Skip to content

Bactoderm 2% Salep 10 g

Save 3% Save 3%
Original price Rp 63.600,00
Original price Rp 63.600,00 - Original price Rp 63.600,00
Original price Rp 63.600,00
Current price Rp 62.000,00
Rp 62.000,00 - Rp 62.000,00
Current price Rp 62.000,00

Farmakodinamik :
Mupirocin adalah sediaan antibakteri topikal, aktif melawan organisme yang menyebabkan sebagian besar infeksi kulit, misalnya Staphylococcus aureus, termasuk strain resisten methicillin, staphylococci dan streptococci lainnya. Zat ini juga aktif melawan patogen Gram-negatif tertentu, seperti Haemophilus influenzae.
Farmakokinetik :
Absorpsi
Mupirocin dapat menembus kulit manusia yang utuh namun tingkat penyerapan sistemiknya sangat rendah.
Ekskresi
Mupirocin yang terserap secara sistemik dimetabolisme dengan cepat menjadi asam monat, metabolit yang tidak aktif dan segera diekskresikan melalui ginjal.
Populasi Pasien Khusus
Pasien lanjut usia: Tidak ada pembatasan selama tidak ada gangguan fungsi ginjal sedang sampai berat.

PEMBELIAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN ARAHAN DOKTER

INFORMASI PADA KEMASAN :

BPOM No :DKL9509310830A1

Cara Pakai : Dewasa dan anak :
Dioleskan pada lesi sampai tiga kali sehari, sampai tiga kali sehari, sampai selama 10 hari, tergantung pada responnya. Area tersebut dapat ditutup dengan cara dibalut atau dibebat jika diperlukan.

Khasiat : Infeksi bakterial pada kulit seperti : impetigo, folliculitis,dan furunculosis.

Kontra indikasi : Hipersensitivitas terhadap bactoderm atau salep lainyang mengandung polyethylene glycol dan unsur-unsurnya.

Perhatian :

- Kejadian yang jarang dapat terjadi reaksi sensitisasi atau iritasi lokal yang berat atas penggunaan produk mupirocin ini, dan pengobatan harus dihentikan.
- Mupirocin harus diusap hapus dan alternatif yang tepat untuk terapi infeksi tersebut harus diberikan. Seperti pada produk antibakteri lainnya, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih organisme yang tidak rentan.
- Kolitis pseudomembran telah dilaporkan dengan penggunaan antibiotik dengan tingkat keparahan yang ringan sampai yang mengancam jiwa. Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan diagnosisnya pada pasien yang mengalami diare selama atau setelah penggunaan antibiotik. Meskipun kemungkinan hal ini kurang terjadi pada mupirocin topikal, jika terjadi diare yang berkepanjangan atau signifikan atau pasien mengalami kram perut, pengobatan harus segera dihentikan dan pasien dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
- Formulasi salep BACTODERM® ini tidak untuk penggunaan oftalmik, intranasal, digunakan bersamaan dengan cannulae dan pada lokasi cannulation vena sentral. Hindari kontak dengan mata. Jika terkontaminasi, mata harus dirigasi secara seksama dengan air sampai residu salep dibersihkan.

Efek Samping :

- Efek amping tercantum di bawah ini disusun berdasarkan kelas sistem organ dan frekuensinya.
- Frokuensi didefrisikan sebagal: sangat umum (= 1/10), umum 65- 14100. 5 1/10) lidak biasa (= 1/1000, =1/100), jarang (2 1/10.000, < 1/1006), sangat jarang (« 1/10.000), termasuk laporan terisolasi.
- Efek samping yang umum dan tidak biasa citentukan berdasarkan pooling data keamanan dari populasi u/ kinis ternadap 1573 pasien yang diobati dari 12 studi klinis.
- Efek samping yang sangat jarang terutama ditentukan dari data pasca-perasaran dan ole karena itu frekuensi mengacu pada tingkat pelaporan
dibandingkan frekuensi sebenarnya.

Komposisi : Tiap gram salep mengandung : Mupirocin 20 mg

Cara Penyimpanan : Simpan pada suhu dibawah 30C

Kemasan : Tube 10 Gram

Diproduksi Oleh : Ikapharmindo Putramas

Produksi : Indonesia

Disclaimer : Hasil dapat bervariasi antara individu tergantung berbagai faktor seperti usia, genetik, pola hidup, dan lain sebaginya

Expired : Expired Min > 3 Bulan

Diskusi Produk

Punya Pertanyaan ?

Menjadi yang Pertama untuk bertanya

Masukan Pertanyaan