Farsifen Plus Tablet

Farsifen Plus Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat bebas terbatas (tanda lingkaran biru). Walau umumnya bisa dibeli tanpa resep, tetap gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan dan pertimbangkan konsultasi dokter atau apoteker. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi tenaga kesehatan.

Ringkasan singkat

Farsifen Plus Tablet adalah nama merek dagang untuk kombinasi paracetamol (parasetamol) + ibuprofen + kafein yang digunakan untuk meredakan nyeri (misalnya sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot, nyeri haid) dan menurunkan demam. Cara kerjanya gabungan: paracetamol membantu mengurangi rasa nyeri dan demam, ibuprofen mengurangi peradangan (radang) sekaligus nyeri, dan kafein dapat membantu meningkatkan efek pereda nyeri pada sebagian orang. Catatan penting: hindari “dobel” kandungan jangan menggabungkan dengan obat flu/nyeri lain yang juga mengandung paracetamol atau ibuprofen karena berisiko overdosis dan efek samping. Halaman ini membahas sediaan tablet/kaplet dengan kekuatan paracetamol 350 mg + ibuprofen 200 mg + kafein 50 mg per kaplet pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.

Fakta cepat

  • Nama generik: tidak ada satu “nama generik” tunggal karena ini kombinasi (paracetamol + ibuprofen + kafein)
  • Nama merek dagang: Farsifen Plus Tablet
  • Kandungan zat aktif: paracetamol 350 mg + ibuprofen 200 mg + kafein 50 mg (per kaplet/tablet)
  • Kelas obat: analgesik-antipiretik (pereda nyeri–penurun demam) + OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid) + stimulan ringan (kafein)
  • Manfaat utama: meredakan nyeri ringan–sedang dan membantu menurunkan demam
  • Bentuk sediaan yang umum: kaplet/tablet (ditelan)
  • Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya untuk usia > 12 tahun penggunaan pada anak <12 tahun data terbatas dan sebaiknya hanya atas arahan dokter
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): tidak selalu perlu resep karena termasuk obat bebas terbatas, tetapi tetap perlu kehati-hatian, terutama bila punya penyakit penyerta atau sedang minum obat lain
  • Ejaan alternatif (bila ada): Farsifen Plus, Farsifen+ (bergantung penulisan toko/kemasan)

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Obat ini bekerja dari tiga zat aktif. Paracetamol membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri dengan memengaruhi pusat pengatur suhu dan nyeri di otak. Ibuprofen termasuk OAINS, bekerja dengan menghambat pembentukan zat pemicu nyeri dan radang (sering disebut prostaglandin), sehingga nyeri dan peradangan dapat berkurang. Kafein adalah stimulan ringan yang pada sebagian orang dapat membantu meningkatkan efek pereda nyeri, tetapi juga dapat membuat jantung berdebar atau sulit tidur bila sensitif.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap paracetamol, ibuprofen, kafein, atau obat OAINS lain atau pernah mengalami serangan asma/biduran/reaksi alergi berat setelah minum aspirin/obat OAINS.
  • Lambung dan perdarahan: hindari bila sedang/sering mengalami tukak lambung, perdarahan saluran cerna, atau muntah darah/buang air besar hitam (seperti ter) tanpa evaluasi dokter.
  • Ginjal, hati, dan jantung: hati-hati bila punya penyakit ginjal, penyakit hati, gagal jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), atau pernah stroke/serangan jantung. OAINS seperti ibuprofen dapat memperburuk sebagian kondisi tersebut pada orang tertentu.
  • Kehamilan: umumnya dihindari pada kehamilan tanpa arahan dokter, terutama usia kehamilan 20 minggu atau lebih dan trimester ketiga.
  • Anak: umumnya tidak dianjurkan untuk anak <12 tahun kecuali dalam pengawasan dokter (data terbatas).
  • Jangan “tumpuk” obat sejenis: jangan dikombinasikan dengan obat lain yang mengandung paracetamol (sering ada di obat flu) atau ibuprofen/NSAID lain (misalnya asam mefenamat, diklofenak, naproksen) kecuali diarahkan dokter.
  • Kafein: bila Anda mudah cemas, sulit tidur, maag memburuk, atau jantung mudah berdebar, konsultasikan dulu karena kafein dapat memperberat keluhan tersebut.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, bengkak wajah/bibir/kelopak mata, ruam berat/melepuh; nyeri perut hebat; muntah darah atau BAB hitam; lemas mendadak/nyeri dada/bicara pelo/kelemahan satu sisi tubuh; kulit atau mata menguning; atau jumlah urin menurun drastis.

Dosis Farsifen Plus Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya 1 kaplet diminum 3–4 kali sehari, sebaiknya sesudah makan. Banyak aturan pakai juga menyarankan jarak minum sekitar 6–8 jam. Jangan melebihi 4 kaplet dalam 24 jam kecuali atas anjuran dokter.
  • Lansia (bila relevan): lebih berisiko mengalami efek samping lambung, ginjal, dan perdarahan. Umumnya dianjurkan mulai dari dosis terendah yang efektif dan durasi sesingkat mungkin bila perlu penggunaan berulang, sebaiknya konsultasi dokter.
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): untuk usia >12 tahun umumnya mengikuti dosis dewasa. Untuk <12 tahun: data terbatas untuk sediaan kombinasi ini; sebaiknya jangan digunakan tanpa arahan dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan ginjal/hati, terutama yang berat, risiko efek samping dapat meningkat. Data penyesuaian khusus untuk kombinasi ini terbatas; konsultasikan dokter/apoteker, dan hindari penggunaan bila pernah diberi tahu ada gangguan berat.

Cara menggunakan Farsifen Plus Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: umumnya sesudah makan untuk mengurangi risiko perih/nyeri lambung. Telan dengan segelas air.
  • Frekuensi dan jam yang sama: bila perlu minum beberapa kali sehari, usahakan jaraknya teratur (misalnya tiap 6–8 jam) dan tidak melebihi dosis harian.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat jika masih jauh dari jadwal berikutnya. Jika sudah dekat dengan dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau:
    • apakah demam/nyeri membaik (obat ini umumnya untuk pemakaian jangka pendek)
    • keluhan lambung (nyeri ulu hati, mual, BAB hitam)
    • pusing, jantung berdebar, sulit tidur (terutama karena kafein)
    • bila Anda punya hipertensi: perhatikan bila tekanan darah terasa naik atau kepala terasa berat
  • Kapan sebaiknya konsultasi: bila demam tidak membaik setelah ~3 hari, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari, atau keluhan sering berulang periksakan diri untuk mencari penyebabnya.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat pengencer darah (misalnya warfarin) dan obat antiplatelet (misalnya aspirin dosis nyeri, clopidogrel): dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama dari lambung/usus.
  • OAINS lain (misalnya asam mefenamat, diklofenak, naproksen) atau aspirin: meningkatkan risiko iritasi lambung dan perdarahan umumnya tidak dianjurkan dipakai bersamaan.
  • Kortikosteroid (misalnya prednison/dexamethasone): dapat menaikkan risiko tukak dan perdarahan saluran cerna bila dipakai bersama OAINS.
  • Antidepresan tertentu seperti SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor) atau SNRI (serotonin norepinephrine reuptake inhibitor): dapat meningkatkan risiko perdarahan bila dikombinasikan dengan OAINS.
  • Obat tekanan darah dan diuretik (misalnya ACE inhibitor, ARB, obat “kencing”/diuretik): OAINS dapat mengurangi efek obat tekanan darah pada sebagian orang dan dapat memperberat fungsi ginjal pada kondisi tertentu (terutama bila kurang minum/dehidrasi).
  • Obat tertentu yang memengaruhi hati (misalnya isoniazid/rifampisin untuk tuberkulosis, beberapa obat kejang): dapat meningkatkan risiko gangguan hati bila dikombinasikan dengan paracetamol pada sebagian orang.
  • Alkohol: meningkatkan risiko perdarahan lambung (dengan ibuprofen) dan meningkatkan risiko kerusakan hati (dengan paracetamol).
  • Makanan/minuman berkafein (kopi, teh kental, minuman energi): dapat menambah total asupan kafein sehingga lebih mudah berdebar, gelisah, atau sulit tidur.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
    • nyeri/perih ulu hati, mual, kembung, rasa tidak nyaman di lambung
    • pusing atau sakit kepala
    • jantung berdebar, gelisah, sulit tidur (lebih mungkin bila sensitif terhadap kafein atau minum kafein lain)
    • ruam ringan
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
    • tanda alergi berat: sesak, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, gatal menyeluruh, ruam berat/melepuh
    • tanda perdarahan lambung/usus: muntah darah, BAB hitam seperti ter, nyeri perut hebat
    • nyeri dada, sesak, kelemahan satu sisi tubuh, bicara pelo (tanda masalah jantung/stroke)
    • kulit atau mata menguning, urin gelap, mual berat menetap (tanda masalah hati)
    • urin sangat berkurang atau bengkak pada kaki/kelopak mata (tanda masalah ginjal)

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko cenderung meningkat bila dosis berlebihan, penggunaan terlalu lama, atau ada penyakit penyerta/obat lain yang berinteraksi.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: karena mengandung ibuprofen (OAINS), penggunaan pada kehamilan sebaiknya hanya atas arahan dokter. OAINS umumnya dihindari pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih dan tidak dianjurkan pada trimester ketiga kecuali dokter menilai manfaat lebih besar daripada risiko.
  • Menyusui: paracetamol dan ibuprofen umumnya dianggap kompatibel untuk menyusui bila digunakan sesuai aturan. Namun obat ini juga mengandung kafein yang dapat masuk ke ASI; pada sebagian bayi (terutama bayi kecil/prematur) asupan kafein tinggi dapat membuat bayi lebih rewel atau sulit tidur. Konsultasikan dengan dokter/apoteker bila ragu, terutama bila bayi tampak sensitif.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat yang kering, tidak lembap, dan terlindung dari panas serta cahaya langsung.
  • Simpan dalam kemasan asli (blister/strip) sampai akan digunakan.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Informasi pada kemasan/leaflet resmi Farsifen Plus (lihat juga nomor izin edar BPOM yang tercantum pada kemasan).
  • Alodokter – “Farsifen Plus: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping”.
  • KlikDokter – “Farsifen Plus: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping”.
  • MedlinePlus (NIH) – Ibuprofen: Drug Information.
  • MedlinePlus (NIH) – Acetaminophen: Drug Information.
  • U.S. Food and Drug Administration (FDA) – Drug Safety Communication: hindari penggunaan NSAID pada kehamilan sekitar 20 minggu atau lebih (risiko pada janin).

Terakhir diperbarui: 6 Februari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar