Voltaren Emulgel: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat bebas terbatas (umumnya di Indonesia). Gunakan sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Voltaren Emulgel adalah nama merek dagang untuk obat oles yang mengandung diklofenak (diclofenac) diethylamine. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan lokal pada otot atau sendi, misalnya setelah keseleo/terkilir atau pada keluhan rematik tertentu. Diklofenak bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin (zat yang berperan dalam nyeri dan peradangan), sehingga efeknya umumnya terasa bertahap dan bukan “instan”. Catatan penting: obat ini hanya untuk pemakaian luar dan tidak boleh dioleskan pada kulit yang luka; pastikan kandungan pada kemasan karena merek “Voltaren” dapat memiliki varian lain dengan aturan pakai berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: diklofenak (diclofenac) topikal
- Nama merek dagang: Voltaren Emulgel
- Kandungan zat aktif: diclofenac diethylamine 11,6 mg per 1 gram gel (setara diclofenac sodium 10 mg per 1 gram)
- Kelas obat: obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS)
- Manfaat utama: meredakan nyeri dan peradangan lokal pada otot/sendi (misalnya akibat terkilir, keseleo, memar, atau keluhan rematik lokal tertentu)
- Bentuk sediaan yang umum: gel/emulgel 1,16%
- Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): tidak dianjurkan (data terbatas)
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras; gunakan sesuai resep dokter dan petunjuk pada kemasan
- Ejaan alternatif (bila ada): Voltaren Emulgel 1.16% (penulisan titik), diklofenak/diclofenac
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Diklofenak termasuk OAINS yang membantu meredakan nyeri dan peradangan dengan menurunkan produksi prostaglandin. Karena bentuknya obat oles, efek utamanya diharapkan bekerja secara lokal pada area yang dioles. Penyerapan ke aliran darah umumnya lebih rendah dibanding diklofenak minum, tetapi tetap bisa meningkat jika dipakai pada area kulit yang luas atau untuk waktu lama. Menutup area oles dengan balutan rapat (kedap udara) dapat meningkatkan penyerapan obat dan berpotensi menambah risiko efek samping.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap diklofenak atau bahan tertentu pada sediaan (misalnya propylene glycol atau isopropyl alcohol). Hindari juga bila Anda pernah mengalami asma, urtikaria (biduran), atau rinitis (pilek alergi) yang dipicu oleh aspirin (asam asetilsalisilat) atau OAINS lain.
- Hanya untuk pemakaian luar: jangan ditelan. Hindari kontak dengan mata, mulut, dan membran mukosa (bagian lembap seperti bagian dalam hidung atau area genital).
- Jangan oles pada kulit yang tidak utuh: hindari pemakaian pada luka terbuka, lecet, kulit yang mengalami infeksi, atau area yang sangat iritasi.
- Balutan: boleh digunakan dengan perban biasa yang tidak rapat (non-oklusi), tetapi jangan ditutup dengan balutan kedap udara (oklusi).
- Hindari pemakaian bersamaan dengan OAINS/diklofenak oral: tanpa arahan dokter, karena dapat menambah risiko efek samping.
- Kondisi yang perlu kehati-hatian: bila Anda memiliki riwayat tukak lambung/perdarahan saluran cerna, penyakit ginjal, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau sedang mengonsumsi obat pengencer darah, diskusikan dulu dengan dokter/apoteker terutama jika pemakaian akan luas atau lama.
- Kehamilan: tidak dianjurkan selama hamil dan kontraindikasi pada trimester ketiga.
- Kapan harus segera mencari pertolongan medis: bila muncul sesak napas/mengi, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, ruam menyeluruh atau melepuh, atau bila obat tidak sengaja tertelan.
Dosis Voltaren Emulgel (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
- Dewasa: oleskan pada area nyeri 3–4 kali sehari, lalu gosok perlahan. Jumlah gel tergantung luas area; sebagai gambaran, sekitar 2–4 gram (kurang lebih seukuran buah ceri sampai walnut) dapat digunakan untuk area kira-kira 400–800 cm2. Setelah mengoles, cuci tangan (kecuali bila tangan yang diobati).
- Lansia (bila relevan): umumnya mengikuti dosis dewasa, tetapi gunakan jumlah paling sedikit yang efektif dan hindari pemakaian pada area sangat luas atau jangka lama tanpa pengawasan medis.
- Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): tidak dianjurkan (data terbatas).
- Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): untuk pemakaian luar biasanya tidak memerlukan penyesuaian khusus, tetapi data terbatas; konsultasikan bila pemakaian luas atau lama.
Cara menggunakan Voltaren Emulgel dengan benar
- Kapan digunakan: karena ini obat oles, pemakaian tidak terkait makanan. Gunakan 3–4 kali sehari dengan jarak waktu yang merata (misalnya pagi–siang–sore–malam).
- Cara mengoles: oles tipis pada kulit yang bersih dan kering, lalu gosok perlahan sampai merata. Biarkan mengering sebelum menutup dengan pakaian.
- Frekuensi dan jam yang sama: gunakan secara teratur pada jam yang kurang lebih sama setiap hari agar efek lebih konsisten.
- Jika lupa dosis: gunakan segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Setelah pemakaian: cuci tangan (kecuali bila tangan diobati). Hindari menyentuh mata atau area sensitif sebelum mencuci tangan.
- Hal yang perlu dipantau: perhatikan iritasi kulit (kemerahan, gatal, ruam). Hentikan pemakaian dan konsultasikan bila keluhan kulit berat, meluas, atau muncul lepuh. Bila nyeri/bengkak tidak membaik, evaluasi kembali sesuai arahan dokter (sering dianjurkan penilaian ulang setelah sekitar 2 minggu).
Interaksi dengan obat lain
- Catatan: pada beberapa leaflet, interaksi untuk gel topikal bisa tertulis “data terbatas”. Walau begitu, karena diklofenak adalah OAINS, interaksi yang dikenal pada OAINS dapat menjadi relevan, terutama bila pemakaian luas, lama, atau bersamaan dengan OAINS lain.
- OAINS lain (misalnya ibuprofen, naproksen, aspirin dosis nyeri): dapat meningkatkan risiko efek samping OAINS, apalagi bila juga memakai diklofenak oral.
- Antikoagulan/obat pengencer darah (misalnya warfarin, apixaban, rivaroxaban, dabigatran) dan antiplatelet (misalnya clopidogrel): dapat meningkatkan risiko perdarahan.
- Kortikosteroid sistemik (misalnya prednison/dexamethasone): bila dikombinasikan dengan OAINS, risiko iritasi/perdarahan saluran cerna dapat meningkat (lebih relevan bila ada paparan OAINS sistemik).
- Antidepresan tertentu (SSRI/SNRI, misalnya sertraline, fluoxetine, duloxetine): dapat meningkatkan risiko perdarahan.
- Obat tekanan darah (ACE inhibitor/ARB) dan diuretik: OAINS dapat memengaruhi fungsi ginjal/tekanan darah pada sebagian orang (risiko meningkat bila ada penyerapan sistemik).
- Lithium: OAINS dapat meningkatkan kadar lithium pada sebagian pasien.
- Methotrexate: OAINS dapat meningkatkan risiko toksisitas methotrexate.
- Siklosporin/takrolimus: dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal bila ada paparan OAINS sistemik.
- Produk oles lain di area yang sama (misalnya produk yang mengiritasi, “salep panas”, kosmetik tertentu): dapat meningkatkan iritasi; beri jeda dan pastikan area benar-benar kering sebelum menggunakan produk lain.
- Alkohol: konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko iritasi/perdarahan saluran cerna pada OAINS (lebih bermakna bila Anda juga memakai OAINS oral).
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
-
Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang):
- Iritasi kulit di area oles: kemerahan, gatal, ruam.
- Dermatitis kontak (radang kulit akibat kontak), eksim, atau rasa panas/perih ringan.
- Kulit kering atau tidak nyaman pada area yang dioles.
-
Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat:
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, biduran menyeluruh, sesak napas.
- Mengi/serangan asma setelah pemakaian.
- Ruam luas, lepuh (dermatitis bulosa), atau kulit terasa terbakar hebat.
- Gejala yang mengarah ke efek samping sistemik OAINS (jarang pada pemakaian topikal, tetapi mungkin): nyeri perut hebat, muntah darah, tinja hitam, bengkak pada tungkai, penurunan jumlah urine, nyeri dada, kelemahan mendadak.
- Obat tidak sengaja tertelan.
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Risiko biasanya meningkat bila obat digunakan pada area yang luas, dipakai terlalu sering, atau digunakan dalam waktu lama tanpa pengawasan.
Kehamilan dan menyusui
- Kehamilan: penggunaan diklofenak topikal selama kehamilan umumnya tidak dianjurkan. Pada trimester ketiga, diklofenak termasuk yang tidak boleh digunakan. Bila Anda hamil atau merencanakan hamil, konsultasikan terlebih dahulu.
- Menyusui: beberapa sumber menyebut kadar diklofenak dalam ASI cenderung rendah, namun sebagian informasi produk/topikal menyarankan tidak dianjurkan selama menyusui. Jika dokter menilai manfaat lebih besar daripada risiko, hindari mengoles pada payudara, jangan gunakan pada area luas atau dalam waktu lama, dan cuci tangan sebelum menyentuh bayi.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang dan jangan di atas 25°C.
- Jauhkan dari panas, cahaya langsung, dan kelembapan.
- Tutup rapat setelah digunakan dan simpan dalam kemasan asli.
- Jauh dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Leaflet resmi/Informasi produk Voltaren Emulgel 1,16% Gel (Indonesia).
- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI – informasi registrasi produk Voltaren Emulgel 1,16%.
- MedlinePlus – informasi obat diclofenac topical.
- DailyMed (U.S. National Library of Medicine) – informasi label diclofenac topical (Voltaren Gel/diclofenac sodium topical gel).
- National Health Service (NHS) UK – informasi diklofenak pada kehamilan dan menyusui.
- LactMed (NCBI Bookshelf) – informasi diklofenak dan laktasi.
Terakhir diperbarui: 22 Januari 2026
Leave a comment