Super Tetra Kapsul

Super Tetra Kapsul: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Super Tetra Kapsul adalah nama merek dagang untuk tetracycline hydrochloride (tetrasiklin HCl), yaitu antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri yang peka terhadap tetrasiklin. Pada halaman ini dibahas varian yang umum ditemui: kapsul lunak 250 mg. Cara kerjanya sederhana: obat ini menghambat bakteri membuat “protein” yang dibutuhkan untuk tumbuh, sehingga bakteri berhenti berkembang. Catatan yang sering disalahpahami: antibiotik seperti ini tidak bermanfaat untuk flu/pilek (infeksi virus) dan penggunaannya harus sesuai durasi resep agar tidak memicu kekambuhan dan resistensi antibiotik (kuman menjadi “kebal”).

Fakta cepat

  • Nama generik: tetracycline hydrochloride (tetrasiklin HCl)
  • Nama merek dagang: Super Tetra Kapsul
  • Kandungan zat aktif: tetracycline hydrochloride 250 mg per kapsul (pada varian yang dibahas). Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
  • Kelas obat: antibiotik golongan tetrasiklin
  • Manfaat utama: membantu mengobati infeksi bakteri tertentu (sesuai pertimbangan dokter dan kondisi pasien)
  • Bentuk sediaan yang umum: kapsul (pada produk ini sering berupa kapsul lunak); kekuatan yang dibahas: 250 mg
  • Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya tidak dianjurkan untuk anak < 8 tahun; pada anak ≥ 8 tahun hanya atas resep dokter (dosis berbasis berat badan)
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter (obat keras); tidak untuk swamedikasi
  • Mode penamaan: Mode B (merek dagang)
  • Nomor izin edar (bila tercantum di kemasan): periksa pada kemasan/strip; beberapa sumber mencantumkan NIE seperti DKL8304501502A1 untuk varian tertentu

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Tetracycline bekerja dengan menempel pada “mesin” pembuat protein di dalam bakteri, sehingga bakteri sulit membuat protein penting untuk pertumbuhan dan perbanyakan. Akibatnya, jumlah bakteri menurun karena pertumbuhannya terhambat, dan sistem imun tubuh lebih mudah mengendalikan infeksi. Karena mekanismenya menarget bakteri, obat ini tidak efektif untuk infeksi virus seperti influenza (flu). Pemakaian antibiotik yang tidak tepat (misalnya untuk keluhan yang bukan infeksi bakteri) dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah mengalami reaksi alergi terhadap tetrasiklin (misalnya tetracycline, doxycycline, minocycline) atau bahan lain dalam kapsul.
  • Anak < 8 tahun: umumnya dihindari karena dapat menyebabkan perubahan warna gigi permanen dan memengaruhi pertumbuhan tulang.
  • Kehamilan: umumnya dihindari karena dapat membahayakan janin (terutama terkait gigi/tulang). Dokter akan menilai manfaat vs risiko.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: gangguan ginjal, gangguan hati, riwayat lupus (penyakit autoimun), myasthenia gravis (kelemahan otot akibat gangguan saraf-otot), atau masalah kerongkongan/maag berat (risiko iritasi/“luka” pada kerongkongan).
  • Jangan menghentikan sendiri: jangan berhenti lebih cepat dari yang diresepkan walau sudah merasa membaik, kecuali dokter menyarankan. Menghentikan terlalu dini bisa membuat infeksi kambuh dan meningkatkan risiko resistensi.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis:
    • tanda alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/lidah, gatal-bentol menyeluruh, sulit menelan
    • sakit kepala hebat menetap, penglihatan kabur/dobel, atau penurunan penglihatan
    • diare berat, terutama bila berair banyak atau berdarah, disertai kram perut/demam
    • nyeri dada, sulit menelan, atau nyeri hebat di dada setelah minum obat (bisa tanda iritasi kerongkongan)
    • kulit/mata menguning, urin gelap, lemas berat (kemungkinan gangguan hati)

Dosis Super Tetra Kapsul (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: pada banyak infeksi, dosis yang sering digunakan adalah 250 mg tiap 6 jam (setara 1 kapsul 250 mg, 4 kali sehari). Pada infeksi yang lebih berat, dokter dapat meresepkan dosis lebih tinggi, misalnya 500 mg tiap 6 jam (2 kapsul 250 mg, 4 kali sehari). Durasi terapi ditentukan dokter sesuai jenis infeksi.
  • Lansia (bila relevan): umumnya mirip dewasa, tetapi dokter dapat menyesuaikan bila fungsi ginjal/hati menurun atau bila ada penyakit penyerta dan obat lain yang digunakan.
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): umumnya tidak digunakan pada anak < 8 tahun. Pada anak ≥ 8 tahun, dosis yang lazim pada beberapa rujukan adalah 25–50 mg per kg berat badan per hari dibagi dalam beberapa dosis (seringnya 4 kali sehari). Karena bentuk sediaan 250 mg, dokter akan menentukan kecocokan dosis dan bentuk obat yang paling aman. Untuk anak, penggunaan harus benar-benar atas arahan dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan ginjal, dokter dapat menurunkan dosis atau memperpanjang jarak antar dosis untuk mencegah penumpukan obat. Pada gangguan hati, diperlukan kehati-hatian. Jangan melakukan penyesuaian sendiri; diskusikan dengan dokter/apoteker.

Cara menggunakan Super Tetra Kapsul dengan benar

  • Kapan diminum (dengan atau tanpa makanan): umumnya diminum saat perut kosong (sekitar 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) agar penyerapannya optimal. Telan kapsul utuh dengan segelas air putih.
  • Posisi tubuh: setelah minum, usahakan tetap duduk/berdiri dan hindari langsung berbaring setidaknya 10–30 menit untuk mengurangi risiko iritasi kerongkongan.
  • Frekuensi dan jam yang sama: minum sesuai jadwal yang diresepkan (misalnya tiap 6 jam atau sesuai instruksi dokter). Bila memungkinkan, gunakan jam yang konsisten setiap hari.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perbaikan keluhan infeksi sesuai target terapi, keluhan lambung, reaksi kulit saat terpapar matahari (lebih mudah “sunburn”), serta tanda alergi. Bila terapi berlangsung lama, dokter dapat memantau kondisi tertentu seperti fungsi hati/ginjal sesuai kebutuhan.

Interaksi dengan obat lain

  • Antasida (mengandung aluminium, kalsium, atau magnesium), serta suplemen mineral (zat besi/iron, zinc/seng, kalsium, magnesium) dan multivitamin mineral dapat menghambat penyerapan tetracycline. Beri jarak beberapa jam (ikuti arahan dokter/apoteker).
  • Makanan/minuman tinggi kalsium termasuk susu dan produk olahannya (yoghurt, keju) dapat menurunkan penyerapan. Hindari konsumsi berdekatan dengan waktu minum obat.
  • Retinoid sistemik untuk jerawat (misalnya isotretinoin) dapat meningkatkan risiko tekanan di dalam kepala meningkat (gejala: sakit kepala hebat, mual, penglihatan kabur). Kombinasi biasanya dihindari.
  • Kontrasepsi hormonal (pil, patch, cincin, suntik) dapat menjadi kurang efektif. Diskusikan kebutuhan metode tambahan (misalnya kondom) selama penggunaan antibiotik.
  • Antikoagulan (obat pengencer darah, misalnya warfarin) dapat berinteraksi dan meningkatkan risiko perdarahan; dokter mungkin perlu pemantauan lebih ketat.
  • Methoxyflurane (obat anestesi tertentu, kini jarang dipakai) dilaporkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal berat bila digunakan bersamaan dengan tetrasiklin. Selalu beri tahu dokter/dokter gigi jika akan tindakan dengan anestesi.
  • Beberapa antibiotik lain (misalnya penisilin tertentu) dapat saling memengaruhi efektivitas; kombinasi hanya bila dokter menilai perlu.
  • Rifampicin dan beberapa obat antikejang (misalnya phenytoin, carbamazepine) dapat menurunkan kadar tetracycline sehingga efeknya berkurang.
  • Vaksin hidup oral (misalnya vaksin tifoid oral atau kolera oral) dapat menjadi kurang efektif bila diberikan berdekatan dengan penggunaan antibiotik. Konsultasikan jadwal vaksin dengan tenaga kesehatan.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang).
    • mual, muntah, diare, nyeri/perih lambung
    • iritasi tenggorokan atau rasa tidak nyaman saat menelan
    • lidah menghitam atau tampak “berbulu”
    • gatal pada area dubur atau vagina (kadang terkait infeksi jamur karena perubahan flora)
    • kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari
    • ruam ringan
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat.
    • reaksi alergi berat: sesak, bengkak di wajah/bibir/lidah, biduran menyeluruh, sulit menelan
    • sakit kepala hebat menetap, penglihatan kabur/dobel, penurunan penglihatan
    • diare berat/berair banyak atau berdarah, kram perut hebat, demam (bahkan bisa muncul setelah antibiotik dihentikan)
    • nyeri dada, nyeri hebat saat menelan, atau rasa “terbakar” di dada setelah minum obat
    • memar/perdarahan tidak biasa, demam tinggi, lemas berat
    • tanda gangguan hati: mata/ kulit menguning, urin gelap

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila Anda merasakan keluhan yang mengganggu atau tidak biasa selama pemakaian, hubungi dokter atau apoteker.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: tetracycline umumnya dihindari pada kehamilan karena dapat berdampak pada perkembangan gigi dan tulang janin. Pada beberapa sumber, tetrasiklin sering dikaitkan dengan kategori risiko tinggi pada kehamilan. Diskusikan selalu dengan dokter bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
  • Menyusui: tetracycline dapat masuk ke ASI. Pada sebagian rujukan, pemakaian jangka pendek dinilai berisiko rendah, tetapi pemakaian jangka panjang (misalnya untuk jerawat) umumnya tidak dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter; bila digunakan, pantau bayi untuk diare, ruam, atau sariawan (infeksi jamur di mulut).

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, terhindar dari panas dan cahaya langsung, serta jauh dari kelembapan (hindari menyimpan di kamar mandi).
  • Simpan dalam kemasan aslinya dan rapatkan kembali setelah dibuka.
  • Jauhkan dari jangkauan anak.
  • Jangan gunakan bila sudah kedaluwarsa atau bila bentuk/warna/baunya berubah.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) – Informasi obat tetracycline
  • DailyMed (U.S. National Library of Medicine/FDA labeling) – Label tetracycline hydrochloride (kapsul)
  • LactMed (NCBI Bookshelf) – Tetracycline dan menyusui
  • NHS Specialist Pharmacy Service – Penggunaan antibiotik golongan tetrasiklin saat menyusui
  • Informasi produk/kemasan Super Tetra (tetracycline HCl 250 mg kapsul) dari sumber layanan kesehatan Indonesia dan/atau leaflet/kemasan resmi
  • Badan POM RI – Cek BPOM untuk verifikasi nomor izin edar pada kemasan

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar