjal).

Dosis Esomeprazole Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa:
    • GERD simptomatik (keluhan refluks tanpa luka berat): umumnya 20 mg 1 kali sehari selama 4 minggu; sebagian orang perlu tambahan hingga 4 minggu sesuai evaluasi dokter.
    • Esofagitis erosif (luka pada kerongkongan akibat asam): 20–40 mg 1 kali sehari selama 4–8 minggu; bila belum membaik, dokter dapat mempertimbangkan perpanjangan 4–8 minggu.
    • Terapi pemeliharaan setelah luka membaik: umumnya 20 mg 1 kali sehari; lama terapi ditentukan dokter.
    • Pencegahan tukak lambung terkait obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS, misalnya ibuprofen/diklofenak/naproksen) pada pasien berisiko: umumnya 20 mg 1 kali sehari selama masih diperlukan (sesuai penilaian dokter).
    • Terapi kombinasi untuk eradikasi Helicobacter pylori (bakteri penyebab tukak) pada kondisi tertentu: esomeprazole digunakan bersama antibiotik; contoh salah satu skema adalah 40 mg 1 kali sehari + amoksisilin 1000 mg 2 kali sehari + klaritromisin 500 mg 2 kali sehari selama 10 hari. Skema dapat berbeda tergantung kondisi dan pola resistensi.
    • Kondisi hipersekresi asam (misalnya sindrom Zollinger–Ellison): biasanya dimulai 40 mg 2 kali sehari dan disesuaikan oleh dokter spesialis; ini termasuk penggunaan jangka panjang dan perlu pemantauan.
  • Lansia (bila relevan): umumnya tidak perlu penyesuaian dosis khusus, tetapi dokter dapat lebih berhati-hati terhadap efek samping (misalnya diare, gangguan ginjal, atau kekurangan magnesium) dan meninjau kebutuhan pemakaian jangka panjang.
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): penggunaan pada anak harus ditentukan dokter. Untuk sediaan tablet, umumnya dipakai pada remaja yang mampu menelan tablet; contoh dosis pada remaja (≥12 tahun) sering mirip dewasa (misalnya 20 mg 1 kali sehari untuk GERD simptomatik; 20–40 mg 1 kali sehari untuk esofagitis erosif). Untuk anak lebih kecil biasanya diperlukan sediaan dan dosis berbasis berat badan (data untuk pemakaian tablet pada anak kecil terbatas).
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan ginjal umumnya tidak diperlukan penyesuaian dosis. Pada gangguan hati berat, dosis harian sering dibatasi (misalnya tidak melebihi 20 mg per hari untuk beberapa indikasi); konsultasikan dokter untuk penyesuaian yang tepat.

Cara menggunakan Esomeprazole Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: umumnya diminum 30–60 menit sebelum makan (sering dianjurkan sebelum sarapan). Ikuti petunjuk dokter; beberapa kondisi membutuhkan 2 kali sehari (pagi dan sore/malam).
  • Tablet harus ditelan utuh: jangan dihancurkan, dikunyah, atau dibelah bila tidak diarahkan dokter/apoteker, karena tablet salut enterik dirancang agar tidak rusak oleh asam lambung.
  • Frekuensi: minum pada jam yang relatif sama setiap hari untuk hasil yang lebih stabil.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perbaikan gejala (misalnya heartburn), munculnya gejala alarm (muntah darah/tinja hitam/sulit menelan/berat badan turun), serta bila penggunaan lama dokter bisa memantau risiko seperti magnesium rendah, kekurangan vitamin B12, atau fungsi ginjal sesuai kebutuhan.

Interaksi dengan obat lain

  • Rilpivirine (obat HIV tertentu): tidak boleh digunakan bersamaan karena dapat menurunkan efektivitas rilpivirine.
  • Nelfinavir (obat HIV): umumnya dihindari bila bersamaan karena dapat menurunkan kadar nelfinavir.
  • Atazanavir (obat HIV): dapat berkurang penyerapannya; kombinasi sering tidak direkomendasikan kecuali dengan pengaturan khusus oleh dokter.
  • Clopidogrel (pengencer darah/antiplatelet): esomeprazole dapat mengurangi aktivasi clopidogrel sehingga efek pencegahan penggumpalan darah bisa menurun; dokter mungkin memilih alternatif.
  • Warfarin (pengencer darah): dapat memengaruhi nilai pembekuan darah; biasanya perlu pemantauan INR (International Normalized Ratio) bila digunakan bersamaan.
  • Methotrexate dosis tinggi (misalnya pada terapi kanker/penyakit tertentu): penurun asam lambung dapat meningkatkan kadar methotrexate; dokter bisa menyarankan penyesuaian atau penghentian sementara.
  • Digoxin (obat jantung): kadar digoxin dapat meningkat pada sebagian orang; risiko toksisitas lebih perlu diwaspadai pada lansia.
  • Tacrolimus (obat imunosupresan): kadar tacrolimus dapat meningkat; perlu pemantauan dokter.
  • Obat yang penyerapannya dipengaruhi asam lambung (misalnya ketokonazol/itrakonazol/posakonazol, erlotinib): penyerapan dapat menurun saat asam lambung ditekan.
  • Rifampisin atau St John’s wort (Hypericum perforatum) (produk herbal tertentu): dapat menurunkan kadar esomeprazole sehingga efeknya berkurang.
  • Catatan makanan/minuman: tidak ada “pantangan” makanan yang mutlak karena interaksi langsung, tetapi alkohol, kopi, dan makanan sangat pedas/asam dapat memperberat keluhan pada sebagian orang. Untuk efek obat yang lebih optimal, ikuti anjuran waktu minum (biasanya sebelum makan).

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
    • sakit kepala
    • diare atau justru sembelit
    • mual, nyeri perut, kembung
    • mulut kering
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
    • reaksi alergi (bengkak wajah/bibir, sesak napas, biduran menyeluruh)
    • ruam kulit berat, melepuh, atau kulit mengelupas
    • diare berat berair yang tidak membaik, terutama bila disertai demam atau darah
    • tanda gangguan ginjal (urine berkurang, nyeri pinggang, demam, bengkak)
    • gejala kadar magnesium rendah (kram/kejang, jantung berdebar tidak teratur, pusing berat, tremor)
    • muntah darah atau tinja hitam seperti aspal

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila keluhan muncul, memburuk, atau mengganggu aktivitas, konsultasikan ke dokter atau apoteker.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: data pada manusia untuk esomeprazole ada tetapi tidak selalu lengkap untuk semua kondisi. Penggunaan pada kehamilan sebaiknya berdasarkan penilaian dokter tentang manfaat dan risiko, terutama bila keluhan berat atau ada komplikasi.
  • Menyusui: informasi terbatas menunjukkan kadar esomeprazole di ASI cenderung rendah dan umumnya tidak diharapkan menimbulkan efek pada bayi. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter/apoteker dan pantau bayi (misalnya diare atau rewel yang tidak biasa).

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
  • Simpan dalam kemasan asli (misalnya blister) agar terlindung dari kelembapan.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan bila sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau bila tablet berubah bentuk/warna.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • MedlinePlus. “Esomeprazole” (Drug Information).
  • NHS (National Health Service, UK). “How and when to take esomeprazole” dan “Taking esomeprazole with other medicines and herbal supplements”.
  • DailyMed (U.S. National Library of Medicine). Label informasi esomeprazole magnesium (delayed-release).
  • FDA (Drugs@FDA). Label NEXIUM (esomeprazole magnesium).
  • LactMed (Drugs and Lactation Database). “Esomeprazole”.
  • BPOM RI (registrasiobat.pom.go.id). Informasi registrasi/daftar produk terkait esomeprazole magnesium (misalnya tablet salut selaput 20 mg dan 40 mg).

Terakhir diperbarui: 14 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar