Grafachlor Kaplet
Share
Grafachlor Kaplet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Grafachlor Kaplet adalah nama merek dagang untuk kombinasi dexamethasone 0,5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg per kaplet. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan gejala alergi yang disertai peradangan ketika dokter menilai diperlukan terapi kortikosteroid (obat “steroid” anti-radang). Dexamethasone membantu menekan proses peradangan, sedangkan dexchlorpheniramine membantu mengurangi gejala alergi dengan menghambat kerja histamin (zat pemicu gatal/bersin). Catatan penting: obat ini mengandung steroid dan dapat menyebabkan kantuk, jadi tidak untuk digunakan sembarangan; pastikan kandungan pada kemasan karena varian merek bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: dexamethasone + dexchlorpheniramine maleate
- Nama merek dagang: Grafachlor Kaplet
- Kandungan zat aktif: dexamethasone (micronized) 0,5 mg + dexchlorpheniramine maleate 2 mg per kaplet
- Kelas obat: kombinasi kortikosteroid (glukokortikoid) + antihistamin generasi pertama (penghambat H1)
- Manfaat utama: membantu meredakan gejala alergi dengan peradangan (misalnya gatal/biduran, rinitis alergi, dermatitis) sesuai penilaian dokter
- Bentuk sediaan yang umum: kaplet (diminum)
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): dapat diresepkan dokter pada anak tertentu; pada usia kecil perlu kehati-hatian dan pengawasan dokter (data untuk bayi sangat terbatas)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): obat keras/obat resep—tidak untuk swamedikasi
- Ejaan alternatif (bila ada): GRAFACHLOR, Grafachlor Caplet
- Nomor izin edar (contoh pada beberapa kemasan): DKL 9131102604A1 (cek kembali pada kemasan)
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Saat tubuh terpapar pemicu alergi (alergen), tubuh dapat melepaskan histamin yang menimbulkan gatal, bersin, hidung berair, atau ruam. Dexchlorpheniramine adalah antihistamin yang membantu mengurangi gejala tersebut dengan menghambat efek histamin, namun dapat menyebabkan kantuk dan efek “mengeringkan” seperti mulut kering. Dexamethasone adalah kortikosteroid yang menekan proses peradangan dan reaksi berlebihan sistem kekebalan, sehingga bengkak dan kemerahan dapat berkurang. Karena ada komponen steroid, obat ini juga bisa menyamarkan tanda infeksi dan perlu digunakan dengan pengawasan dokter.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting (siapa yang tidak boleh memakai): jangan gunakan bila pernah mengalami reaksi alergi terhadap dexamethasone, dexchlorpheniramine, atau komponen obat sejenis. Umumnya tidak digunakan pada infeksi jamur sistemik (infeksi jamur yang menyebar di tubuh), serta perlu dihindari pada kondisi tertentu seperti varicella (cacar air) atau vaccinia.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: diabetes melitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), payah jantung (gagal jantung), tukak lambung/maag berat, osteoporosis (tulang keropos), gangguan hati (misalnya sirosis), gangguan tiroid, tuberkulosis, glaukoma (tekanan bola mata tinggi), pembesaran prostat atau sulit buang air kecil, epilepsi, miastenia gravis (kelemahan otot karena gangguan saraf-otot), serta herpes pada mata.
- Pemakaian dapat menyamarkan infeksi: kortikosteroid dapat menekan gejala peradangan sehingga tanda infeksi (misalnya demam/nyeri) dapat tampak lebih ringan padahal infeksi masih berjalan.
- Jangan menghentikan mendadak (bila relevan): bila digunakan dalam dosis tinggi atau jangka agak panjang, penghentian biasanya perlu bertahap sesuai arahan dokter untuk menghindari gejala putus steroid.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam berat atau pingsan; demam tinggi atau tanda infeksi memburuk; nyeri perut hebat, muntah darah, atau feses hitam; gangguan penglihatan mendadak; perubahan suasana hati berat (gelisah ekstrem, kebingungan), atau kejang.
Dosis Grafachlor Kaplet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: pada beberapa referensi, dosis yang sering digunakan adalah 1 kaplet 3–4 kali sehari. Dokter dapat menyesuaikan berdasarkan keluhan dan respons terapi.
- Lansia (bila relevan): biasanya dimulai dari dosis serendah mungkin karena lebih berisiko mengalami kantuk, pusing, dan efek samping steroid. Ikuti arahan dokter.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): pada beberapa referensi, anak 6–12 tahun dapat diresepkan ½ kaplet 3–4 kali sehari, dan anak 2–6 tahun ¼ kaplet 3–4 kali sehari. Untuk anak di bawah 2 tahun, data terbatas dan penggunaan harus benar-benar atas pertimbangan dokter.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): data terbatas untuk aturan penyesuaian dosis khusus kombinasi ini. Dokter mungkin perlu menilai ulang dosis atau memilih obat lain pada gangguan hati/ginjal berat.
Cara menggunakan Grafachlor Kaplet dengan benar
- Kapan diminum: umumnya diminum sesudah makan untuk membantu mengurangi keluhan lambung, kecuali dokter memberi instruksi lain.
- Frekuensi dan anjuran jam yang sama setiap hari: bila diminum beberapa kali sehari, usahakan jaraknya teratur dan pada jam yang relatif sama.
- Apa yang dilakukan jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: perbaikan gejala alergi; kantuk/pusing; tanda infeksi (demam, nyeri tenggorokan menetap). Pada sebagian orang, dokter dapat menyarankan pemantauan gula darah (terutama penderita diabetes) dan tekanan darah.
Interaksi dengan obat lain
- Alkohol dapat memperkuat kantuk dan pusing.
- Obat yang menyebabkan kantuk (misalnya obat tidur, obat penenang, opioid, sebagian obat batuk/pilek) dapat meningkatkan risiko mengantuk berat dan gangguan konsentrasi.
- MAOI (monoamine oxidase inhibitor) untuk depresi (atau obat tertentu yang diminum dalam 2 minggu terakhir) dapat memperberat efek samping antihistamin.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen, asam mefenamat, aspirin) dapat meningkatkan iritasi lambung dan risiko perdarahan saluran cerna bila dipakai bersama kortikosteroid.
- Obat pengencer darah (misalnya warfarin) dapat memerlukan pemantauan karena kortikosteroid bisa memengaruhi respons tubuh terhadap obat.
- Obat diabetes (insulin atau obat minum) mungkin perlu penyesuaian karena dexamethasone dapat menaikkan gula darah.
- Vaksin hidup umumnya perlu kehati-hatian bila menggunakan kortikosteroid, karena respons imun bisa berubah.
- Obat yang memengaruhi kerja enzim hati (CYP3A4) seperti rifampisin/fenitoin/karbamazepin (dapat menurunkan efek steroid) atau ketokonazol/klaritromisin/ritonavir (dapat meningkatkan efek steroid) bisa mengubah kerja dexamethasone.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang).
- Mengantuk, pusing, sulit konsentrasi.
- Mulut kering, penglihatan agak kabur, sembelit, atau sulit buang air kecil.
- Keluhan lambung: mual, nyeri ulu hati, tidak nyaman di perut.
- Nafsu makan meningkat, sulit tidur, atau perubahan suasana hati ringan pada sebagian orang.
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat.
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir, sesak napas, ruam menyeluruh.
- Tanda infeksi berat atau memburuk: demam tinggi, menggigil, nyeri tenggorokan berat yang tidak membaik.
- Perdarahan saluran cerna: muntah darah, feses hitam seperti aspal, nyeri perut hebat.
- Gangguan penglihatan mendadak atau nyeri mata.
- Perubahan mood/perilaku berat, kebingungan, halusinasi, atau kejang.
- Gejala gula darah sangat tinggi: sangat haus, sering buang air kecil, lemas berat (terutama pada penderita diabetes).
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila keluhan mengganggu atau muncul gejala yang tidak biasa, hubungi dokter atau apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data keamanan tidak selalu jelas untuk semua kondisi, dan karena mengandung kortikosteroid, penggunaan umumnya hanya bila dokter menilai manfaat lebih besar daripada risikonya. Diskusikan rencana hamil atau kehamilan yang sedang berjalan sebelum memakai obat ini.
- Menyusui: data penggunaan dexamethasone sistemik saat menyusui terbatas dan pada dosis tertentu dapat memengaruhi produksi ASI; antihistamin juga bisa menyebabkan kantuk pada ibu dan berpotensi memengaruhi bayi. Konsultasikan dengan dokter/apoteker untuk menilai kebutuhan terapi dan alternatif yang lebih aman.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di tempat sejuk dan kering, jauh dari panas dan kelembapan.
- Hindari paparan cahaya matahari langsung.
- Simpan dalam kemasan aslinya sampai digunakan.
- Jauhkan dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Graha Farma – Informasi produk Grafachlor (komposisi, indikasi, peringatan, kemasan, nomor registrasi).
- Badan POM RI – Situs Cek Produk BPOM (cekbpom.pom.go.id) untuk verifikasi nomor izin edar.
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) – Informasi obat dexamethasone.
- DailyMed (U.S. National Library of Medicine) – Informasi obat dexchlorpheniramine maleate.
- LactMed (NCBI Bookshelf) – Dexamethasone dan menyusui.
- NHS / Specialist Pharmacy Service (UK) – Informasi kehati-hatian dan interaksi kortikosteroid, termasuk saat menyusui.
Terakhir diperbarui: 15 Januari 2026