Mometasone Furoate Krim
Share
Mometasone Furoate Krim: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping
Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Mometasone furoate krim adalah obat oles golongan kortikosteroid (antiinflamasi) untuk membantu meredakan kemerahan, bengkak, dan gatal pada beberapa masalah kulit tertentu yang respons terhadap kortikosteroid (misalnya dermatitis atau eksim). Obat ini bekerja dengan “menenangkan” reaksi peradangan di kulit sehingga keluhan berkurang. Catatan penting: krim ini bukan pelembap harian dan bukan untuk pemutih/kosmetik; penggunaan berlebihan atau terlalu lama dapat membuat kulit menipis dan menimbulkan efek samping.
Fakta cepat
- Nama generik: mometasone furoate (mometason furoat)
- Kandungan zat aktif: mometasone furoate
- Kelas obat: kortikosteroid topikal (obat oles untuk peradangan kulit), umumnya termasuk potensi sedang
- Manfaat utama: membantu meredakan peradangan dan gatal pada dermatosis yang respons terhadap kortikosteroid (misalnya beberapa jenis dermatitis)
- Bentuk sediaan yang umum: krim 0,1% (setara 1 mg mometasone furoate per 1 gram krim). Zat aktif yang sama juga bisa tersedia sebagai salep atau losion; halaman ini fokus pada krim 0,1%.
- Ejaan alternatif: mometason furoat; mometasone furoate 0.1% cream
- Penggunaan pada anak: umumnya dapat digunakan pada anak usia 2 tahun ke atas dengan pengawasan dokter; pada usia di bawah 2 tahun data keamanan/efektivitas terbatas sehingga biasanya tidak dianjurkan
- Catatan resep (wajib): perlu resep dokter; jangan digunakan tanpa arahan tenaga kesehatan
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Mometasone furoate mengurangi peradangan di kulit dengan menekan pelepasan zat-zat pemicu radang dan reaksi imun setempat. Akibatnya, kemerahan, bengkak, dan rasa gatal biasanya berangsur berkurang. Pada sebagian kondisi, efeknya juga membantu menenangkan iritasi sehingga keinginan untuk menggaruk berkurang. Karena termasuk kortikosteroid, pemakaian yang terlalu sering, terlalu banyak, atau terlalu lama dapat meningkatkan risiko efek samping lokal maupun (jarang) efek sistemik.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap mometasone furoate atau bahan lain dalam krim. Tanda alergi bisa berupa ruam hebat, bengkak pada wajah/bibir, atau sesak napas.
- Jangan gunakan pada infeksi kulit yang belum ditangani: krim steroid dapat “menyamarkan” tanda infeksi dan membuat infeksi (bakteri, jamur, atau virus seperti herpes) lebih sulit dikenali. Jika dokter menduga ada infeksi, dokter mungkin meresepkan obat antimikroba tambahan.
- Hindari area tertentu kecuali atas anjuran dokter: wajah, sekitar mata, lipatan (ketiak/selangkangan), area genital, atau kulit yang sangat tipis karena lebih mudah terjadi iritasi dan penipisan kulit.
- Hindari penggunaan tertutup rapat (oklusi): jangan menutup area yang dioles dengan perban/plastik rapat kecuali diminta dokter. Pada bayi/anak, area popok bisa bertindak seperti “penutup rapat” sehingga penyerapan obat meningkat.
- Kehati-hatian pada pemakaian luas atau lama: penggunaan pada area luas, kulit luka/terbuka, atau pemakaian lama meningkatkan penyerapan ke tubuh dan dapat memengaruhi hormon stres tubuh (sumbu hipotalamus–pituitari–adrenal). Ini lebih berisiko pada anak.
- Jangan menghentikan mendadak bila pemakaian lama/luas: pada penggunaan jangka panjang, penghentian mendadak dapat memicu kekambuhan (flare). Dokter mungkin menyarankan pengurangan bertahap.
- Segera cari pertolongan medis: bila muncul reaksi alergi berat, nyeri mata/penglihatan kabur, tanda infeksi berat (nanah, nyeri bertambah, demam), atau iritasi parah yang cepat memburuk.
Dosis Mometasone Furoate Krim (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: umumnya dioleskan tipis pada area kulit yang bermasalah 1 kali sehari. Terapi biasanya dihentikan saat keluhan sudah terkontrol. Bila tidak membaik dalam sekitar 2 minggu, dokter perlu menilai ulang kondisi kulit dan rencana terapi.
- Lansia (bila relevan): umumnya sama seperti dewasa, tetapi kulit lansia cenderung lebih tipis sehingga dokter sering menekankan pemakaian tipis dan durasi sesingkat mungkin.
- Anak (bila relevan): pada anak usia 2 tahun ke atas, umumnya dioleskan tipis 1 kali sehari sesuai anjuran dokter. Untuk penggunaan lebih lama (misalnya lebih dari beberapa minggu), data keamanan lebih terbatas sehingga biasanya perlu evaluasi dokter lebih ketat. Pada anak di bawah 2 tahun: data terbatas dan umumnya tidak dianjurkan kecuali dokter menilai manfaat lebih besar.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan): karena digunakan di kulit, penyesuaian dosis khusus biasanya tidak dibutuhkan. Namun, bila dipakai luas/lama atau dengan penutup rapat, konsultasikan dengan dokter karena penyerapan sistemik bisa meningkat (data spesifik terbatas).
Cara menggunakan Mometasone Furoate Krim dengan benar
- Kapan digunakan: ini obat oles (bukan diminum), jadi tidak terkait makan. Umumnya digunakan 1 kali sehari dan sebaiknya pada jam yang sama tiap hari.
- Langkah pemakaian: cuci tangan, bersihkan dan keringkan area kulit yang akan dioles, lalu oleskan lapisan tipis dan gosok lembut sampai merata. Cuci tangan kembali setelah mengoles (kecuali area yang diobati adalah tangan).
- Hindari area sensitif: jangan mengenai mata, mulut, atau membran mukosa. Bila terkena, bilas dengan air mengalir.
- Jika juga memakai pelembap atau obat oles lain: sering disarankan memberi jeda sekitar 10–15 menit antar-produk agar tidak saling “mengencerkan” atau meningkatkan iritasi. Ikuti arahan dokter/apoteker untuk urutannya.
- Jika lupa dosis: oleskan segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan pemakaian.
- Hal yang perlu dipantau: perbaikan gatal/merah, tanda iritasi (perih berlebihan), tanda infeksi (bernanah, makin nyeri/hangat), dan tanda penipisan kulit (kulit mudah memar, tampak mengilap, muncul garis-garis). Jika dipakai lama/luas, dokter bisa memantau efek sistemik terutama pada anak (misalnya pertumbuhan dan gejala terkait hormon).
Interaksi dengan obat lain
- Kortikosteroid lain (oles atau diminum): penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko efek samping, terutama bila digunakan pada area luas atau dalam waktu lama.
- Balutan tertutup rapat (oklusi), popok ketat, atau plester besar: dapat meningkatkan penyerapan obat ke dalam tubuh sehingga risiko efek samping meningkat.
- Obat oles yang bersifat iritan (misalnya retinoid/topikal vitamin A, benzoil peroksida, asam salisilat, atau eksfolian kuat): dapat meningkatkan rasa perih, kering, dan iritasi bila dipakai berdekatan pada area yang sama.
- Produk perawatan kulit beralkohol/pewangi kuat pada area yang sama: dapat memperparah iritasi dan membuat kulit makin kering.
- Obat oles penekan imun lain (misalnya takrolimus atau pimekrolimus): kadang digunakan pada kondisi tertentu, tetapi kombinasi/penjadwalannya sebaiknya diatur dokter untuk mengurangi iritasi dan risiko infeksi.
- Obat antimikroba oles (antibiotik/antijamur): mungkin diresepkan bila ada infeksi. Jangan mengandalkan krim steroid saja untuk keluhan yang diduga infeksi karena dapat menutupi gejala.
- Makanan/minuman: tidak ada interaksi makanan/minuman yang khas karena obat digunakan di kulit.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- Rasa perih/terbakar ringan, gatal, atau kemerahan sementara setelah dioles
- Kulit kering, mengelupas, atau iritasi
- Jerawat “steroid”, bintil kecil di sekitar folikel rambut (folikulitis)
- Penipisan kulit bila dipakai terlalu lama/sering, terutama di area lipatan atau wajah
- Garis peregangan (stretch marks), pembuluh darah halus tampak (telangiektasia), atau perubahan warna kulit
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat (UGD):
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir, sesak napas, ruam menyeluruh
- Tanda infeksi memburuk: nyeri bertambah, hangat, bengkak, bernanah, disertai demam
- Iritasi berat: perih hebat, melepuh, kulit terasa terbakar kuat
- Gangguan mata (terutama bila digunakan dekat mata): nyeri mata atau penglihatan kabur
- Gejala yang mengarah ke efek sistemik (jarang, biasanya pada pemakaian luas/lama/tertutup rapat): lemas tidak biasa, pusing, bengkak, kenaikan berat badan yang cepat, atau gejala lain yang mengkhawatirkan
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko biasanya meningkat bila pemakaian terlalu banyak, terlalu sering, terlalu lama, atau pada area kulit yang luas/tertutup rapat.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data pada manusia untuk mometasone furoate oles tidak selalu lengkap. Secara umum, kortikosteroid topikal dapat digunakan bila diperlukan dengan prinsip gunakan seperlunya: pilih area sekecil mungkin, durasi sesingkat mungkin, dan hindari penutupan rapat kecuali diminta dokter. Diskusikan dengan dokter bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
- Menyusui: risiko pada bayi biasanya rendah bila digunakan singkat pada area kecil. Namun, hindari mengoles pada area payudara (terutama puting/areola). Jika perlu dioles di sekitar payudara, bersihkan area tersebut sebelum menyusui. Konsultasikan dengan dokter/apoteker, terutama bila membutuhkan pemakaian luas atau jangka panjang.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas berlebih dan sinar matahari langsung.
- Jauhkan dari kelembapan tinggi (misalnya jangan disimpan terbuka di kamar mandi bila lembap).
- Tutup rapat setelah digunakan dan jangan digunakan bila berubah warna/bau/tekstur.
- Simpan jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- DailyMed (NIH): Informasi label “Mometasone Furoate cream 0.1%”
- US FDA (accessdata): Label “ELOCON (mometasone furoate) Cream 0.1%”
- MedlinePlus: “Mometasone Topical”
- National Health Service (NHS) Inggris: “How and when to use mometasone for skin”
- LactMed (NCBI Bookshelf): “Mometasone, Topical”
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI: Basis data/assessment report produk yang mengandung mometasone furoate (contoh: ELOCON krim 1 mg)
Terakhir diperbarui: 19 Januari 2026