Doxylamine: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping
Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Doxylamine (sering tersedia sebagai doxylamine succinate) adalah obat golongan antihistamin generasi pertama yang dapat menimbulkan kantuk. Obat ini digunakan untuk membantu keluhan sulit tidur jangka pendek dan/atau meredakan gejala alergi tertentu; pada sebagian kondisi, doxylamine juga dapat digunakan dalam kombinasi dengan vitamin B6 (piridoksin) untuk mual muntah pada kehamilan sesuai arahan dokter. Karena efek kantuknya kuat, doxylamine bukan pilihan untuk penggunaan jangka panjang dan tidak menyelesaikan penyebab utama insomnia (misalnya stres, gangguan cemas, atau kebiasaan tidur yang kurang baik). Hal penting yang sering disalahpahami: rasa kantuk “besok paginya” masih bisa terjadi, jadi aktivitas seperti mengemudi perlu dihindari bila masih mengantuk.
Bentuk/kekuatan yang dibahas pada halaman ini: tablet doxylamine 25 miligram.
Fakta cepat
- Nama generik: doxylamine
- Kandungan zat aktif: doxylamine (sering dalam bentuk garam: doxylamine succinate)
- Ejaan alternatif (bila ada): doksilamin
- Kelas obat: antihistamin generasi pertama (bersifat sedatif/menyebabkan kantuk) dan memiliki efek antikolinergik (dapat menyebabkan mulut kering, sulit buang air kecil, konstipasi)
- Manfaat utama: membantu tidur jangka pendek (sedatif); dapat membantu meredakan gejala alergi tertentu (misalnya bersin/pilek alergi) sesuai indikasi dokter
- Bentuk sediaan yang umum: tablet (misalnya 25 mg); pada beberapa produk/negara juga ada sediaan kombinasi doxylamine + piridoksin untuk mual muntah kehamilan
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): data terbatas untuk penggunaan sebagai obat tidur; pada anak umumnya dihindari kecuali dokter meresepkan untuk indikasi tertentu
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter; jangan gunakan mandiri tanpa arahan tenaga kesehatan, terutama bila punya penyakit penyerta atau sedang minum obat lain
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Doxylamine bekerja dengan menghambat efek histamin, yaitu zat alami tubuh yang berperan pada reaksi alergi. Karena dapat menembus ke otak, doxylamine juga menimbulkan efek sedatif sehingga membuat mengantuk dan membantu tidur. Selain itu, doxylamine memiliki efek antikolinergik, yang dapat mengurangi sekresi (misalnya ingus) tetapi juga dapat menimbulkan mulut kering, sembelit, dan sulit buang air kecil. Efek kantuk bisa bertahan hingga keesokan harinya pada sebagian orang, terutama bila diminum terlalu larut atau dosis terlalu tinggi.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah mengalami reaksi alergi terhadap doxylamine atau antihistamin sejenis. Beri tahu dokter bila Anda memiliki glaukoma sudut sempit (tekanan bola mata tinggi jenis tertentu) atau retensi urin (sulit buang air kecil) karena obat ini dapat memperburuk kondisi tersebut.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: pembesaran prostat, gangguan berkemih, asma atau penyakit paru obstruktif kronik (sesak menahun), sleep apnea (henti napas saat tidur), gangguan hati, gangguan jantung (misalnya berdebar/aritmia), gangguan tiroid, serta pada lansia karena lebih berisiko bingung, jatuh, dan efek antikolinergik.
- Mengantuk dan keselamatan: hindari mengemudi, mengoperasikan mesin, atau aktivitas berisiko sampai Anda benar-benar tahu bagaimana obat ini memengaruhi Anda.
- Alkohol dan obat penenang: jangan dikombinasikan dengan alkohol atau obat yang juga membuat kantuk tanpa persetujuan dokter karena dapat menekan kesadaran dan pernapasan.
- Jika insomnia menetap: bila keluhan sulit tidur berlangsung lebih dari beberapa hari–minggu, konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebabnya. Mengandalkan obat tidur berulang kali dapat menutupi masalah yang perlu ditangani (misalnya gangguan cemas/depresi, nyeri kronis, atau kebiasaan tidur).
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, biduran berat; pingsan; jantung berdebar hebat; kebingungan berat/halusinasi; kejang; tidak bisa buang air kecil; atau mengantuk berat sampai sulit dibangunkan.
Dosis Doxylamine (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: untuk membantu tidur jangka pendek, dosis yang sering digunakan adalah 25 mg (1 tablet) diminum 30 menit sebelum tidur. Pada sebagian orang, dokter dapat menyarankan memulai dari dosis lebih rendah (misalnya setengah tablet) untuk mengurangi risiko “hangover” (kantuk sisa keesokan hari).
- Lansia (bila relevan): umumnya dihindari karena risiko bingung, pusing, mulut kering berat, konstipasi, sulit buang air kecil, dan jatuh. Bila dokter menilai perlu, biasanya digunakan dosis serendah mungkin dan pemantauan ketat.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): data terbatas untuk penggunaan sebagai obat tidur pada anak dan umumnya tidak dianjurkan. Jangan memberi doxylamine pada anak tanpa instruksi dokter.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): data terbatas. Pada gangguan hati/penyakit berat, efek kantuk dapat lebih kuat—dokter mungkin menurunkan dosis atau memilih obat lain.
Cara menggunakan Doxylamine dengan benar
- Kapan diminum: umumnya diminum 30 menit sebelum tidur. Karena menyebabkan kantuk, pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup (misalnya 7–8 jam) agar tidak “teler” saat bangun.
- Dengan atau tanpa makanan: bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Bila perut terasa tidak nyaman, boleh diminum setelah makan ringan.
- Frekuensi dan jam yang sama: bila diresepkan untuk tidur, biasanya 1 kali sehari malam. Gunakan pada jam yang relatif sama bila dipakai beberapa hari, dan hindari minum terlalu larut.
- Jika lupa dosis: bila Anda lupa dan sudah mendekati waktu bangun, lewati dosis yang terlupa. Jangan menggandakan dosis karena meningkatkan risiko kantuk berat dan efek samping.
- Hal yang perlu dipantau: tingkat kantuk keesokan hari, pusing saat berdiri, mulut sangat kering, konstipasi, sulit buang air kecil, berdebar, serta perubahan perilaku (misalnya gelisah atau kebingungan). Bila muncul keluhan yang mengganggu, hubungi dokter/apoteker.
Interaksi dengan obat lain
- Alkohol: meningkatkan kantuk dan menurunkan kewaspadaan, serta dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada sebagian orang.
- Benzodiazepin dan obat penenang lain (misalnya diazepam, alprazolam, obat tidur lain): risiko kantuk berat, jatuh, dan gangguan konsentrasi meningkat.
- Opioid (misalnya morfin, tramadol, kodein): dapat meningkatkan sedasi dan pada kondisi tertentu berisiko menekan napas.
- Antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline) dan beberapa antipsikotik: efek antikolinergik bisa bertambah (mulut kering, konstipasi, retensi urin, penglihatan kabur) serta sedasi meningkat.
- Inhibitor monoamine oxidase (MAOI) (obat depresi tertentu): dapat memperkuat efek samping antikolinergik dan sedasi; kombinasi ini biasanya dihindari.
- Obat pilek/batuk atau alergi lain yang juga mengandung antihistamin (termasuk beberapa obat kombinasi): berisiko “dobel antihistamin” yang meningkatkan kantuk dan efek samping.
- Obat yang menyebabkan kantuk (misalnya beberapa obat nyeri, obat kejang tertentu, obat mabuk perjalanan): sedasi bisa bertambah.
- Obat untuk gangguan berkemih tertentu atau obat dengan efek antikolinergik lain: dapat memperburuk sulit buang air kecil, terutama pada pembesaran prostat.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Mengantuk, lemas, pusing
- Mulut kering, tenggorokan kering
- Sembelit
- Penglihatan buram
- Sulit buang air kecil (terutama pada pria dengan pembesaran prostat)
- Mual atau rasa tidak nyaman di perut
- Pada sebagian orang: gelisah atau “paradoks” (lebih aktif/bersemangat), terutama pada anak
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Reaksi alergi berat: sesak, bengkak pada wajah/bibir, biduran menyeluruh
- Mengantuk berat sampai sulit dibangunkan, kebingungan berat, halusinasi
- Jantung berdebar cepat/nyeri dada, pingsan
- Kejang
- Tidak bisa buang air kecil
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko biasanya meningkat bila dosis terlalu tinggi, diminum terlalu larut, dikombinasikan dengan alkohol/obat penenang, atau pada lansia.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: doxylamine (sering dalam kombinasi dengan piridoksin/vitamin B6) dapat diresepkan dokter untuk mual muntah pada kehamilan pada kondisi tertentu. Namun, jangan memulai sendiri tanpa evaluasi dokter karena dosis dan bentuk sediaan bisa berbeda antar produk serta perlu menilai manfaat-risikonya.
- Menyusui: data pada menyusui bervariasi; antihistamin sedatif dapat menyebabkan bayi lebih mengantuk dan pada sebagian orang dapat menurunkan produksi ASI. Konsultasikan dengan dokter/apoteker sebelum menggunakan saat menyusui.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, terlindung dari panas dan cahaya langsung.
- Jauhkan dari kelembapan (misalnya jangan disimpan di kamar mandi).
- Simpan dalam kemasan asli agar terlindung dan mudah mengecek kedaluwarsa.
- Jauh dari jangkauan anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- MedlinePlus (U.S. National Library of Medicine): informasi obat terkait doxylamine dan kombinasi doxylamine + piridoksin
- DailyMed (NIH/FDA): label/leaflet produk doxylamine succinate (informasi dosis, peringatan, efek samping)
- LactMed (NIH): ringkasan doxylamine pada ibu menyusui
- American Geriatrics Society Beers Criteria: antihistamin generasi pertama dan risiko pada lansia
- Informasi obat dari apoteker/dokter serta leaflet resmi pada kemasan produk yang Anda terima
Terakhir diperbarui: 16 Februari 2026