Beneuron Tablet

Beneuron Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat bebas. Gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter/apoteker. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Beneuron Tablet adalah nama merek dagang untuk kombinasi vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12 dalam bentuk tablet salut gula (yang dibahas di sini: B1 100 mg + B6 200 mg + B12 200 mikrogram per tablet). Kombinasi vitamin ini umumnya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin B tertentu dan mendukung fungsi saraf, terutama bila ada dugaan kekurangan vitamin. Cara kerjanya sederhana: vitamin B membantu proses metabolisme energi dan pemeliharaan jaringan saraf. Catatan penting: keluhan seperti kesemutan atau nyeri saraf bisa punya banyak penyebab, jadi vitamin bukan selalu solusi utama bila keluhan menetap atau memburuk, perlu evaluasi tenaga kesehatan.

Catatan varian: Merek yang sama bisa memiliki varian/komposisi berbeda di pasaran. Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.

Fakta cepat

  • Nama generik: kombinasi thiamine (vitamin B1) + vitamin B6 + cyanocobalamin (vitamin B12)
  • Nama merek dagang: Beneuron Tablet
  • Kandungan zat aktif: thiamine mononitrate (vitamin B1) 100 mg + vitamin B6 200 mg + cyanocobalamin (vitamin B12) 200 mikrogram per tablet (sesuai varian yang dibahas)
  • Kelas obat: vitamin neurotropik (vitamin B untuk dukungan fungsi saraf)
  • Manfaat utama: membantu terapi/dukungan pada kondisi kekurangan vitamin B tertentu dan keluhan terkait fungsi saraf (sesuai anjuran tenaga kesehatan)
  • Bentuk sediaan yang umum: tablet salut gula
  • Penggunaan pada anak: data terbatas untuk penggunaan mandiri; konsultasikan dokter (terutama karena kandungan vitamin B6 per tablet tergolong tinggi)
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): umumnya tidak wajib resep (obat bebas), tetapi penggunaan untuk keluhan saraf yang menetap/berulang atau penggunaan jangka panjang sebaiknya atas arahan dokter/apoteker

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Vitamin B1 membantu tubuh mengubah karbohidrat menjadi energi yang dibutuhkan sel, termasuk sel saraf. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme protein dan pembentukan zat kimia di saraf (neurotransmiter). Vitamin B12 penting untuk pembentukan dan pemeliharaan mielin (lapisan pelindung serabut saraf) serta pembentukan sel darah. Karena itu, kombinasi B1–B6–B12 sering dipakai sebagai dukungan bila ada dugaan kekurangan vitamin yang dapat memengaruhi fungsi saraf.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi: jangan gunakan bila pernah mengalami reaksi alergi terhadap salah satu komponen (misalnya gatal-biduran, bengkak, sesak napas setelah konsumsi produk sejenis).
  • Interaksi penting: hindari penggunaan bila sedang memakai levodopa tertentu untuk Parkinson (lihat bagian interaksi), kecuali dokter menyatakan aman.
  • Waspada penggunaan jangka panjang: kandungan vitamin B6 yang tinggi dan dipakai lama dapat memicu neuropati (kerusakan saraf), misalnya baal/kesemutan yang memburuk atau gangguan berjalan.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: bila memiliki penyakit ginjal, diabetes (kencing manis), atau keluhan saraf yang berat/baru muncul, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu untuk memastikan penyebab dan kebutuhan terapinya.
  • Tablet salut gula: lapisan gula biasanya kecil, tetapi bila Anda perlu pembatasan gula ketat (misalnya diabetes dengan kontrol ketat), diskusikan pilihan sediaan dengan apoteker/dokter.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: bila muncul reaksi alergi berat (sesak napas, bengkak di wajah/bibir/kelopak mata, pingsan), ruam berat menyebar, atau keluhan baal/kelemahan yang cepat memburuk.

Dosis Beneuron Tablet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya 1 tablet 1 kali sehari. Dokter dapat menyesuaikan tergantung tujuan penggunaan dan kondisi pasien.
  • Lansia (bila relevan): umumnya sama seperti dewasa, namun lebih baik dipantau bila digunakan jangka panjang (misalnya untuk keluhan saraf) dan bila ada banyak obat lain yang diminum.
  • Anak (bila relevan): data terbatas untuk penggunaan mandiri pada anak, terutama karena kandungan vitamin B6 per tablet tinggi. Gunakan hanya bila disarankan dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan): data terbatas untuk penyesuaian dosis spesifik. Konsultasikan dokter bila memiliki gangguan ginjal/hati dan memerlukan pemakaian rutin.

Cara menggunakan Beneuron Tablet dengan benar

  • Kapan diminum: umumnya diminum setelah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung.
  • Frekuensi dan jam yang sama: bila diminum harian, usahakan pada jam yang sama setiap hari agar lebih mudah konsisten.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: perhatikan apakah keluhan (misalnya kesemutan/baal) membaik. Bila muncul keluhan baru seperti baal yang makin luas, rasa seperti terbakar, atau sulit berjalan, hentikan penggunaan dan hubungi tenaga kesehatan (bisa merupakan tanda efek vitamin B6 dosis tinggi pada saraf).
  • Bila keluhan menetap: kesemutan/nyeri bisa disebabkan diabetes, saraf terjepit, gangguan tiroid, kekurangan vitamin, atau penyebab lain. Bila tidak membaik, evaluasi dokter penting agar terapi tepat sasaran.

Interaksi dengan obat lain

  • Levodopa (untuk Parkinson) tanpa carbidopa: vitamin B6 dapat mengurangi efek levodopa. Hindari kombinasi kecuali atas arahan dokter.
  • Obat antikejang tertentu (misalnya phenytoin, phenobarbital, carbamazepine, valproate): beberapa obat ini dapat memengaruhi kadar vitamin B6 dalam tubuh, dan dosis vitamin B6 yang tinggi dalam jangka waktu tertentu dapat memengaruhi kadar/efek obat antikejang. Perlu pemantauan dokter.
  • Cycloserine (obat untuk tuberkulosis tertentu): dapat meningkatkan pembuangan vitamin B6 dan memperbesar risiko efek samping pada sistem saraf; dokter kadang memang memberi vitamin B6 sebagai pendamping tetapi dosis harus terarah.
  • Theophylline (untuk asma/penyakit paru tertentu): dapat berkaitan dengan rendahnya kadar vitamin B6 dan risiko efek saraf; konsultasikan bila Anda memakainya rutin.
  • Metformin (obat diabetes): pemakaian jangka panjang dapat berkaitan dengan penurunan kadar vitamin B12 pada sebagian orang; dokter mungkin menyarankan pemantauan atau suplementasi tertentu.
  • Obat penekan asam lambung jangka panjang (misalnya penghambat pompa proton/“PPI” atau penghambat reseptor H2): dapat menurunkan penyerapan vitamin B12 pada sebagian orang bila digunakan lama; diskusikan bila Anda memakai obat ini setiap hari dalam jangka panjang.
  • Cholestyramine/colestipol, colchicine, kalium klorida tertentu, beberapa antibiotik, atau paparan nitrous oxide (gas anestesi): dapat mengganggu penyerapan/efek vitamin B12 pada kondisi tertentu beri tahu dokter bila akan menjalani tindakan medis atau sedang memakai obat-obat ini.
  • Alkohol berlebihan: dapat memperburuk gangguan saraf dan mengganggu status vitamin; batasi konsumsi alkohol.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

  1. Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
    • Keluhan lambung: mual, tidak nyaman di perut, kadang diare.
    • Sakit kepala atau pusing pada sebagian orang.
    • Reaksi kulit ringan (misalnya ruam atau gatal), meski tidak selalu terjadi.
  2. Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
    • Reaksi alergi berat: sesak napas, mengi, bengkak di wajah/bibir/kelopak mata, pingsan.
    • Ruam menyebar berat, lepuh, atau disertai demam.
    • Keluhan saraf yang memburuk saat pemakaian: baal/kesemutan makin luas, rasa terbakar, kelemahan, atau gangguan berjalan (bisa terkait pemakaian vitamin B6 dosis tinggi dalam jangka panjang).

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila ada keluhan yang mengganggu atau tidak biasa, hentikan penggunaan dan konsultasikan tenaga kesehatan.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: vitamin B dibutuhkan selama hamil, tetapi kandungan vitamin B6 dalam produk ini tergolong tinggi. Gunakan hanya bila dokter menilai manfaatnya lebih besar daripada risikonya, terutama untuk pemakaian rutin atau jangka panjang.
  • Menyusui: vitamin B secara alami ada dalam air susu ibu (ASI). Namun, dosis vitamin B6 yang tinggi pada sebagian kondisi dapat memengaruhi produksi ASI. Bila sedang menyusui, konsultasikan dulu sebelum memakai, terutama bila berniat menggunakan rutin.

Penyimpanan

  • Simpan di suhu ruang, idealnya di bawah 25°C bila memungkinkan.
  • Jauhkan dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan (jangan simpan di kamar mandi).
  • Simpan dalam kemasan aslinya agar terlindung dan mudah mengecek tanggal kedaluwarsa.
  • Jauh dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Informasi produk/leaflet pabrik: Beneuron Sugar Coated Tablet (Bernofarm) – komposisi, indikasi, dosis, peringatan, dan penyimpanan.
  • Badan POM RI – basis data Cek BPOM (pencarian nomor izin edar/NIE: DBL8502308016A2).
  • DailyMed (NLM/NIH) – informasi interaksi pyridoxine dengan levodopa serta faktor yang dapat menurunkan penyerapan cyanocobalamin.
  • NIH Office of Dietary Supplements – Vitamin B6 Fact Sheet (interaksi dengan beberapa obat seperti antikejang, cycloserine, theophylline).
  • NCBI LactMed – Vitamin B6 (ringkasan penggunaan saat menyusui dan catatan dosis tinggi).
  • MHRA (GOV.UK) – pembaruan keamanan metformin dan penurunan kadar vitamin B12 (pemantauan pada pasien berisiko).

Terakhir diperbarui: 9 Februari 2026

Tulis komentar