Biomega Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Biomega Tablet adalah nama merek dagang untuk obat kombinasi metamizole (metampiron/methampyrone) + vitamin B1, B6, dan B12 dalam bentuk kaplet salut selaput. Obat ini umumnya digunakan untuk membantu meredakan nyeri yang berkaitan dengan saraf (misalnya neuritis dan neuralgia) sekaligus mendukung fungsi saraf melalui vitamin B.
Metamizole bekerja sebagai pereda nyeri dan penurun demam, sedangkan vitamin B membantu pemeliharaan fungsi saraf. Catatan penting: meski namanya mirip, Biomega Tablet ini bukan suplemen omega-3 ini adalah obat keras yang perlu pengawasan tenaga kesehatan.
Pastikan kandungan pada kemasan karena varian/komposisi bisa berbeda antar produk atau pembaruan kemasan.
Fakta cepat
- Nama generik: metamizole (metampiron/methampyrone) + vitamin neurotropik (B1, B6, B12)
- Nama merek dagang: Biomega Tablet
- Kandungan zat aktif: per 1 kaplet salut selaput umumnya mengandung metamizole sodium 500 mg + vitamin B1 (tiamin) 50 mg + vitamin B6 (piridoksin) 50 mg + vitamin B12 (sianokobalamin) 100 mikrogram
- Kelas obat: analgesik-antipiretik (pereda nyeri dan penurun demam) non-opioid + vitamin neurotropik (vitamin untuk saraf)
- Manfaat utama: membantu meredakan nyeri terkait saraf (misalnya neuritis dan neuralgia) dan mendukung pemeliharaan fungsi saraf
- Bentuk sediaan yang umum: kaplet salut selaput (sering juga disebut tablet salut selaput)
- Penggunaan pada anak (jika ada kalau tidak ada, tulis data terbatas): data terbatas untuk sediaan kombinasi ini; penggunaan pada anak harus atas anjuran dokter
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter (obat keras); jangan digunakan tanpa evaluasi tenaga kesehatan
- Istilah lain pada kemasan: metamizole juga bisa tertulis sebagai metampiron atau methampyrone
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Metamizole membantu mengurangi rasa nyeri dengan menurunkan pembentukan zat-zat di tubuh yang berperan dalam sensasi nyeri dan demam. Efeknya terutama sebagai pereda nyeri dan penurun demam, dengan efek antiinflamasi (anti-radang) yang relatif lebih lemah dibanding sebagian obat antiinflamasi nonsteroid lainnya.
Vitamin B1, B6, dan B12 sering disebut vitamin “neurotropik”, yaitu vitamin yang berperan dalam metabolisme dan pemeliharaan fungsi saraf. Kombinasi ini ditujukan untuk situasi nyeri yang terkait gangguan saraf, namun tetap harus dipakai sesuai penilaian dokter.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap metamizole/metampiron/methampyrone atau obat sejenis (turunan pirazolon), atau bila pernah mengalami reaksi berat seperti sesak, bengkak, biduran hebat, atau syok setelah obat pereda nyeri tertentu.
- Riwayat gangguan darah: metamizole dapat (jarang namun serius) menyebabkan agranulositosis yaitu turunnya salah satu jenis sel darah putih yang penting untuk melawan infeksi. Beri tahu dokter bila Anda punya riwayat kelainan darah atau pernah mengalami “sel darah putih turun” akibat obat.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, tekanan darah rendah, dehidrasi (kurang cairan), asma yang mudah kambuh oleh obat nyeri, tukak lambung (luka pada lambung/usus), atau porfiria (kelainan metabolik langka). Diskusikan dengan dokter/apoteker sebelum memakai.
- Kehamilan/menyusui: metamizole umumnya dihindari pada trimester ketiga dan tidak dianjurkan saat menyusui. Lihat bagian khusus di bawah.
- Jangan digunakan sembarangan atau jangka panjang: gunakan sesuai durasi dan dosis yang ditetapkan dokter. Jangan memperpanjang pemakaian sendiri bila keluhan belum membaik.
-
Kapan harus segera mencari pertolongan medis:
- demam, menggigil, sakit tenggorokan, sariawan/ulkus mulut, atau tanda infeksi lain yang muncul saat minum obat (bisa mengarah ke gangguan sel darah putih);
- ruam menyebar, kulit melepuh, luka di mulut/mata, atau reaksi kulit berat;
- sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, pingsan, atau lemas hebat (tanda reaksi alergi berat);
- nyeri perut hebat, muntah darah, atau buang air besar hitam (tanda perdarahan saluran cerna).
Dosis Biomega Tablet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: dalam praktik, sering digunakan 1 kaplet, 3 kali sehari. Dokter dapat menyesuaikan dosis dan lama pemakaian berdasarkan penyebab nyeri dan kondisi pasien.
- Lansia (bila relevan): sering membutuhkan kehati-hatian lebih karena fungsi ginjal/hati dapat menurun dan risiko efek samping meningkat. Ikuti dosis dari dokter; jangan menaikkan dosis sendiri. Data rinci khusus lansia untuk kombinasi ini terbatas.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): data terbatas untuk penentuan dosis anak pada sediaan kombinasi kaplet ini. Metamizole pada anak biasanya ditentukan berdasarkan berat badan, namun karena Biomega adalah kaplet dosis tetap, penggunaan pada anak harus ditentukan dokter. Umumnya metamizole tidak diberikan pada bayi <3 bulan atau berat badan <5 kg.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): data terbatas untuk aturan penyesuaian khusus Biomega Tablet. Pada gangguan ginjal/hati, dokter mungkin perlu menyesuaikan dosis atau memilih obat lain, serta memantau efek samping.
Cara menggunakan Biomega Tablet dengan benar
- Kapan diminum: umumnya diminum bersama makanan atau segera setelah makan untuk membantu mengurangi keluhan tidak nyaman pada lambung. Telan kaplet dengan air putih.
- Frekuensi dan jam yang sama: bila diresepkan beberapa kali sehari, usahakan jarak antar dosis teratur dan minum pada jam yang kurang lebih sama setiap hari.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat bila jeda dengan jadwal berikutnya masih jauh. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
-
Hal yang perlu dipantau:
- tanda infeksi seperti demam/sakit tenggorokan/sariawan (penting untuk kewaspadaan agranulositosis)
- reaksi alergi (gatal, biduran, bengkak, sesak)
- pusing atau mengantuk hindari mengemudi/aktivitas berbahaya bila efek ini muncul
- bila digunakan lebih dari beberapa hari, dokter mungkin mempertimbangkan pemantauan sesuai kondisi (misalnya pemeriksaan darah bila ada gejala tertentu).
Interaksi dengan obat lain
- Methotrexate (obat untuk kanker/autoimun): kombinasi dengan metamizole dapat meningkatkan risiko toksisitas pada darah (misalnya penurunan sel darah). Biasanya dihindari atau perlu pengawasan ketat dokter.
- Obat penekan sistem imun seperti siklosporin atau takrolimus: metamizole dapat menurunkan kadar obat tersebut pada sebagian orang sehingga efeknya bisa berkurang; dokter mungkin perlu memantau kadar/efek klinis.
- Chlorpromazine (obat kejiwaan tertentu): pemakaian bersamaan dapat meningkatkan risiko hipotermia (suhu tubuh turun berlebihan).
- Aspirin dosis rendah (misalnya untuk pencegahan penyakit jantung/stroke): metamizole dapat mengurangi efek antiplatelet (anti-penggumpalan) aspirin pada sebagian situasi. Tanyakan dokter/apoteker soal pengaturan jarak minum bila Anda rutin minum aspirin.
- Obat pengencer darah (misalnya warfarin): ada laporan interaksi yang dapat memengaruhi risiko perdarahan/hasil pemeriksaan pembekuan darah. Bila digunakan bersamaan, biasanya perlu pemantauan lebih ketat oleh dokter.
- Obat yang juga berisiko menurunkan sel darah putih (misalnya beberapa obat tertentu untuk gangguan jiwa atau kemoterapi): risiko gangguan darah dapat meningkat; dokter perlu menilai manfaat dan risikonya.
- Obat yang efeknya bisa berkurang karena perubahan metabolisme hati (contoh yang sering dibahas: bupropion, efavirenz, methadone, sertraline, valproate): metamizole dapat memengaruhi kerja enzim hati sehingga pada sebagian pasien kadar obat lain dapat menurun. Konsultasikan bila Anda memakai obat-obat ini.
- Makanan/minuman: hindari alkohol karena dapat meningkatkan risiko efek samping (misalnya pusing/mengantuk) dan memperberat keluhan lambung.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- mual, tidak nyaman di lambung, kadang muntah atau diare
- pusing atau mengantuk
- reaksi kulit ringan seperti ruam atau gatal
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- demam mendadak, sakit tenggorokan, sariawan/ulkus mulut, atau infeksi berulang (curiga penurunan sel darah putih/agranulositosis)
- reaksi alergi berat: sesak napas, mengi, bengkak wajah/bibir, pingsan, atau lemas hebat
- ruam berat, lepuh pada kulit, luka pada mulut/mata
- tanda perdarahan saluran cerna: muntah darah atau tinja hitam
- penurunan tekanan darah yang nyata (pusing berat, hampir pingsan), terutama bila disertai reaksi alergi
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Namun karena ada efek samping yang jarang tetapi serius, gunakan obat ini sesuai resep dan segera cari bantuan medis bila muncul tanda bahaya.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: data pada manusia tidak selalu lengkap. Namun, metamizole umumnya dihindari, terutama pada trimester ketiga karena berisiko menimbulkan masalah pada janin (misalnya gangguan ginjal janin dan gangguan pada pembuluh darah jantung janin). Jika sedang hamil atau merencanakan hamil, konsultasikan sebelum menggunakan.
- Menyusui: metamizole dan metabolitnya dapat masuk ke ASI dalam jumlah bermakna. Secara umum, penggunaan saat menyusui tidak dianjurkan. Pada sebagian pedoman, bila terpaksa hanya satu kali dosis, ASI dianjurkan dibuang selama 48 jam setelah dosis sebelum menyusui kembali. Diskusikan pilihan pereda nyeri yang lebih aman dengan dokter.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang (umumnya di bawah 30 derajat Celsius), di tempat kering.
- Jauhkan dari panas, cahaya matahari langsung, dan kelembapan (jangan simpan di kamar mandi).
- Simpan dalam kemasan aslinya agar terlindung dan tidak tertukar.
- Jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia – basis data registrasi/cek produk obat (Biomega; nomor izin edar pada kemasan).
- Graha Farma Pharmaceutical Industries – informasi produk Biomega (komposisi, indikasi, informasi umum).
- Alodokter – ringkasan informasi Biomega (manfaat, peringatan, cara pakai).
- Halodoc – ringkasan produk Biomega (golongan obat keras dan informasi umum).
- European Medicines Agency (EMA) – informasi harmonisasi penggunaan metamizole pada kehamilan dan menyusui (termasuk anjuran terkait menyusui).
- LactMed (Drugs and Lactation Database) – Dipyrone/Metamizole (ringkasan penggunaan saat menyusui).
Terakhir diperbarui: 9 Februari 2026