Lasix Tablet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Lasix adalah nama merek dagang untuk furosemide (furosemid), yaitu obat diuretik (obat “pelancar kencing”) yang membantu mengurangi penumpukan cairan berlebih (edema) pada kondisi tertentu seperti gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit hati. Cara kerjanya membuat ginjal membuang lebih banyak garam dan air melalui urine sehingga bengkak dan sesak karena cairan berlebih dapat berkurang. Halaman ini membahas Lasix tablet furosemide 40 mg; pastikan kandungan pada kemasan karena merek yang sama dapat memiliki kekuatan atau bentuk sediaan berbeda. Catatan penting yang sering disalahpahami: Lasix bukan obat penurun berat badan penurunan “berat” yang terjadi biasanya hanya karena kehilangan cairan dan dapat berbahaya bila tidak diawasi.
Fakta cepat
- Nama generik: furosemide (furosemid)
- Nama merek dagang: Lasix (tablet)
- Kandungan zat aktif: furosemide 40 mg per tablet (varian yang dibahas)
- Kelas obat: diuretik loop (diuretik kuat)
- Manfaat utama: mengurangi edema (bengkak/penumpukan cairan) dan keluhan terkait cairan berlebih; pada sebagian pasien dapat digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah
- Bentuk sediaan yang umum: tablet (berbagai kekuatan), dan sediaan suntik di fasilitas kesehatan
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): dapat digunakan pada indikasi tertentu dengan dosis berbasis berat badan dan pemantauan ketat; untuk beberapa kondisi, data dapat terbatas
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): perlu resep dokter dan umumnya termasuk obat keras; jangan digunakan tanpa arahan tenaga kesehatan
- Ejaan/istilah alternatif: furosemid (umum di Indonesia), furosemide; “diuretik” = obat yang meningkatkan produksi urine
- Catatan varian: pastikan kekuatan (misalnya 20 mg/40 mg/80 mg) pada kemasan karena dosis sangat bergantung pada kekuatan tablet
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Lasix (furosemide) bekerja terutama di ginjal, pada bagian “loop” (lengkung) Henle, untuk menghambat penyerapan kembali garam (natrium) dan klorida. Akibatnya, lebih banyak garam dan air ikut keluar bersama urine. Dengan berkurangnya cairan berlebih, bengkak pada kaki atau tubuh, rasa penuh/berat, dan sesak karena cairan di paru dapat membaik. Karena efeknya cukup kuat, obat ini dapat menurunkan tekanan darah dan dapat mengubah keseimbangan elektrolit (mineral penting seperti kalium dan natrium) sehingga pemantauan sering diperlukan.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi dan kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap furosemide. Hindari penggunaan bila mengalami anuria (tidak bisa buang air kecil) atau kondisi dehidrasi/ketidakseimbangan elektrolit yang berat, kecuali dokter menilai manfaat lebih besar dan melakukan penanganan ketat.
-
Kondisi yang perlu kehati-hatian:
- Penyakit ginjal (risiko fungsi ginjal memburuk bila dehidrasi atau bersama obat tertentu).
- Penyakit hati berat/sirosis (kerusakan hati menahun), terutama bila ada risiko ensefalopati hepatik (gangguan kesadaran akibat penyakit hati).
- Tekanan darah rendah, mudah pusing saat berdiri (hipotensi ortostatik).
- Diabetes (kadar gula darah bisa lebih sulit terkontrol pada sebagian orang).
- Asam urat tinggi/gout (dapat memicu kekambuhan pada sebagian pasien).
- Pembesaran prostat atau sulit buang air kecil (risiko retensi urine).
- Gangguan pendengaran atau penggunaan obat yang berisiko mengganggu pendengaran.
- Risiko dehidrasi dan gangguan elektrolit: Lasix dapat menyebabkan kekurangan cairan serta kadar kalium/natrium/magnesium turun. Gejalanya dapat berupa lemas, kram, berdebar, pusing, hingga pingsan.
- Jangan menghentikan mendadak (bila relevan): pada beberapa kondisi seperti gagal jantung dengan edema, menghentikan obat secara mendadak dapat membuat cairan menumpuk kembali. Diskusikan dulu dengan dokter bila ingin menghentikan atau mengubah dosis.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: sesak berat, pingsan, kebingungan berat, sangat haus tapi sulit minum, urine sangat sedikit, jantung berdebar tidak teratur, kelemahan ekstrem, kejang, reaksi alergi (bengkak pada wajah/bibir, gatal menyeluruh, sesak), ruam luas melepuh, atau penurunan pendengaran mendadak.
Dosis Lasix Tablet (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Edema (penumpukan cairan): dosis awal oral sering berada pada kisaran 20–80 mg per hari (misalnya 1/2–2 tablet 40 mg), dapat disesuaikan bertahap sesuai respons (berat badan, bengkak, tekanan darah, hasil lab). Pada beberapa pasien, dokter dapat membagi dosis menjadi 1–2 kali sehari.
- Hipertensi (tekanan darah tinggi): kadang digunakan sebagai tambahan obat lain; dosis bervariasi dan tidak selalu menjadi pilihan utama. Ikuti resep karena strategi terapi sangat bergantung pada kondisi penyerta.
- Lansia (bila relevan): umumnya dokter memulai dari dosis lebih rendah atau menaikkan lebih perlahan karena lebih rentan pusing, dehidrasi, dan gangguan elektrolit/fungsi ginjal.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): penggunaan pada anak harus berdasarkan penilaian dokter. Dosis oral sering dihitung dari berat badan (misalnya kisaran sekitar 1–2 mg/kg per dosis), tetapi regimen dapat berbeda tergantung indikasi dan respons; data rinci dapat bervariasi dan perlu pengawasan ketat.
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): pada gangguan ginjal, dokter dapat menyesuaikan dosis berdasarkan respons dan fungsi ginjal serta elektrolit; pada penyakit hati, biasanya perlu kehati-hatian untuk mencegah dehidrasi dan gangguan elektrolit. Penyesuaian sangat individual; konsultasikan dokter.
Cara menggunakan Lasix Tablet dengan benar
- Kapan diminum: umumnya dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Bila perut terasa tidak nyaman, boleh diminum setelah makan ringan.
- Waktu yang dianjurkan: sering disarankan diminum pagi hari agar tidak terlalu sering buang air kecil saat malam. Jika diresepkan 2 kali sehari, biasanya pagi dan siang/sore awal (misalnya sebelum pukul 16.00) untuk mengurangi gangguan tidur.
- Frekuensi dan konsistensi: minum pada jam yang sama setiap hari sesuai instruksi agar efek stabil.
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat jika masih jauh dari jadwal berikutnya. Jika sudah dekat dengan dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
-
Hal yang perlu dipantau:
- Berat badan harian (terutama pada gagal jantung): kenaikan cepat dapat menandakan cairan menumpuk.
- Tekanan darah, terutama bila sering pusing atau lemas.
- Gejala dehidrasi (mulut kering, sangat haus, pusing, urine berkurang).
- Pemeriksaan dokter: elektrolit (kalium, natrium, magnesium), fungsi ginjal (kreatinin), dan kadang asam urat/gula darah sesuai kondisi.
Interaksi dengan obat lain
- Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS/NSAID) seperti ibuprofen, asam mefenamat, diklofenak: dapat mengurangi efek diuretik dan meningkatkan risiko gangguan ginjal, terutama bila kurang minum atau lansia.
- Obat tekanan darah (misalnya penghambat ACE seperti captopril/lisinopril, ARB seperti losartan, atau obat lain): dapat meningkatkan risiko tekanan darah terlalu rendah, pusing, atau perubahan fungsi ginjal terutama saat awal kombinasi.
- Digoxin: Lasix dapat menurunkan kalium/magnesium; kondisi ini meningkatkan risiko toksisitas digoxin (mual, gangguan irama jantung, penglihatan kabur/kuning).
- Lithium: diuretik dapat meningkatkan kadar lithium sehingga risiko keracunan lithium (tremor, bingung, muntah, diare) meningkat.
- Antibiotik aminoglikosida (misalnya gentamicin) atau obat tertentu lain yang berisiko pada pendengaran: dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran (ototoksisitas), terutama pada dosis tinggi atau kondisi tertentu.
- Kortikosteroid (misalnya prednison), amfoterisin B, atau penggunaan laksatif berlebihan: dapat meningkatkan risiko kalium rendah.
- Diuretik lain atau obat yang memengaruhi elektrolit: meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit.
- Sucralfate/kolestiramin (obat saluran cerna/penurun kolesterol tertentu): dapat menurunkan penyerapan furosemide; dokter/apoteker mungkin menyarankan jeda waktu minum.
- Alkohol: dapat memperparah pusing dan menurunkan tekanan darah.
- Makanan/minuman tertentu: konsumsi garam (natrium) tinggi dapat mengurangi manfaat pada edema/tekanan darah; licorice (akar manis) dalam jumlah besar dapat memperburuk kalium rendah.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang).
- Lebih sering buang air kecil (terutama beberapa jam setelah minum obat)
- Pusing, terutama saat berdiri tiba-tiba
- Sakit kepala
- Mual, tidak enak perut
- Mulut kering, rasa haus
- Kram otot atau lemas (dapat terkait elektrolit menurun)
- Tekanan darah menurun
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat.
- Gejala dehidrasi berat: sangat lemas, pingsan, bingung, urine sangat sedikit
- Jantung berdebar tidak teratur, nyeri dada, atau kelemahan berat (bisa terkait gangguan elektrolit)
- Reaksi alergi: bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, gatal hebat, sesak napas
- Ruam kulit berat, melepuh, luka di mulut (tanda reaksi kulit serius)
- Penurunan pendengaran atau telinga berdenging yang muncul mendadak
- Nyeri perut hebat, kulit/mata menguning (tanda gangguan hati), atau memar/perdarahan mudah yang tidak biasa
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko dan jenis efek samping dipengaruhi dosis, kondisi kesehatan, dan obat lain yang digunakan.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: penggunaan diuretik saat hamil perlu pertimbangan khusus. Pada beberapa kondisi tertentu dokter dapat meresepkan furosemide bila manfaatnya lebih besar daripada risiko, tetapi tidak dianjurkan digunakan tanpa pengawasan. Konsultasikan dokter bila sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
- Menyusui: furosemide dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil dan pada sebagian ibu dapat mengurangi produksi ASI (terutama pada dosis tertentu). Diskusikan dengan dokter/apoteker mengenai pilihan terbaik dan pemantauan bayi.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang dan di tempat kering, jauh dari panas dan cahaya langsung.
- Hindari menyimpan di kamar mandi atau tempat lembap.
- Simpan dalam kemasan aslinya hingga digunakan.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- MedlinePlus (US National Library of Medicine): Furosemide
- NHS (National Health Service, UK): Furosemide
- DailyMed (US NIH): LASIX (furosemide) – informasi label obat
- LactMed (NIH): Furosemide – informasi laktasi
- Leaflet/label resmi produk yang tertera pada kemasan Lasix yang Anda gunakan (komposisi dan aturan pakai dapat berbeda antar varian dan negara)
Terakhir diperbarui: 17 Januari 2026
Leave a comment