Betamysan Krim: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping
Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Betamysan Krim adalah nama merek dagang untuk krim kombinasi betametason (sebagai betametason valerat) dan neomisin sulfat. Krim ini umumnya diresepkan untuk membantu meredakan peradangan (misalnya kemerahan dan gatal) pada masalah kulit tertentu ketika ada infeksi bakteri atau dicurigai berisiko infeksi. Betametason membantu menekan reaksi radang, sedangkan neomisin adalah antibiotik untuk bakteri tertentu.
Catatan penting: krim ini bukan untuk semua jenis gatal/ruam bila keluhan disebabkan jamur atau virus, penggunaan krim steroid dapat memperburuk atau “menutupi” gejalanya. Karena merek bisa memiliki varian, pastikan kandungan pada kemasan (zat aktif dan kekuatan) sebelum memakai.
Fakta cepat
- Nama generik: betametason (sebagai betametason valerat/betamethasone valerate) + neomisin sulfat (neomycin sulfate)
- Nama merek dagang: Betamysan Krim
- Kandungan zat aktif: betametason 1 mg per gram (sebagai betametason valerat) + neomisin sulfat 5 mg per gram
- Kelas obat: kortikosteroid topikal (anti-radang) + antibiotik topikal (aminoglikosida)
- Manfaat utama: membantu meredakan kemerahan/gatal/radang pada dermatosis (kelainan kulit) tertentu yang disertai atau dicurigai ada infeksi bakteri sekunder
- Bentuk sediaan yang umum: krim untuk pemakaian di kulit (topikal)
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): umumnya tidak digunakan untuk anak usia < 2 tahun; pada anak yang lebih besar penggunaan harus singkat dan sesuai arahan dokter (data spesifik bisa terbatas tergantung kondisi)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter (termasuk obat keras)
- Catatan tambahan: kombinasi “steroid + antibiotik” umumnya dipakai jangka pendek bila ada infeksi bakteri pada kulit atau risiko infeksi, bukan untuk pemakaian rutin jangka panjang.
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Betametason adalah obat golongan kortikosteroid yang membantu menekan reaksi peradangan di kulit, sehingga keluhan seperti kemerahan, bengkak, dan gatal dapat berkurang. Neomisin adalah antibiotik yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu di kulit.
Karena salah satu komponennya adalah steroid, krim ini dapat membuat tanda peradangan cepat mereda namun itu juga bisa membuat infeksi tertentu (terutama jamur/virus) tampak “seolah membaik” padahal sebenarnya belum tertangani. Itulah sebabnya pemilihan indikasi dan lama pemakaian sebaiknya mengikuti arahan dokter.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila memiliki riwayat alergi terhadap betametason, neomisin, antibiotik golongan aminoglikosida, atau bahan lain dalam krim.
- Anak kecil: umumnya tidak dianjurkan pada anak < 2 tahun kecuali dokter menilai perlu.
- Jangan digunakan untuk kondisi tertentu tanpa arahan dokter, misalnya: jerawat, rosacea (kemerahan kronis di wajah), ruam di sekitar mulut (dermatitis perioral), serta infeksi kulit akibat virus (misalnya herpes/cacar air) atau jamur (misalnya kurap/kutu air). Steroid dapat memperburuk atau menutupi gejalanya.
- Hati-hati bila: memiliki psoriasis (dokter mungkin perlu memantau lebih sering), kulit sangat sensitif/menipis, sedang ada luka terbuka luas, atau memiliki gangguan ginjal (pemakaian luas/berulang meningkatkan risiko efek sistemik neomisin).
- Hindari pemakaian di area tertentu (kecuali dokter menganjurkan): wajah, lipatan (ketiak/selangkangan), area kelamin, dan dekat mata. Kulit di area ini lebih mudah menipis dan iritasi.
- Jangan menutup rapat (oklusi) area yang dioles (misalnya dengan perban/plester kedap udara atau di bawah popok) kecuali atas instruksi dokter, karena dapat meningkatkan penyerapan obat.
- Jangan digunakan pada area luas atau jangka panjang kecuali diarahkan dokter. Pemakaian lama/berulang dapat meningkatkan risiko penipisan kulit dan efek steroid sistemik.
- Jangan menghentikan mendadak bila dipakai rutin lama: jika Anda memakai secara teratur dalam waktu lama, penghentian biasanya perlu bertahap sesuai arahan dokter untuk mengurangi risiko “kambuh mendadak” atau reaksi putus steroid.
- Segera cari pertolongan medis bila muncul: ruam memburuk/menyebar, bengkak hebat, nyeri berat, demam, keluar nanah banyak, reaksi alergi (misalnya sesak napas, bengkak bibir/kelopak mata), atau gejala tidak membaik dalam beberapa hari sesuai evaluasi dokter.
Dosis Betamysan Krim (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: umumnya dioleskan tipis pada area yang bermasalah 2–3 kali sehari. Bila kondisi membaik, dokter dapat menyarankan penurunan frekuensi pemakaian. Bila tidak membaik dalam sekitar 7 hari atau justru memburuk, hubungi dokter.
- Lansia (bila relevan): pada prinsipnya serupa dengan dewasa, namun kulit lansia bisa lebih tipis dan mudah iritasi gunakan lapisan sangat tipis, hindari area luas, dan batasi durasi sesuai dokter.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): umumnya tidak untuk anak < 2 tahun. Pada anak yang lebih besar, pemakaian harus atas anjuran dokter dan biasanya singkat (misalnya beberapa hari). Data rinci dosis anak dapat bervariasi menurut kondisi; ikuti resep dokter.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan ginjal, dokter mungkin lebih berhati-hati terhadap pemakaian luas/berulang karena neomisin berisiko menimbulkan efek pada ginjal bila terserap; data rinci penyesuaian dosis topikal terbatas. Untuk gangguan hati, data terbatas konsultasikan dokter.
Cara menggunakan Betamysan Krim dengan benar
- Kapan digunakan (dengan atau tanpa makanan, bila relevan): karena obat ini dioles di kulit, tidak terkait aturan “sebelum/sesudah makan”. Oleskan pada kulit yang bersih dan kering.
- Langkah pemakaian: cuci tangan, bersihkan dan keringkan area yang bermasalah, lalu oleskan lapisan tipis dan gosok perlahan sampai merata. Setelah itu cuci tangan kembali (kecuali tangan adalah area yang diobati).
- Frekuensi dan jam yang sama: gunakan sesuai resep (misalnya 2–3 kali sehari). Usahakan pada jam yang relatif sama agar konsisten.
- Hindari area sensitif: jangan sampai mengenai mata, mulut, bagian dalam hidung, atau area kelamin, kecuali dokter menginstruksikan.
- Jangan dicampur dengan krim/salep lain pada area yang sama tanpa arahan dokter, karena dapat mengubah penyerapan atau meningkatkan iritasi.
- Jika lupa dosis: gunakan saat ingat. Jika sudah mendekati jadwal pemakaian berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis atau mengoles lebih tebal untuk “menebus” dosis yang terlewat.
- Hal yang perlu dipantau: perhatikan apakah kemerahan/gatal membaik, apakah muncul tanda infeksi (misalnya bertambah nyeri, hangat, bengkak, bernanah), atau ada iritasi/alergi. Bila dipakai luas/berulang (terutama pada anak), waspadai tanda efek steroid seperti kulit menipis atau mudah memar.
Interaksi dengan obat lain
- Krim/salep lain di area yang sama (misalnya steroid topikal lain, antibiotik topikal lain, retinoid topikal, atau produk yang mengiritasi) dapat meningkatkan iritasi atau mengubah penyerapan. Konsultasikan sebelum dipakai bersamaan.
- Kortikosteroid lain (misalnya obat steroid minum/suntik, atau penggunaan steroid topikal kuat di banyak area) dapat menambah paparan steroid total dan meningkatkan risiko efek samping, terutama bila digunakan luas atau lama.
- Obat yang berisiko mengganggu ginjal atau pendengaran (misalnya beberapa antibiotik golongan aminoglikosida seperti gentamisin/amikasin, atau obat lain tertentu) perlu diwaspadai bila krim dipakai pada area luas/berulang, karena neomisin dapat terserap dalam jumlah kecil.
- Obat pelemas otot saat operasi (obat anestesi tertentu/neuromuscular blockers): bila krim terserap dalam jumlah besar, efek pelemas otot dapat bertahan lebih lama. Beri tahu dokter bedah/anestesi bila Anda menggunakan krim ini.
- Balutan tertutup/oklusif (termasuk popok) dapat “bertindak seperti interaksi” karena meningkatkan penyerapan obat dan risiko efek samping.
- Makanan/minuman: tidak ada interaksi makanan/minuman yang khas karena obat dipakai pada kulit.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang).
- Rasa perih, panas, gatal, atau iritasi di area yang dioles.
- Kulit kering atau kemerahan.
- Reaksi alergi kulit (dermatitis kontak), termasuk karena neomisin pada sebagian orang.
- Bila dipakai lama/berulang: kulit menipis, muncul guratan (stretch marks), pembuluh darah halus tampak, perubahan warna kulit, atau tumbuh rambut halus lebih banyak.
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat.
- Kondisi kulit memburuk, bengkak hebat, nyeri berat, atau ruam menyebar cepat.
- Tanda alergi berat: bengkak pada wajah/kelopak mata/bibir, biduran luas, sesak napas.
- Tanda infeksi makin berat: demam, nanah banyak, luka makin nyeri/merah/terasa panas.
- Jika krim dipakai sangat banyak/luas dalam waktu lama: gejala efek steroid sistemik (misalnya wajah tampak membulat, berat badan naik, tekanan darah naik) atau keluhan yang mengarah ke gangguan ginjal/pendengaran (misalnya urin berkurang drastis, telinga berdenging/pendengaran menurun).
- Reaksi “putus steroid” setelah pemakaian lama: kemerahan meluas, rasa terbakar/menyengat, gatal hebat, kulit mengelupas atau berair. Konsultasikan sebelum memulai lagi.
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila Anda merasa tidak nyaman atau muncul keluhan yang mengkhawatirkan, hentikan pemakaian dan hubungi dokter/apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data keamanan untuk penggunaan kombinasi steroid topikal dan antibiotik topikal pada kehamilan bisa terbatas. Umumnya risiko lebih rendah bila dipakai tipis, pada area kecil, dan jangka pendek. Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan, terutama bila perlu pemakaian luas atau lama.
- Menyusui: neomisin yang digunakan secara topikal umumnya diperkirakan berisiko rendah pada bayi bila dipakai sesuai aturan. Namun, jangan mengoleskan pada puting/areola kecuali diarahkan dokter. Jika perlu dipakai di area payudara, pastikan area tersebut dibersihkan sebelum menyusui agar bayi tidak menelan obat. Konsultasikan dengan dokter/apoteker.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, jauh dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Jika pada kemasan tertulis batas suhu (misalnya tidak lebih dari 25°C), ikuti petunjuk tersebut.
- Tutup rapat setelah digunakan dan jangan dipakai melewati tanggal kedaluwarsa.
- Jauhkan dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Electronic Medicines Compendium (eMC): Package leaflet Betamethasone valerate/Neomycin sulfate 1 mg/5 mg/g Cream (revisi Juli 2025).
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine): Betamethasone Topical (informasi obat).
- National Health Service (NHS) Inggris: Betamethasone for skin (informasi pemakaian dan efek samping).
- DailyMed (U.S. National Library of Medicine): Betamethasone Valerate Cream USP, 0.1% (informasi label obat).
- LactMed (NCBI Bookshelf): Neomycin (informasi menyusui dan obat).
- BPOM RI: situs Cek BPOM (untuk memeriksa nomor izin edar produk di Indonesia).
Terakhir diperbarui: 31 Januari 2026