Urotractin Kapsul
Share
Urotractin Kapsul: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Urotractin adalah nama merek dagang untuk asam pipemidat (pipemidic acid), yaitu antibiotik golongan kuinolon yang umumnya digunakan untuk membantu mengatasi infeksi saluran kemih (ISK) akibat bakteri yang peka. Obat ini bekerja dengan menghambat proses penting pada bakteri sehingga bakteri sulit berkembang dan akhirnya mati. Catatan penting yang sering disalahpahami: antibiotik tidak membantu infeksi karena virus, dan pengobatan biasanya perlu dihabiskan sesuai durasi yang dokter tentukan meski keluhan sudah membaik. Halaman ini membahas Urotractin kapsul 400 mg; pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: Asam pipemidat (pipemidic acid)
- Nama merek dagang: Urotractin
- Kandungan zat aktif: Asam pipemidat 400 mg per kapsul
- Kelas obat: Antibiotik kuinolon
- Manfaat utama: Mengobati infeksi saluran kemih yang disebabkan bakteri yang peka (berdasarkan penilaian dokter)
- Bentuk sediaan yang umum: Kapsul (pada produk yang dibahas: 400 mg)
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): Umumnya tidak dianjurkan pada anak, terutama di bawah 14 tahun karena risiko gangguan pada sendi/tulang rawan yang masih tumbuh; penggunaan pada anak memerlukan penilaian dokter (data terbatas untuk penggunaan rutin)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): Perlu resep dokter (obat keras). Jangan digunakan tanpa evaluasi tenaga kesehatan.
- Catatan tambahan (praktis): Jika dokter menyarankan, biasanya diminum teratur (misalnya tiap 12 jam) dan perlu kehati-hatian terhadap paparan sinar matahari karena bisa membuat kulit lebih sensitif.
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Asam pipemidat adalah antibiotik yang mengganggu “mesin penggandaan materi genetik” bakteri. Secara sederhana, obat ini menghambat enzim yang dibutuhkan bakteri untuk menyalin dan memperbaiki deoksiribonukleat (DNA). Tanpa proses tersebut, bakteri tidak bisa berkembang biak dengan baik dan dapat mati. Pada infeksi saluran kemih, obat ini dapat mencapai kadar yang lebih tinggi di saluran kemih sehingga sering dipilih dokter untuk kasus tertentu.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi penting: Jangan gunakan bila pernah mengalami alergi terhadap asam pipemidat atau antibiotik kuinolon sejenis.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat gangguan ginjal, gangguan hati (termasuk sirosis), epilepsi (kejang), atau porfiria (kelainan metabolisme tertentu). Pada kondisi tertentu, obat ini dapat dihindari atau memerlukan pemantauan ketat.
- Anak dan remaja: Umumnya tidak dianjurkan pada anak/usia pertumbuhan (sering disebut di bawah 14 tahun) karena risiko gangguan pada sendi/tulang rawan.
- Fotosensitivitas (peka terhadap matahari): Antibiotik kuinolon dapat membuat kulit lebih mudah “terbakar” matahari. Gunakan pelindung (pakaian tertutup, tabir surya) dan hindari paparan sinar matahari berlebihan bila dokter menyarankan obat ini.
- Jangan menghentikan mendadak tanpa arahan: Untuk antibiotik, “menghentikan lebih cepat” dari anjuran dokter dapat membuat infeksi kambuh dan meningkatkan risiko kekebalan bakteri.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: Bila muncul sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam hebat, lepuh pada kulit, pingsan, kejang, nyeri hebat pada tendon (misalnya tumit), atau diare berat berair/berdarah.
Dosis Urotractin Kapsul (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: Pada ISK, dosis yang sering digunakan adalah 1 kapsul (400 mg) 2 kali sehari (misalnya tiap 12 jam). Lama terapi bervariasi, sering sekitar 7–10 hari, dan pada kondisi tertentu dapat lebih lama sesuai evaluasi dokter.
- Lansia (bila relevan): Umumnya mengikuti dosis dewasa, namun dokter dapat menyesuaikan berdasarkan fungsi ginjal dan toleransi obat. Lansia bisa lebih mudah mengalami pusing/keluhan keseimbangan.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): Data terbatas untuk penggunaan rutin. Umumnya tidak dianjurkan pada anak/usia pertumbuhan kecuali dokter menilai manfaat lebih besar daripada risikonya.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): Pada gangguan ginjal/hati, penggunaan dapat memerlukan kehati-hatian dan pemantauan. Penyesuaian dosis bergantung tingkat keparahan; ikuti keputusan dokter (data penyesuaian spesifik pada kemasan/varian bisa terbatas).
Cara menggunakan Urotractin Kapsul dengan benar
- Kapan diminum: Dapat diminum sebelum atau sesudah makan, namun banyak dokter menganjurkan sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung.
- Frekuensi dan jam yang sama: Minum sesuai jadwal, misalnya pagi–malam dengan jarak waktu yang relatif tetap (contoh: tiap 12 jam) agar kadar obat stabil.
- Jika lupa dosis: Minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Cara minum: Telan kapsul utuh dengan air putih. Jangan membuka/mengunyah kecuali dokter atau apoteker menyarankan lain.
- Hal yang perlu dipantau: Perhatikan apakah keluhan ISK membaik dalam beberapa hari. Bila keluhan tidak membaik, berulang, disertai demam/nyeri pinggang, atau muncul efek samping berat, hubungi dokter. Pada sebagian orang, dokter bisa memantau fungsi ginjal/hati bila terapi lebih lama atau ada penyakit penyerta.
Interaksi dengan obat lain
- Teofilin (theophylline): Dapat meningkatkan kadar/efek teofilin sehingga risiko efek samping (misalnya jantung berdebar, mual-muntah berat, hingga kejang) meningkat.
- Clozapine: Dapat meningkatkan risiko efek samping clozapine; pemantauan ketat mungkin diperlukan.
- Obat pengencer darah (misalnya warfarin/acenocoumarol): Beberapa antibiotik dapat memengaruhi efek antikoagulan sehingga risiko perdarahan bisa meningkat; dokter mungkin perlu memantau nilai pembekuan darah (misalnya INR).
- Antasida atau suplemen mineral (mengandung magnesium/aluminium/kalsium), zat besi, seng, serta multivitamin tertentu: Dapat mengurangi penyerapan antibiotik kuinolon. Umumnya disarankan memberi jarak beberapa jam antara konsumsi antibiotik dan produk tersebut (ikuti arahan dokter/apoteker).
- Obat antiinflamasi non-steroid (misalnya ibuprofen, diclofenac, dan sejenisnya): Pada beberapa kuinolon, kombinasi dapat meningkatkan risiko efek pada sistem saraf (misalnya gelisah, pusing, hingga kejang) terutama pada orang yang rentan.
- Kafein (kopi/teh/energy drink): Pada sebagian antibiotik kuinolon, kafein dapat bertahan lebih lama di tubuh sehingga Anda bisa lebih mudah berdebar, sulit tidur, atau gelisah; pertimbangkan membatasi asupan kafein selama terapi.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- Mual, tidak nyaman di perut, nyeri lambung
- Muntah
- Diare
- Pusing atau rasa berputar (vertigo), terutama pada lansia
- Reaksi kulit ringan (ruam/biduran) atau kulit lebih sensitif terhadap matahari
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
- Reaksi alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam menyeluruh yang cepat memburuk
- Reaksi kulit berat: lepuh, luka di mulut/mata, kulit mengelupas
- Diare berat, berair, atau berdarah (terutama bila disertai demam/nyeri perut hebat)
- Nyeri, bengkak, atau kaku pada tendon (misalnya tumit) yang muncul mendadak
- Kejang, pingsan, kebingungan berat, atau gangguan keseimbangan berat
- Tanda gangguan hati: kulit/mata menguning, urin gelap, nyeri perut kanan atas
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Banyak orang dapat menggunakan antibiotik sesuai resep tanpa masalah berarti, tetapi tetap penting mengenali tanda bahaya.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: Data keamanan asam pipemidat pada kehamilan terbatas. Antibiotik kuinolon umumnya dihindari pada kehamilan kecuali dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Diskusikan dengan dokter bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
- Menyusui: Informasi mengenai penggunaan saat menyusui dapat bervariasi antar sumber dan negara. Secara prinsip, konsultasikan pada dokter/apoteker. Kehati-hatian khusus diperlukan bila bayi prematur atau memiliki kondisi tertentu seperti defisiensi G6PD (kekurangan enzim yang dapat meningkatkan risiko pecahnya sel darah merah pada paparan obat tertentu).
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang (tidak panas), di tempat kering, dan terlindung dari cahaya matahari langsung.
- Hindari menyimpan di tempat lembap (misalnya kamar mandi).
- Simpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Alodokter – Informasi obat: Urotractin (asam pipemidat 400 mg)
- Alodokter – Monografi zat aktif: Asam pipemidat
- DrugBank – Pipemidic acid (informasi kelas obat, mekanisme, dan interaksi)
- PubChem – Pipemidic Acid (data ringkas senyawa dan kegunaan)
- RCP/SmPC Pipram Fort (pipemidic acid) – ringkasan peringatan kehamilan/menyusui dan efek samping (dokumen informasi produk internasional)
- BPOM – Portal Cek BPOM (untuk verifikasi nomor registrasi/izin edar pada kemasan produk di Indonesia)
Terakhir diperbarui: 22 Januari 2026