Grathazon Kaplet
Share
Grathazon Kaplet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Grathazon adalah nama merek dagang untuk dexamethasone, obat kortikosteroid yang digunakan untuk membantu meredakan peradangan dan reaksi alergi tertentu, serta beberapa kondisi lain yang membutuhkan penekanan sistem kekebalan tubuh. Halaman ini membahas Grathazon kaplet 0,5 miligram (mg). Dexamethasone bekerja menurunkan respons peradangan dan respons imun yang berlebihan sehingga keluhan seperti bengkak, kemerahan, gatal, atau nyeri karena peradangan dapat berkurang. Catatan penting: obat ini bukan antibiotik dan tidak “membunuh kuman”; pemakaian tanpa pengawasan dokter dapat menutupi gejala infeksi dan berisiko memperburuk infeksi.
Fakta cepat
- Mode penamaan: Mode B (nama merek dagang)
- Nama generik: dexamethasone (deksametason)
- Nama merek dagang: Grathazon
- Kandungan zat aktif: dexamethasone 0,5 mg per kaplet
- Kelas obat: kortikosteroid (glukokortikoid)
- Manfaat utama: membantu meredakan peradangan dan reaksi alergi tertentu; pada beberapa penyakit autoimun (sistem kekebalan menyerang jaringan sendiri) dapat digunakan sesuai penilaian dokter
- Bentuk sediaan yang umum: kaplet 0,5 mg (yang dibahas pada halaman ini)
- Ejaan alternatif (bila ada): kadang tertulis “Grathazone” di sebagian toko/daftar produk; pastikan nama dan kandungan pada kemasan
- Penggunaan pada anak: hanya bila diresepkan dokter; pemakaian jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan (dosis sangat bervariasi tergantung penyakit dan berat badan)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras; perlu resep dokter dan pemantauan
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Dexamethasone adalah kortikosteroid, yaitu obat yang bekerja mirip hormon alami tubuh (kortisol) tetapi dengan efek anti-peradangan yang kuat. Obat ini menurunkan pelepasan zat-zat pemicu peradangan dan menekan aktivitas sistem imun (imunosupresan), sehingga bengkak, nyeri, kemerahan, dan reaksi alergi bisa berkurang. Karena menekan sistem imun, obat ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi. Itulah sebabnya pemakaiannya perlu sesuai indikasi dan pengawasan dokter.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah mengalami reaksi alergi terhadap dexamethasone atau kortikosteroid lain. Pada beberapa kondisi infeksi tertentu (misalnya infeksi jamur yang menyebar/berat), kortikosteroid umumnya dihindari kecuali ada pertimbangan medis khusus.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: beri tahu dokter bila memiliki diabetes (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), riwayat tukak lambung/maag berat atau perdarahan saluran cerna, osteoporosis (tulang rapuh), glaukoma atau katarak (masalah pada mata), gangguan suasana hati/kejiwaan, penyakit hati (misalnya sirosis), gangguan tiroid (misalnya hipotiroidisme), tuberkulosis (TBC) aktif/riwayat TBC, herpes pada mata, penyakit ginjal, atau penyakit jantung.
- Risiko infeksi meningkat: selama memakai kortikosteroid, Anda bisa lebih mudah terkena infeksi dan gejalanya bisa “tertutupi”. Hindari kontak dekat dengan orang yang menderita cacar air atau campak bila Anda belum pernah terkena sebelumnya; hubungi tenaga kesehatan bila terpapar.
- Jangan menghentikan mendadak (bila relevan): bila digunakan beberapa hari hingga minggu (terutama dosis lebih tinggi), penghentian sering perlu diturunkan bertahap agar tubuh tidak “kaget” dan untuk mencegah gangguan kelenjar adrenal. Ikuti rencana penurunan dosis dari dokter.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam hebat (curiga alergi berat); demam tinggi, menggigil, nyeri tenggorokan berat, batuk berdahak berubah warna (curiga infeksi); muntah darah atau buang air besar hitam; nyeri perut hebat; gangguan penglihatan; perubahan perilaku berat; atau tanda gula darah sangat tinggi (sangat haus, sering kencing, lemas sekali).
Dosis Grathazon Kaplet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Secara umum, dosis awal dexamethasone oral dapat berkisar 0,75–9 mg per hari tergantung penyakit dan tingkat keparahan, lalu diturunkan bertahap sampai dosis efektif terendah.
- Pada sebagian penggunaan “keadaan biasa”, dokter dapat meresepkan 1 kaplet (0,5 mg) 2–4 kali sehari. Dosis dan durasi sangat ditentukan oleh diagnosis, respons terapi, dan risiko efek samping.
- Jangan mengubah dosis sendiri. Dokter akan menghitung kebutuhan total miligram per hari dan menyesuaikannya dengan kekuatan kaplet yang tersedia.
- Lansia (bila relevan): umumnya dimulai dari dosis serendah mungkin dan durasi sesingkat mungkin karena risiko efek samping (gula darah naik, tekanan darah naik, tulang rapuh, masalah mata) lebih tinggi. Pemantauan biasanya lebih ketat.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): data terbatas untuk aturan dosis tunggal yang “seragam” karena dosis anak biasanya ditentukan dokter berdasarkan berat badan dan jenis penyakit. Pemakaian jangka panjang dapat memperlambat pertumbuhan, sehingga perlu pemantauan.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): data terbatas. Pada beberapa kondisi seperti gangguan hati tertentu atau hipotiroidisme, efek kortikosteroid dapat lebih kuat sehingga dokter mungkin menyesuaikan dosis dan memantau lebih ketat.
Cara menggunakan Grathazon Kaplet dengan benar
- Kapan diminum: bila lambung terasa tidak nyaman, minum bersama makanan atau susu. Untuk mengurangi susah tidur, beberapa orang dianjurkan minum dosis pagi hari; bila diminum lebih dari sekali sehari, ikuti jadwal dari dokter dan usahakan dosis terakhir tidak terlalu malam (kecuali dokter mengatur lain).
- Frekuensi dan jam yang sama: minum sesuai frekuensi pada resep dan usahakan pada jam yang relatif sama setiap hari.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat bila jaraknya masih jauh dari dosis berikutnya. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: tanda infeksi (demam, batuk memburuk), gula darah (terutama bila punya diabetes), tekanan darah, berat badan dan bengkak, perubahan suasana hati, serta keluhan pada mata (penglihatan kabur). Pada penggunaan lebih lama, dokter dapat menyarankan pemantauan tulang dan mata.
Interaksi dengan obat lain
- Pengencer darah (antikoagulan) seperti warfarin: efek pengencer darah dapat berubah; dokter mungkin perlu memantau pemeriksaan pembekuan darah lebih sering.
- Obat antiinflamasi nonsteroid (misalnya ibuprofen, naproxen) atau aspirin dosis tinggi: dapat meningkatkan iritasi lambung dan risiko perdarahan saluran cerna.
- Obat diabetes (misalnya insulin dan obat minum diabetes): dexamethasone dapat menaikkan gula darah sehingga terapi diabetes mungkin perlu disesuaikan.
- Diuretik (obat “pelancar kencing” tertentu yang menurunkan kalium): dapat meningkatkan risiko kalium rendah, yang bisa memicu kram/kelemahan dan gangguan irama jantung (risiko meningkat bila juga menggunakan digoxin).
- Rifampisin/rifabutin dan beberapa obat kejang (misalnya fenitoin, karbamazepin, fenobarbital): dapat menurunkan kadar dexamethasone sehingga efek obat berkurang.
- Antijamur azol (misalnya ketokonazol, itrakonazol) dan beberapa antibiotik tertentu: dapat meningkatkan kadar dexamethasone sehingga risiko efek samping meningkat.
- Vaksin: pada dosis yang menekan sistem imun, respons vaksin bisa menurun dan vaksin hidup dapat berisiko. Konsultasikan jadwal imunisasi dengan dokter.
- Alkohol: dapat memperberat iritasi lambung; sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama bila punya riwayat maag/tukak lambung.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Gangguan lambung: nyeri ulu hati, mual, tidak nyaman di perut
- Nafsu makan meningkat, berat badan naik, wajah tampak lebih “bulat” pada penggunaan lebih lama
- Susah tidur, gelisah
- Perubahan suasana hati (mudah marah, cemas, mood naik-turun)
- Sakit kepala atau pusing
- Jerawat atau perubahan pada kulit; mudah memar pada penggunaan lebih lama
- Gula darah meningkat (lebih berisiko pada penderita diabetes)
- Retensi cairan: bengkak pada kaki atau berat badan naik cepat
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Tanda infeksi serius: demam tinggi, menggigil, nyeri tenggorokan berat, batuk memburuk, luka sulit sembuh
- Muntah darah, tinja hitam seperti aspal, atau nyeri perut hebat (curiga perdarahan saluran cerna)
- Sesak napas, bengkak wajah/bibir, gatal/ruam menyeluruh (curiga reaksi alergi berat)
- Lemas berat, pusing sampai hampir pingsan, mual berat setelah dosis diturunkan/dihentikan (curiga gangguan kelenjar adrenal)
- Tanda gula darah sangat tinggi: sangat haus, sering kencing, napas cepat, mengantuk atau bingung
- Gangguan penglihatan mendadak, nyeri mata, atau perubahan perilaku berat
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko umumnya meningkat pada dosis lebih tinggi dan penggunaan lebih lama.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: dexamethasone dapat menembus plasenta. Pada kondisi tertentu dokter memang dapat meresepkannya, tetapi keputusan penggunaan harus berdasarkan pertimbangan manfaat dan risiko. Jika sedang hamil, merencanakan hamil, atau hamil saat memakai obat ini, konsultasikan segera; jangan memulai atau menghentikan sendiri.
- Menyusui: dexamethasone dapat masuk ke air susu ibu dalam jumlah kecil. Dosis tinggi atau penggunaan jangka panjang dapat menurunkan produksi air susu ibu atau berpotensi memengaruhi bayi (misalnya menekan fungsi kelenjar adrenal). Konsultasikan dengan dokter; bila diperlukan, bayi dapat dipantau dari sisi pertumbuhan dan kecukupan menyusu.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di bawah 30°C.
- Jauhkan dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Simpan dalam kemasan aslinya dan tutup rapat.
- Jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Informasi produk resmi produsen Grathazon (Graha Farma): komposisi, indikasi, peringatan, aturan pakai, penyimpanan, dan nomor izin edar.
- DailyMed (U.S. National Library of Medicine): label obat Dexamethasone tablet (kontraindikasi, peringatan, dan informasi keamanan).
- NHS (National Health Service Inggris): dexamethasone tablets/liquid (efek samping dan interaksi obat).
- MedlinePlus (NIH): dexamethasone (peringatan, cara minum, lupa dosis, dan efek samping).
- LactMed (NCBI Bookshelf): dexamethasone (ringkasan penggunaan pada ibu menyusui).
- BPOM Republik Indonesia: basis data/cek izin edar obat (verifikasi nomor izin edar pada kemasan).
Terakhir diperbarui: 15 Januari 2026