Tremenza Tablet

Tremenza Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Tremenza Tablet adalah nama merek dagang untuk kombinasi pseudoephedrine hidroklorida 60 mg + triprolidine hidroklorida 2,5 mg dalam bentuk tablet. Obat ini digunakan untuk meredakan gejala flu/pilek dan rhinitis alergi (radang pada hidung karena alergi), seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan pilek. Pseudoefedrin membantu melegakan hidung tersumbat, sedangkan triprolidine membantu mengurangi gejala alergi. Catatan penting: obat ini meringankan gejala sementara (bukan “menyembuhkan penyebab flu”), dan merek yang sama bisa memiliki bentuk lain (misalnya sirup) dengan kekuatan berbeda cek kandungan pada kemasan.

Fakta cepat

  • Nama generik: pseudoephedrine HCl + triprolidine HCl
  • Nama merek dagang: Tremenza Tablet
  • Kandungan zat aktif: pseudoephedrine HCl 60 mg + triprolidine HCl 2,5 mg per tablet
  • Kelas obat: kombinasi dekongestan (pereda sumbatan hidung) + antihistamin generasi pertama (peredam reaksi alergi)
  • Manfaat utama: meredakan hidung tersumbat, pilek, bersin-bersin, mata berair, dan rasa gatal pada hidung/tenggorokan akibat flu/pilek atau alergi
  • Bentuk sediaan yang umum: tablet (merek Tremenza juga dapat tersedia dalam sediaan lain seperti sirup dengan dosis berbeda)
  • Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya digunakan pada anak usia sekolah (misalnya 6–12 tahun) dengan dosis lebih rendah; untuk usia lebih kecil, penggunaan tablet sering tidak dianjurkan konsultasikan dokter
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras/obat resep; gunakan hanya sesuai resep
  • Ejaan alternatif (bila ada): “Tremenza tab”, “Tremenza 10 tablet” (penamaan bisa berbeda di apotek)

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Pseudoefedrin bekerja dengan menyempitkan pembuluh darah di lapisan hidung sehingga pembengkakan berkurang dan napas terasa lebih lega. Triprolidine membantu menghambat efek histamin, yaitu zat yang berperan pada reaksi alergi (misalnya bersin, hidung berair, dan mata berair). Karena mengandung antihistamin generasi pertama, obat ini dapat menyebabkan kantuk pada sebagian orang. Efeknya berfokus pada meredakan gejala, bukan mengatasi penyebab infeksi atau alergi jangka panjang.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap pseudoefedrin, triprolidine, atau komponen obat ini.
  • Jangan digunakan bersamaan dengan penghambat monoamin oksidase (MAOI) (misalnya beberapa obat antidepresan tertentu) atau bila baru memakai MAOI dalam 14 hari terakhir, karena dapat memicu kenaikan tekanan darah yang berbahaya.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung/irama jantung tidak teratur, diabetes, gangguan tiroid, glaukoma (tekanan bola mata tinggi), pembesaran prostat/sulit berkemih, gangguan ginjal atau hati, serta asma atau gangguan saluran napas bagian bawah. Beri tahu dokter bila Anda memiliki kondisi-kondisi ini.
  • Dapat menyebabkan kantuk/pusing: hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda tahu efeknya pada tubuh Anda.
  • Hindari alkohol karena dapat memperberat kantuk dan efek samping lain.
  • Jangan digabung sembarangan dengan obat flu/alergi lain yang juga mengandung dekongestan atau antihistamin (risiko “dobel kandungan” dan overdosis).
  • Segera cari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi (bengkak pada wajah/bibir, sesak napas, biduran), nyeri dada, berdebar hebat, pingsan, sakit kepala berat dengan tekanan darah tinggi, kebingungan/halusinasi, kejang, atau sulit buang air kecil.

Dosis Tremenza Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya 1 tablet diminum 3–4 kali sehari. Jangan melebihi anjuran dokter.
  • Lansia (bila relevan): sering kali lebih sensitif terhadap efek samping (misalnya pusing, kantuk, jantung berdebar, tekanan darah naik). Dokter dapat mempertimbangkan dosis/frekuensi yang lebih rendah. Ikuti resep dokter.
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas):
    • Usia >12 tahun: sering mengikuti dosis dewasa (sesuai resep dokter).
    • Usia 6–12 tahun: umumnya 1/2 tablet 3–4 kali sehari (sesuai penilaian dokter).
    • Usia <6 tahun: penggunaan tablet umumnya tidak dianjurkan; data terbatas dan perlu arahan dokter (sering dipertimbangkan sediaan lain dengan dosis sesuai usia).
    • Usia <2 tahun: umumnya tidak dianjurkan kecuali atas instruksi dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): data terbatas untuk penyesuaian spesifik pada sediaan kombinasi. Karena pseudoefedrin terutama dibuang melalui ginjal, pasien dengan gangguan ginjal berat dapat berisiko mengalami penumpukan obat gunakan hanya atas anjuran dokter.

Cara menggunakan Tremenza Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: banyak produk menganjurkan diminum sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung. Telan dengan air putih.
  • Frekuensi: sesuai resep (sering 3–4 kali sehari). Usahakan diminum pada jam yang relatif sama tiap hari selama diperlukan.
  • Bila lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: rasa kantuk/pusing, jantung berdebar, sulit tidur, dan bila Anda memiliki riwayat hipertensi pantau tekanan darah. Bila keluhan tidak membaik dalam beberapa hari, disertai demam tinggi, nyeri dada, sesak, atau gejala memburuk, hubungi dokter.

Interaksi dengan obat lain

  • Penghambat monoamin oksidase (MAOI): dapat memicu krisis hipertensi (kenaikan tekanan darah berbahaya). Jangan digunakan bersamaan atau dalam 14 hari setelah MAOI.
  • Obat yang menimbulkan kantuk (misalnya obat tidur, obat penenang untuk cemas, sebagian obat kejang, opioid, pelemas otot): dapat memperberat kantuk, pusing, dan menurunkan kewaspadaan.
  • Obat hipertensi tertentu: pseudoefedrin dapat mengurangi efek sebagian obat penurun tekanan darah dan dapat menaikkan tekanan darah pada sebagian orang.
  • Obat flu/alergi lain yang mengandung dekongestan atau antihistamin: meningkatkan risiko efek samping karena “dobel kandungan”.
  • Obat yang bersifat antikolinergik (misalnya beberapa antidepresan/obat saraf tertentu, obat Parkinson, obat kandung kemih tertentu): dapat memperberat mulut kering, konstipasi (sembelit), dan sulit berkemih.
  • Stimulansia (misalnya minuman berkafein tinggi, suplemen “energi”, atau obat tertentu yang merangsang): dapat memperberat gelisah, berdebar, atau sulit tidur.
  • Alkohol: meningkatkan risiko kantuk dan gangguan koordinasi.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):

  • Mulut, hidung, atau tenggorokan terasa kering
  • Mengantuk, pusing, atau lemas
  • Sulit tidur, gelisah, atau gemetar
  • Penglihatan kabur
  • Sembelit atau rasa tidak nyaman di perut
  • Jantung berdebar

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat

  • Reaksi alergi berat: biduran menyeluruh, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, sesak napas
  • Nyeri dada, napas terasa berat, atau detak jantung tidak teratur
  • Sakit kepala hebat, pusing berat, atau tanda tekanan darah sangat tinggi
  • Kebingungan berat, halusinasi, kejang
  • Sulit buang air kecil atau nyeri saat berkemih

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila Anda merasa efek samping mengganggu atau tidak biasa, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: data keamanan pada manusia terbatas untuk kombinasi ini. Gunakan hanya bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Hindari penggunaan tanpa anjuran tenaga kesehatan, terutama pada awal kehamilan.
  • Menyusui: pseudoefedrin dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil dan pada sebagian ibu dapat menurunkan produksi ASI, terutama bila menyusui masih belum stabil. Triprolidine pada dosis kecil sesekali umumnya tidak diharapkan menimbulkan masalah, tetapi dosis besar atau pemakaian lama (apalagi bersama pseudoefedrin) dapat memengaruhi bayi atau menurunkan ASI. Konsultasikan dengan dokter/apoteker untuk pilihan yang lebih aman selama menyusui.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang (umumnya di bawah 30°C), di tempat kering.
  • Jauhkan dari panas, cahaya matahari langsung, dan kelembapan (misalnya kamar mandi).
  • Simpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • KlikDokter – “Tremenza: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping” (informasi sediaan tablet dan aturan pakai).
  • Alodokter (AloShop) – “Tremenza 10 Tablet” (komposisi, dosis umum, aturan pakai, kontraindikasi).
  • Drugs.com – “Pseudoephedrine and triprolidine: Uses, Side Effects & Warnings” (peringatan, efek samping, interaksi umum).
  • NCBI LactMed – “Pseudoephedrine” (informasi menyusui dan dampak pada produksi ASI).
  • NCBI LactMed – “Triprolidine” (informasi menyusui).
  • Badan POM RI – “Cek Produk BPOM” (untuk pengecekan nomor izin edar melalui cekbpom.pom.go.id).

Terakhir diperbarui: 21 Januari 2026

Kembali ke blog

Tulis komentar