Prednisolone Tetes Mata
Share
Prednisolone Tetes Mata: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping
Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Prednisolone tetes mata adalah obat kortikosteroid (obat “steroid”) untuk membantu meredakan peradangan pada mata yang dinilai responsif terhadap steroid, misalnya pada radang bagian depan mata, reaksi alergi tertentu, atau setelah tindakan/operasi mata sesuai penilaian dokter. Cara kerjanya menekan reaksi peradangan sehingga gejala seperti kemerahan, bengkak, dan rasa tidak nyaman dapat berkurang. Catatan penting: ini bukan antibiotik dan dapat menutupi atau memperburuk infeksi bila digunakan pada kondisi yang tidak tepat, sehingga tidak boleh dipakai sembarangan untuk “mata merah” tanpa pemeriksaan.
Fakta cepat
- Mode penamaan: Mode A (generik)
- Nama generik: prednisolone
- Ejaan alternatif (bila ada): prednisolon
- Kandungan zat aktif: prednisolone (pada produk tetes mata dapat berupa prednisolone acetate atau prednisolone sodium phosphate; pastikan pada kemasan karena bentuknya bisa berbeda)
- Kelas obat: kortikosteroid (glukokortikoid) untuk pemakaian topikal pada mata
- Manfaat utama: meredakan peradangan pada jaringan mata bagian luar/depan (misalnya konjungtiva/selaput mata, kornea/bagian bening depan mata, dan segmen anterior/bagian depan bola mata) yang dinilai responsif terhadap steroid
- Bentuk sediaan yang umum: tetes mata larutan (solution) atau suspensi (suspension); beberapa negara juga memiliki salep mata
- Bentuk dan kekuatan sediaan yang dibahas (wajib): tetes mata 0,125%–1% (misalnya 0,125%, 0,5%, atau 1% ≈ 10 mg/mL). Untuk suspensi, botol biasanya perlu dikocok sebelum dipakai.
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): bervariasi tergantung produk dan kondisi; penggunaan pada anak sebaiknya hanya atas resep dan pemantauan dokter mata (data bisa terbatas pada beberapa merek/varian)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras/obat resep; perlu evaluasi dokter, terutama bila pemakaian lebih dari beberapa hari
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Prednisolone adalah steroid yang menurunkan reaksi peradangan di mata. Obat ini membantu mengurangi pembengkakan, kemerahan, dan rasa gatal/nyeri ringan yang disebabkan oleh respons peradangan. Karena menekan respons imun setempat, prednisolone juga dapat membuat tanda-tanda infeksi menjadi “tersamarkan” dan memberi kesempatan kuman berkembang bila penyebabnya infeksi. Itulah sebabnya dokter biasanya memastikan penyebab keluhan mata terlebih dahulu dan dapat menambahkan obat antiinfeksi bila diperlukan.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap prednisolone/kortikosteroid atau bahan lain dalam produk (misalnya pengawet tertentu). Secara umum, steroid tetes mata tidak digunakan pada infeksi mata bernanah yang belum diobati, serta pada banyak infeksi virus tertentu pada kornea/konjungtiva (misalnya herpes pada kornea) dan infeksi jamur pada struktur mata.
-
Kondisi yang perlu kehati-hatian:
- Riwayat glaukoma (kerusakan saraf mata yang sering berkaitan dengan tekanan bola mata tinggi) atau tekanan bola mata tinggi: steroid dapat meningkatkan tekanan bola mata pada sebagian orang.
- Riwayat katarak (kekeruhan lensa mata): penggunaan steroid lama dapat meningkatkan risiko katarak.
- Kornea atau sklera (bagian putih mata) yang menipis, luka pada kornea, atau setelah operasi mata: steroid dapat memperlambat penyembuhan dan pada kasus tertentu meningkatkan risiko penipisan/perforasi.
- Asma atau sensitivitas sulfit (pada beberapa produk yang mengandung bahan turunan sulfit): berisiko memicu reaksi alergi pada individu rentan.
- Jangan menghentikan mendadak bila dipakai lama: pada terapi yang berlangsung lama atau dosis sering, penghentian biasanya perlu bertahap agar peradangan tidak kambuh. Ikuti rencana “tapering” dari dokter.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: nyeri mata hebat, penurunan penglihatan, silau berat, bengkak hebat pada kelopak/wajah, keluar kotoran kental/bernana, mata makin merah dan sakit, atau muncul reaksi alergi berat (biduran menyeluruh, sesak napas).
Dosis Prednisolone Tetes Mata (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Prednisolone acetate 1% (suspensi): sering digunakan 1–2 tetes pada mata yang sakit, 2–4 kali sehari. Pada 24–48 jam awal, dokter dapat meningkatkan frekuensi bila peradangan berat, lalu diturunkan bertahap sesuai respons.
- Prednisolone sodium phosphate (larutan; misalnya 0,125%–1%): pada peradangan sedang–berat, dokter dapat memulai 1–2 tetes setiap 1–2 jam, kemudian dikurangi (misalnya menjadi tiap 4 jam, lalu 3–4 kali sehari) saat kondisi membaik.
Catatan: durasi terapi bisa beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung jenis peradangan dan respons. Bila tidak ada perbaikan dalam 2–7 hari (atau keluhan memburuk), biasanya diperlukan evaluasi ulang.
- Lansia (bila relevan): umumnya dosis mirip dewasa, tetapi pemantauan efek samping (terutama tekanan bola mata) menjadi lebih penting bila terapi berlanjut.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): penggunaan pada anak harus atas resep dokter mata. Dosis dan lama pemakaian ditentukan dokter; pada beberapa varian/produk, data anak bisa terbatas. Anak juga bisa lebih sulit dipantau tekanan bola matanya, sehingga kontrol rutin penting bila terapi berlanjut.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): karena dipakai lokal di mata, umumnya tidak memerlukan penyesuaian khusus. Namun, pada pemakaian sering/berkepanjangan (terutama pada anak kecil), tetap ada kemungkinan penyerapan sistemik kecil; konsultasikan dengan dokter bila memiliki penyakit hati/ginjal berat (data spesifik terbatas).
Cara menggunakan Prednisolone Tetes Mata dengan benar
- Kapan digunakan: sesuai jadwal resep; tidak dipengaruhi makanan/minuman karena obat dipakai di mata, bukan diminum.
- Gunakan pada jam yang konsisten: bila resepnya beberapa kali sehari, usahakan di jam yang sama setiap hari agar efek stabil.
-
Langkah pemakaian (umum):
- Cuci tangan.
- Periksa label: bila bentuknya suspensi, biasanya perlu dikocok sebelum digunakan.
- Lepas lensa kontak (terutama lensa kontak lunak). Umumnya lensa boleh dipasang kembali minimal 15 menit setelah pemakaian, kecuali dokter menyarankan lain.
- Dongakkan kepala, tarik kelopak bawah hingga terbentuk “kantong”, teteskan obat tanpa menyentuhkan ujung botol ke mata/kelopak.
- Pejamkan mata perlahan 1–2 menit; bila memungkinkan, tekan lembut sudut mata dekat hidung (saluran air mata) untuk mengurangi obat mengalir ke tenggorokan dan mengurangi penyerapan ke seluruh tubuh.
- Bila perlu lebih dari 1 tetes, tunggu sekitar 5 menit sebelum meneteskan tetes berikutnya.
- Jika memakai beberapa obat tetes mata: beri jeda minimal 5–10 menit antar obat agar tidak “tercuci”. Jika ada salep mata, biasanya dipakai paling terakhir.
- Jika lupa dosis: gunakan segera saat ingat, kecuali sudah dekat jadwal dosis berikutnya. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: perbaikan gejala, munculnya nyeri/keluar kotoran/berkurangnya penglihatan, dan bila terapi berlanjut dokter dapat memantau tekanan bola mata serta tanda infeksi. Jangan menyetir atau mengoperasikan mesin bila penglihatan masih buram setelah penetesan.
Interaksi dengan obat lain
- Obat tetes mata lain: penggunaan berdekatan tanpa jeda dapat mengurangi efektivitas karena obat saling “mencuci”. Beri jeda 5–10 menit.
- Salep mata: bila digunakan bersamaan, salep dapat menghambat penyerapan tetes mata. Biasanya salep digunakan terakhir.
- Obat antiinflamasi nonsteroid tetes mata (misalnya ketorolac, diklofenak, bromfenak, nepafenak): kombinasi dengan steroid pada kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko iritasi atau gangguan penyembuhan permukaan mata pada sebagian pasien; perlu pengawasan dokter.
- Obat steroid lain (tetes mata steroid lain atau steroid minum/suntik): dapat meningkatkan risiko efek steroid (misalnya tekanan bola mata naik, infeksi lebih mudah) terutama bila digunakan lama.
- Obat tertentu yang dapat meningkatkan efek steroid (misalnya beberapa obat untuk HIV seperti ritonavir atau cobicistat): pada pemakaian steroid berulang/berkepanjangan, dokter mungkin perlu memantau lebih ketat karena potensi efek sistemik, walau risiko dari tetes mata biasanya lebih kecil.
- Lensa kontak lunak dan produk perawatan lensa: beberapa tetes mata mengandung benzalkonium klorida yang dapat diserap lensa kontak lunak dan mengiritasi mata atau mengubah warna lensa; lepaskan lensa sebelum meneteskan obat.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Rasa perih/terbakar singkat setelah diteteskan, rasa mengganjal, iritasi ringan.
- Penglihatan buram sementara.
- Mata merah atau gatal ringan.
- Sakit kepala atau rasa tidak enak di mulut (kadang terjadi karena obat mengalir ke tenggorokan).
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Penglihatan menurun, buram menetap, melihat “halo” di sekitar lampu, atau nyeri mata yang makin berat (bisa terkait tekanan bola mata meningkat atau masalah pada kornea).
- Keluar kotoran kental/bernana, mata makin merah dan bengkak, atau muncul luka/nyeri tajam pada kornea (curiga infeksi atau ulkus/borok pada permukaan mata).
- Gejala glaukoma atau katarak yang memburuk pada pemakaian lama (biasanya dinilai lewat pemeriksaan dokter).
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/kelopak, gatal hebat menyeluruh, sesak napas.
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko efek serius biasanya meningkat bila digunakan terlalu sering, terlalu lama, atau tanpa pemantauan dokter.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data pada manusia untuk pemakaian tetes mata terbatas. Karena tetap ada kemungkinan penyerapan obat dalam jumlah kecil, penggunaan pada ibu hamil umumnya dipertimbangkan bila manfaat lebih besar daripada risikonya. Diskusikan dengan dokter, dan gunakan dosis serendah serta durasi sesingkat yang efektif.
- Menyusui: data khusus untuk tetes mata terbatas, tetapi penyerapan sistemik dari pemakaian di mata umumnya kecil. Konsultasikan dengan dokter/apoteker, terutama bila pemakaian sering atau jangka panjang. Menekan sudut mata dekat hidung 1–2 menit setelah meneteskan obat dapat membantu mengurangi obat masuk ke aliran darah.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan. Jangan dibekukan.
- Tutup rapat setelah dipakai; hindari menyentuhkan ujung botol ke mata/permukaan lain untuk mencegah kontaminasi.
- Simpan di tempat aman, jauh dari jangkauan anak.
- Catat tanggal pertama dibuka. Banyak obat tetes mata dianjurkan tidak digunakan lebih dari sekitar 28 hari setelah dibuka, kecuali kemasan menyatakan lain.
Referensi dan terakhir diperbarui
- DailyMed (National Library of Medicine): informasi label prednisolone acetate tetes mata suspensi 1%.
- DailyMed (National Library of Medicine): informasi label prednisolone sodium phosphate tetes mata larutan (berbagai kekuatan, termasuk 1%).
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine): Prednisolone Ophthalmic (informasi obat untuk pasien).
- Mayo Clinic: Prednisolone (ophthalmic route) (ringkasan penggunaan, peringatan, dan penyimpanan).
- electronic Medicines Compendium (eMC), Inggris: leaflet pasien Prednisolone Sodium Phosphate 0,5% tetes mata/ear drops (PIL).
- LactMed (NCBI Bookshelf): Prednisolone (ringkasan menyusui dan paparan lewat ASI).
Terakhir diperbarui: 20 Januari 2026