Calortusin Kaplet

Calortusin Kaplet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat bebas terbatas (tanda biru). Gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan atau arahan dokter/apoteker. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Calortusin Kaplet adalah nama merek dagang untuk obat kombinasi yang membantu meringankan gejala flu (selesma) seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk. Obat ini bekerja dengan gabungan cara: menurunkan demam/nyeri, menekan refleks batuk, mengurangi hidung tersumbat, dan mengurangi reaksi alergi seperti bersin/pilek. Catatan penting: obat ini tidak membunuh virus penyebab flu hanya meredakan gejala dan dapat menyebabkan kantuk serta dapat menaikkan tekanan darah pada sebagian orang. Pastikan kandungan pada kemasan karena merek yang sama bisa memiliki varian berbeda; halaman ini membahas kaplet dengan komposisi yang paling umum beredar.

Fakta cepat

  • Nama generik: kombinasi parasetamol + dekstrometorfan hidrobromida + fenilpropanolamin hidroklorida + klorfeniramin maleat
  • Nama merek dagang: Calortusin Kaplet
  • Kandungan zat aktif: umumnya per kaplet berisi parasetamol 500 mg + dekstrometorfan HBr 15 mg + fenilpropanolamin HCl 15 mg + klorfeniramin maleat 2 mg (klorfeniramin maleat sering dikenal masyarakat sebagai “CTM”)
  • Kelas obat: analgesik-antipiretik (penurun nyeri/demam) + antitusif (penekan batuk) + dekongestan (pelega hidung tersumbat) + antihistamin generasi pertama (anti-alergi yang dapat menimbulkan kantuk)
  • Manfaat utama: meredakan gejala flu/selesma yang disertai batuk
  • Bentuk sediaan yang umum: kaplet (beberapa produk Calortusin juga tersedia sebagai sirup; namun tidak dibahas di halaman ini)
  • Penggunaan pada anak: umumnya digunakan pada anak usia 6 tahun ke atas; untuk usia di bawah itu, data dan keamanan lebih terbatas sehingga sebaiknya konsultasi dokter
  • Catatan resep (penting): tidak selalu memerlukan resep, tetapi termasuk obat bebas terbatas baca peringatan pada kemasan dan konsultasikan ke apoteker/dokter bila memiliki penyakit penyerta atau sedang memakai obat lain
  • Ejaan/penyebutan lain: kadang ditulis “Calortusin caplet/kaplet” atau “Calortusin tablet” (istilah penulisan)

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Parasetamol membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri (misalnya sakit kepala atau pegal). Dekstrometorfan bekerja pada pusat batuk di otak untuk mengurangi dorongan batuk, terutama batuk kering. Fenilpropanolamin membantu mengecilkan pembuluh darah di hidung sehingga hidung tersumbat terasa lebih lega, namun pada sebagian orang dapat membuat jantung berdebar atau tekanan darah naik. Klorfeniramin maleat mengurangi gejala seperti bersin-bersin atau hidung meler, tetapi dapat menyebabkan kantuk dan mulut kering.

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap salah satu kandungan (misalnya parasetamol, dekstrometorfan, fenilpropanolamin, klorfeniramin). Hentikan pemakaian dan cari pertolongan bila muncul biduran hebat, bengkak pada wajah/bibir, atau sesak napas.
  • Tekanan darah tinggi dan penyakit jantung: kandungan dekongestan (fenilpropanolamin) dapat memperburuk hipertensi (tekanan darah tinggi) atau memicu jantung berdebar. Diskusikan dengan dokter/apoteker bila Anda memiliki hipertensi, penyakit jantung, riwayat stroke, atau gangguan irama jantung.
  • Gangguan tiroid dan metabolik: perlu kehati-hatian pada hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) dan diabetes.
  • Glaukoma dan pembesaran prostat: antihistamin generasi pertama dapat memperburuk glaukoma (tekanan bola mata tinggi) dan dapat memicu retensi urine (sulit buang air kecil), terutama pada pria dengan pembesaran prostat.
  • Gangguan hati: parasetamol diproses di hati. Hindari penggunaan sembarangan pada penyakit hati, kebiasaan konsumsi alkohol, atau bila sedang memakai obat lain yang berisiko mengganggu hati.
  • Mengantuk: klorfeniramin dapat menyebabkan kantuk. Hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau aktivitas berisiko sampai Anda tahu efeknya pada tubuh.
  • Jangan menggandakan produk “obat flu” lain: banyak obat flu mengandung parasetamol atau antihistamin juga. Menggabungkan tanpa sadar dapat menyebabkan overdosis parasetamol (berbahaya bagi hati) atau efek samping berlebihan.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, bengkak wajah/bibir, nyeri dada, pingsan, kejang, bingung berat, jantung berdebar hebat, sakit kepala hebat mendadak, atau tanda perdarahan/ruam berat.

Dosis Calortusin Kaplet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: umumnya 1 kaplet, 3 kali sehari. Ikuti juga petunjuk pada kemasan.
  • Lansia (bila relevan): umumnya dapat mengikuti dosis dewasa, tetapi lebih sensitif terhadap kantuk, pusing, dan efek pada tekanan darah. Gunakan dosis efektif terendah dan konsultasikan bila memiliki penyakit penyerta.
  • Anak (bila relevan): umumnya usia 6–12 tahun: 1/2 kaplet, 3 kali sehari. Untuk anak di bawah 6 tahun: data terbatas sebaiknya konsultasi dokter.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati: data terbatas untuk aturan penyesuaian kombinasi ini. Pada gangguan hati/alkohol rutin, risiko terkait parasetamol dapat meningkat konsultasikan dokter/apoteker sebelum memakai.

Cara menggunakan Calortusin Kaplet dengan benar

  • Kapan diminum: umumnya diminum sesudah makan untuk mengurangi rasa tidak nyaman di lambung. Bila kemasan menyebutkan aturan berbeda, ikuti kemasan.
  • Frekuensi: gunakan sesuai aturan (seringnya 3 kali sehari) dan usahakan pada jam yang relatif sama setiap hari selama masih diperlukan.
  • Jika lupa dosis: minum segera saat ingat. Jika sudah dekat jadwal dosis berikutnya, lewatkan dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: rasa kantuk/pusing, mulut kering, jantung berdebar, dan tekanan darah (terutama bila punya riwayat hipertensi). Perhatikan juga total konsumsi parasetamol dari semua produk yang Anda minum.
  • Durasi pemakaian: bila demam tinggi tidak membaik, gejala makin berat, atau keluhan berlangsung beberapa hari tanpa perbaikan, sebaiknya evaluasi ke dokter untuk memastikan penyebab dan penanganan yang tepat.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat antidepresan/obat yang menaikkan serotonin: dekstrometorfan dapat berinteraksi dengan obat seperti sebagian antidepresan (misalnya golongan penghambat ambilan serotonin/serotonin-norepinefrin), triptan, linezolid, atau metilen biru, sehingga meningkatkan risiko sindrom serotonin (gelisah, berkeringat, tremor, diare, demam, kebingungan).
  • Penghambat monoamin oksidase (monoamine oxidase inhibitor/MAOI): jangan digunakan bersamaan atau dalam waktu dekat dengan MAOI karena risiko efek serius (termasuk tekanan darah sangat tinggi) dapat meningkat.
  • Obat penenang, obat tidur, alkohol: klorfeniramin dapat menambah kantuk dan menurunkan kewaspadaan bila dikombinasikan dengan alkohol atau obat yang menekan susunan saraf pusat.
  • Obat flu/dekongestan lain: menggabungkan dengan dekongestan lain (misalnya pseudoefedrin atau produk flu kombinasi lain) dapat meningkatkan risiko jantung berdebar, gelisah, atau tekanan darah naik.
  • Obat yang juga mengandung parasetamol: risiko overdosis parasetamol meningkat bila diminum bersamaan dengan obat nyeri/demam lain yang mengandung parasetamol.
  • Pengencer darah tertentu (misalnya warfarin): penggunaan parasetamol dosis tinggi atau penggunaan berulang dapat memengaruhi kontrol perdarahan pada sebagian orang konsultasikan dokter bila Anda menggunakan obat pengencer darah.
  • Obat dengan efek antikolinergik: kombinasi dengan obat tertentu (misalnya beberapa obat alergi lain, obat kandung kemih tertentu) dapat memperparah mulut kering, konstipasi, atau sulit buang air kecil.
  • Makanan/minuman: hindari alkohol karena dapat memperburuk kantuk dan meningkatkan risiko gangguan hati bila digunakan bersamaan dengan parasetamol.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)

  • Mengantuk, pusing, sulit konsentrasi
  • Mulut/tenggorokan kering, pandangan agak kabur
  • Mual, tidak nyaman di lambung
  • Sulit buang air kecil (lebih berisiko pada pria dengan pembesaran prostat)
  • Jantung berdebar, gelisah, sulit tidur (terutama karena dekongestan)

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat

  • Reaksi alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, biduran menyeluruh
  • Nyeri dada, pingsan, detak jantung sangat cepat/tidak teratur
  • Sakit kepala hebat mendadak, gangguan penglihatan mendadak, kelemahan satu sisi tubuh
  • Tanda gangguan hati (terutama bila memakai produk lain yang mengandung parasetamol): mual berat menetap, nyeri perut kanan atas, kulit/mata menguning, urine gelap
  • Gejala sindrom serotonin: gelisah berat, kebingungan, demam, berkeringat berlebihan, kaku/tremor

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila efek samping mengganggu atau Anda ragu apakah keluhan terkait obat, hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: karena ini obat kombinasi (termasuk dekongestan dan antihistamin), pemakaian saat hamil sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu. Jangan memakai tanpa arahan tenaga kesehatan, terutama pada trimester awal atau bila memiliki hipertensi.
  • Menyusui: beberapa kandungan dapat masuk ke ASI dalam jumlah tertentu dan dapat memengaruhi bayi (misalnya membuat bayi lebih mengantuk/rewel) atau memengaruhi produksi ASI pada sebagian orang. Konsultasikan dokter/apoteker sebelum memakai saat menyusui.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang (umumnya di bawah 30°C), kering, dan terlindung dari panas serta cahaya langsung.
  • Jauhkan dari kelembapan (hindari menyimpan di kamar mandi).
  • Simpan dalam kemasan asli hingga digunakan.
  • Jauh dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • Situs resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) – fitur “Cek Produk” (pencarian berdasarkan nama produk atau nomor registrasi).
  • Alodokter – monografi edukasi “Calortusin”.
  • KlikDokter – monografi obat “Calortusin” (kaplet/sirup) untuk ringkasan komposisi, indikasi, dan peringatan.
  • MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine) – informasi obat: acetaminophen (parasetamol) dan dextromethorphan.
  • NHS (National Health Service, Inggris) – informasi obat antihistamin chlorphenamine/chlorpheniramine.
  • LactMed – database laktasi untuk peninjauan penggunaan zat aktif selama menyusui.

Terakhir diperbarui: 10 Februari 2026

Tulis komentar