Cipralex Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Cipralex adalah nama merek dagang untuk escitalopram, obat antidepresan yang juga digunakan pada beberapa gangguan kecemasan (kecemasan berlebihan yang menetap dan mengganggu aktivitas). Obat ini bekerja dengan membantu menyeimbangkan serotonin (zat kimia alami di otak yang berperan dalam suasana hati dan rasa cemas). Cipralex biasanya diminum setiap hari dan efeknya dapat muncul bertahap dalam beberapa minggu bukan obat yang diminum “saat kambuh” untuk meredakan keluhan seketika. Halaman ini membahas Cipralex tablet salut selaput (film-coated) 5 mg, 10 mg, dan 20 mg; pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: escitalopram (sering tertulis sebagai escitalopram oksalat pada kemasan)
- Nama merek dagang: Cipralex
- Kandungan zat aktif: escitalopram (sebagai escitalopram oksalat); kekuatan yang umum: 5 mg, 10 mg, 20 mg per tablet
- Kelas obat: antidepresan golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor = penghambat pengambilan kembali serotonin selektif)
- Manfaat utama: terapi depresi (episode depresif mayor) dan beberapa gangguan kecemasan (misalnya gangguan panik, fobia sosial, gangguan kecemasan menyeluruh, gangguan obsesif kompulsif) sesuai penilaian dokter
- Bentuk sediaan yang umum: tablet salut selaput 5 mg, 10 mg, 20 mg
- Penggunaan pada anak: umumnya tidak dianjurkan pada usia <18 tahun; bila tetap diresepkan, perlu pemantauan ketat oleh dokter (data pada anak/remaja terbatas)
- Catatan resep (wajib): perlu resep dokter (termasuk obat keras); jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis tanpa arahan dokter
- Mode penamaan: Mode B (merek dagang tetap sebutkan zat aktif dan kekuatan sediaan)
- Ejaan alternatif (bila ada): Cipralex®
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Escitalopram membantu meningkatkan ketersediaan serotonin di ruang antar-sel saraf di otak. Serotonin berperan dalam mengatur suasana hati, rasa cemas, tidur, dan nafsu makan. Dengan meningkatkan aktivitas serotonin secara bertahap, gejala depresi atau kecemasan dapat berkurang dari waktu ke waktu. Karena proses penyesuaian di otak tidak instan, perbaikan biasanya terasa perlahan dan bisa membutuhkan beberapa minggu.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap escitalopram atau bahan lain dalam tablet. Umumnya tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat penghambat monoamine oxidase (MAOI) tertentu karena risiko sindrom serotonin (kondisi serius akibat kelebihan aktivitas serotonin).
- Risiko gangguan irama jantung (QT memanjang): beri tahu dokter bila Anda memiliki riwayat QT memanjang, gangguan irama jantung, pingsan mendadak, kadar kalium/magnesium rendah, atau sedang memakai obat yang dapat memanjangkan QT.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: riwayat kejang/epilepsi, gangguan hati, gangguan ginjal berat, penyakit jantung koroner, glaukoma sudut tertutup (tekanan bola mata meningkat), diabetes (kadar gula bisa berubah), gangguan perdarahan, atau sedang memakai pengencer darah/obat nyeri tertentu.
- Risiko perubahan perilaku & pikiran bunuh diri: pada sebagian orang (terutama usia muda), obat antidepresan dapat meningkatkan gelisah berat, mudah marah, atau muncul pikiran menyakiti diri, terutama di awal terapi atau saat dosis dinaikkan. Keluarga/pengasuh sebaiknya ikut memantau perubahan perilaku.
- Mania/hipomania: pada orang dengan riwayat gangguan bipolar, obat ini dapat memicu episode mania (misalnya sangat berenergi, bicara cepat, impulsif, sulit tidur).
- Jangan menghentikan mendadak: penghentian tiba-tiba dapat menimbulkan gejala putus obat (misalnya pusing, sensasi seperti tersetrum, gelisah, mual, gangguan tidur). Penurunan dosis biasanya dilakukan bertahap sesuai arahan dokter.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: nyeri dada/berdebar hebat atau pingsan, kejang, reaksi alergi berat (bengkak wajah/sesak), gejala sindrom serotonin (demam, kaku, gemetar, diare, kebingungan, gelisah berat), perdarahan tidak biasa, atau muncul pikiran untuk menyakiti diri.
Dosis Cipralex Tablet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Depresi: sering dimulai 10 mg sekali sehari; dapat disesuaikan dokter hingga maksimum 20 mg per hari tergantung respons dan toleransi.
- Gangguan kecemasan tertentu (misalnya kecemasan menyeluruh, fobia sosial, gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif): umumnya 10 mg sekali sehari; pada beberapa kondisi dokter dapat memulai lebih rendah (misalnya 5 mg) lalu menaikkan bertahap maksimum sering 20 mg per hari.
- Gangguan panik: pada sebagian pasien dokter dapat memulai 5 mg sekali sehari selama sekitar 1 minggu, kemudian dinaikkan menjadi 10 mg sekali sehari; penyesuaian lanjutan sesuai respons.
- Lansia (bila relevan): sering dianjurkan memulai lebih rendah (misalnya 5 mg sekali sehari) dan umumnya batas dosis lebih rendah (sering hingga 10 mg per hari) sesuai penilaian dokter.
- Anak (bila relevan): data terbatas dan umumnya tidak dianjurkan untuk usia <18 tahun. Jika dokter tetap meresepkan, dosis dan pemantauan harus sangat ketat.
-
Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan):
- Gangguan ginjal ringan–sedang: sering tidak perlu penyesuaian khusus, tetapi tetap mengikuti evaluasi dokter.
- Gangguan ginjal berat: perlu kehati-hatian; dosis biasanya ditentukan dokter secara individual.
- Gangguan hati: dokter sering memulai lebih rendah (misalnya 5 mg/hari) dan menaikkan perlahan; batas dosis bisa lebih rendah dibanding pasien tanpa gangguan hati.
Cara menggunakan Cipralex Tablet dengan benar
- Kapan diminum: biasanya 1 kali sehari dan dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Jika mudah mual, sebagian orang lebih nyaman minum setelah makan.
- Frekuensi dan jam yang sama: minum pada jam yang sama setiap hari untuk membantu konsistensi. Bila membuat mengantuk, dokter bisa menyarankan diminum malam; bila membuat sulit tidur, bisa dipindah ke pagi ikuti arahan dokter.
- Cara minum tablet: telan dengan air. Jika tablet memiliki garis belah, pembagian dosis hanya dilakukan bila dokter memang mengarahkan.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat pada hari yang sama. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: perubahan suasana hati dan kecemasan, kualitas tidur, mual/diare, pusing, perubahan nafsu makan/berat badan, fungsi seksual, serta tanda bahaya seperti gelisah berat atau pikiran menyakiti diri. Pada kondisi tertentu dokter dapat memantau irama jantung atau kadar natrium (terutama lansia) sesuai kebutuhan.
Interaksi dengan obat lain
- MAOI (obat tertentu untuk depresi/Parkinson) dan obat dengan efek MAOI tertentu (misalnya linezolid, methylene blue): dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin dan umumnya tidak boleh dikombinasikan.
- Obat serotonergik lain (misalnya triptan untuk migrain, tramadol, lithium, beberapa antidepresan lain, tryptophan, dekstrometorfan tertentu): meningkatkan risiko sindrom serotonin.
- Obat yang meningkatkan risiko perdarahan (misalnya aspirin dosis tertentu, obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen/naproxen, warfarin, apixaban/rivaroxaban, clopidogrel): risiko memar atau perdarahan bisa meningkat.
- Obat yang dapat memanjangkan QT (sebagian antiaritmia, beberapa antipsikotik, antibiotik tertentu, dan lain-lain): dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung bila dikombinasikan.
- Obat tertentu yang dapat menaikkan kadar escitalopram (misalnya penghambat enzim tertentu seperti omeprazole/esomeprazole, cimetidine, beberapa antijamur): dapat meningkatkan efek samping; dokter mungkin menyesuaikan dosis.
- Produk herbal St. John’s wort (Hypericum perforatum): dapat meningkatkan efek samping dan risiko sindrom serotonin.
- Alkohol: tidak “menghapus” kerja obat, tetapi dapat memperburuk kantuk, pusing, dan gejala depresi/kecemasan; sebaiknya dihindari atau dibatasi sesuai arahan dokter.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- Mual, mulut kering, gangguan pencernaan (diare atau konstipasi/sembelit)
- Sakit kepala, pusing
- Sulit tidur atau mengantuk
- Berkeringat lebih banyak, tremor (tangan gemetar ringan)
- Gelisah, rasa “tidak bisa diam” (akatisia) terutama awal terapi
- Perubahan nafsu makan atau berat badan pada sebagian orang
- Efek pada fungsi seksual (misalnya libido menurun, sulit orgasme)
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
- Pikiran untuk menyakiti diri, perilaku tidak biasa, gelisah berat, atau memburuknya depresi
- Gejala sindrom serotonin: demam, kaku, gemetar, diare berat, kebingungan, jantung berdebar, gelisah ekstrem
- Reaksi alergi berat: ruam menyebar, bengkak wajah/bibir, sesak napas
- Jantung berdebar hebat, pingsan, atau nyeri dada (curiga gangguan irama)
- Kejang
- Perdarahan tidak biasa (misalnya mimisan sulit berhenti, BAB hitam, muntah darah, memar luas tanpa sebab)
- Tanda natrium rendah (hiponatremia): lemas berat, kebingungan, sakit kepala berat, sampai kejang (lebih berisiko pada lansia)
- Nyeri mata mendadak dan penglihatan kabur (curiga glaukoma sudut tertutup)
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Banyak efek samping membaik setelah tubuh beradaptasi, tetapi tetap laporkan keluhan yang mengganggu atau memburuk kepada dokter/apoteker.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: penggunaan escitalopram saat hamil perlu pertimbangan dokter karena manfaat dan risiko harus ditimbang. Pada sebagian kasus, dokter tetap meresepkan bila kondisi ibu membutuhkan terapi. Jangan menghentikan mendadak tanpa arahan dokter.
- Menyusui: escitalopram dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil. Pada sebagian ibu menyusui obat ini bisa dipertimbangkan oleh dokter, dengan pemantauan bayi (misalnya mengantuk berlebihan, rewel, atau sulit menyusu). Konsultasikan dengan dokter/apoteker.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di tempat kering.
- Jauhkan dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan (hindari menyimpan di kamar mandi).
- Simpan dalam kemasan asli untuk membantu melindungi dari kelembapan dan mencegah tertukar.
- Jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Dokumen/leaflet/assessment report Cipralex (escitalopram) dari situs registrasi obat BPOM (registrasiobat.pom.go.id)
- Ringkasan Karakteristik Produk (SmPC) Cipralex (escitalopram) – medicines.org.uk (electronic Medicines Compendium)
- MedlinePlus: Escitalopram (informasi obat untuk pasien)
- Label resmi Lexapro (escitalopram) – FDA (sebagai rujukan informasi zat aktif)
- LactMed: Escitalopram (informasi menyusui dan obat)
Terakhir diperbarui: 10 Februari 2026