Vometa Drop: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.
Ringkasan singkat
Vometa Drop (sering juga ditulis Vometa Drops) adalah nama merek dagang untuk obat dengan zat aktif domperidone. Pada sediaan tetes yang umum, domperidone membantu meredakan mual dan muntah serta keluhan dispepsia (begah, cepat kenyang, kembung) dengan cara membantu gerak lambung lebih teratur.
Hal yang sering disalahpahami: obat ini bukan “penyembuh penyebab” mual-muntah, dan tidak boleh dipakai lebih lama atau lebih tinggi dosisnya tanpa arahan dokter karena ada risiko efek samping serius (terutama gangguan irama jantung) pada sebagian orang.
Catatan Mode B: Artikel ini membahas Vometa Drop sediaan tetes oral yang umum berisi domperidone 5 mg per 1 mL. Pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda.
Fakta cepat
- Nama generik: domperidone
- Nama merek dagang: Vometa (Vometa Drop/Vometa Drops)
- Kandungan zat aktif: domperidone
- Kelas obat: antiemetik (pereda mual-muntah) dan prokinetik (membantu gerak lambung)
- Manfaat utama: meredakan mual dan muntah; membantu keluhan begah/kembung terkait lambung yang “lambat” pada sebagian kondisi
- Bentuk sediaan yang umum: tetes oral (drops) 5 mg/mL (seringnya botol 10 mL; dapat berbeda di pasaran)
- Penggunaan pada anak: perlu arahan dokter; pada banyak pedoman, tidak direkomendasikan rutin pada anak kecil untuk muntah karena “masuk angin”/gastroenteritis (radang lambung-usus), kecuali dokter menilai perlu pada kondisi tertentu
- Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): termasuk obat keras/obat resep; jangan membeli atau menggunakan tanpa evaluasi dokter/apoteker
Cara kerja (penjelasan sederhana)
Domperidone bekerja terutama di saluran cerna dengan membantu meningkatkan gerakan lambung dan usus bagian atas, sehingga pengosongan lambung bisa lebih lancar dan rasa begah/mual dapat berkurang. Obat ini juga dapat menekan sinyal pemicu mual pada area tertentu yang berperan dalam refleks muntah. Pada sebagian orang, domperidone dapat memengaruhi “listrik” jantung (misalnya memperpanjang interval QT pada rekaman listrik jantung), sehingga penting menggunakan dosis serendah mungkin dan durasi sesingkat mungkin sesuai resep.
Peringatan penting sebelum menggunakan
- Alergi/kontraindikasi penting: jangan gunakan bila pernah alergi terhadap domperidone atau komponen obat.
- Masalah jantung tertentu: beritahu dokter bila Anda punya riwayat gangguan irama jantung, gagal jantung, pingsan yang tidak jelas penyebabnya, atau pernah diberitahu memiliki interval QT panjang pada elektrokardiogram (rekaman listrik jantung).
- Gangguan hati: umumnya tidak dianjurkan pada gangguan hati sedang–berat. Konsultasikan dokter untuk menilai keamanan.
- Kondisi saluran cerna yang berbahaya: jangan gunakan bila ada dugaan sumbatan usus, perdarahan saluran cerna (misalnya muntah darah, tinja hitam), atau nyeri perut hebat yang tidak biasa ini perlu evaluasi segera.
- Tumor kelenjar pituitari (prolaktinoma): domperidone dapat meningkatkan hormon prolaktin; informasikan bila ada riwayat tumor pituitari atau keluhan terkait hormon.
- Gangguan ginjal, gangguan elektrolit, dan usia lanjut: penggunaan perlu kehati-hatian, terutama bila Anda berusia di atas 60 tahun atau mudah mengalami kekurangan kalium/magnesium (misalnya karena muntah berat atau penggunaan diuretik tertentu).
- Anak-anak: penggunaan pada anak harus benar-benar atas pertimbangan dokter. Jangan memberikan sendiri untuk “muntah karena infeksi lambung” tanpa saran tenaga kesehatan.
- Jangan memperpanjang pemakaian: umumnya domperidone digunakan jangka pendek. Jangan menambah dosis atau memperpanjang durasi tanpa dokter.
- Jangan menghentikan mendadak bila dipakai dosis tinggi/jangka lama untuk tujuan khusus: bila domperidone digunakan dalam skenario tertentu (misalnya untuk tujuan meningkatkan produksi ASI di bawah pengawasan), penghentian kadang perlu bertahap sesuai arahan dokter.
- Segera cari pertolongan medis bila muncul berdebar hebat, nyeri dada, pingsan, sesak, reaksi alergi (bengkak wajah/bibir, gatal menyeluruh), atau tanda dehidrasi berat akibat muntah (lemas sekali, tidak bisa minum, jarang buang air kecil).
Dosis Vometa Drop (dosis umum)
Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.
-
Dewasa:
- Dosis yang sering digunakan: 10 mg hingga 3 kali sehari, diminum 15–30 menit sebelum makan; pada beberapa regimen bisa sampai 4 kali sehari dengan jarak antardosis.
- Untuk sediaan 5 mg/mL: 10 mg kira-kira setara 2 mL.
- Banyak pedoman membatasi total harian sekitar 30 mg/hari (≈ 6 mL/hari) dan menganjurkan durasi singkat (seringnya sampai sekitar 1 minggu), kecuali dokter menilai lain.
-
Lansia (bila relevan):
- Sering menggunakan dosis dewasa, tetapi dokter biasanya lebih berhati-hati (memilih dosis paling rendah dan durasi singkat) karena risiko gangguan irama jantung dapat lebih tinggi pada usia lanjut.
-
Anak (bila relevan):
- Jangan memberikan tanpa resep. Pada banyak pedoman, domperidone tidak direkomendasikan rutin untuk anak kecil pada muntah karena infeksi lambung biasa.
- Bila dokter meresepkan (misalnya pada kondisi tertentu), dosis sering berbasis berat badan: sekitar 0,25 mg/kg per dosis (untuk sediaan 5 mg/mL setara 0,05 mL/kg per dosis), diberikan 3–4 kali sehari.
- Contoh konversi (hanya untuk membantu memahami ukuran): anak 10 kg → 0,25 mg/kg ≈ 2,5 mg ≈ 0,5 mL per dosis. Tetap ikuti dosis dari dokter.
-
Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan):
- Gangguan ginjal: pada gangguan berat, dokter dapat menurunkan frekuensi (misalnya menjadi 1–2 kali sehari) dan memantau respons serta efek samping.
- Gangguan hati: umumnya tidak dianjurkan pada gangguan hati sedang–berat; perlu penilaian dokter (data rinci dapat berbeda antar negara/label).
Cara menggunakan Vometa Drop dengan benar
- Kapan diminum: umumnya diminum 15–30 menit sebelum makan. Sebagian regimen menambahkan dosis sebelum tidur malam bila dokter menganjurkan.
- Frekuensi: minum sesuai jadwal; usahakan pada jam yang konsisten tiap hari bila dipakai beberapa kali sehari.
- Cara ukur: bila bentuknya suspensi/tetes, kocok botol bila dianjurkan pada kemasan. Ukur dengan pipet/alat ukur yang disertakan (lebih akurat daripada “mengira jumlah tetes”).
- Jika lupa dosis: minum segera saat ingat jika masih jauh dari jadwal berikutnya. Jika sudah dekat, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.
- Hal yang perlu dipantau: perbaikan mual-muntah, tanda dehidrasi (mulut kering, lemas, jarang buang air kecil), serta tanda masalah jantung (berdebar, pusing berat, pingsan). Dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan pada orang yang berisiko.
Interaksi dengan obat lain
- Antijamur golongan azol (misalnya ketoconazole, itraconazole, posaconazole, voriconazole): dapat meningkatkan kadar domperidone dan menaikkan risiko gangguan irama jantung.
- Antibiotik makrolida (misalnya erythromycin, clarithromycin, telithromycin): dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung bila digunakan bersama.
- Obat HIV tertentu (misalnya beberapa protease inhibitor seperti ritonavir) dan obat tertentu lain yang menghambat pemecahan obat di hati: dapat meningkatkan kadar domperidone.
- Obat yang dapat memengaruhi irama jantung / memperpanjang QT (contoh: amiodarone, sotalol; beberapa antipsikotik seperti haloperidol; antidepresan tertentu seperti citalopram/escitalopram; antibiotik tertentu seperti levofloxacin/moxifloxacin): kombinasi dapat meningkatkan risiko aritmia (gangguan irama jantung).
- Obat jantung tertentu (misalnya diltiazem/verapamil): pada beberapa orang dapat meningkatkan risiko efek samping; perlu penilaian dokter.
- Obat antikolinergik (misalnya atropin) atau opioid (misalnya morfin): dapat mengurangi efek domperidone pada gerakan lambung pada sebagian kasus.
- Obat yang dapat menurunkan kalium/magnesium (misalnya diuretik tertentu): bila menyebabkan gangguan elektrolit, risiko gangguan irama jantung bisa meningkat.
- Makanan/minuman: umumnya dianjurkan diminum sebelum makan. Alkohol sebaiknya dihindari atau dibatasi karena dapat memperburuk pusing/mengantuk pada sebagian orang. Grapefruit/jeruk bali sebaiknya dihindari bila dokter/apoteker menilai berisiko meningkatkan kadar obat.
Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.
Efek samping
1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)
- Mulut kering, sakit kepala, pusing, rasa tidak nyaman/kram perut, diare atau perubahan pola buang air besar.
- Rasa mengantuk atau lelah (tidak selalu, tetapi bisa terjadi pada sebagian orang).
- Efek terkait peningkatan hormon prolaktin: payudara terasa nyeri, keluar cairan seperti susu, gangguan menstruasi; pada pria dapat terjadi pembesaran/nyeri payudara.
2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat
- Berdebar cepat/tidak teratur, nyeri dada, pingsan, atau sesak napas (bisa mengarah ke gangguan irama jantung).
- Reaksi alergi berat: bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, sesak, ruam hebat menyeluruh.
- Nyeri perut hebat, muntah darah, atau tinja hitam (tanda perdarahan saluran cerna).
- Gangguan saraf yang berat (jarang), seperti gerakan tidak terkendali, kejang, atau kebingungan berat.
Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Bila ada keluhan yang mengganggu atau tidak biasa, hentikan penggunaan dan hubungi dokter/apoteker untuk arahan.
Kehamilan dan menyusui
Kehamilan: data keamanan domperidone pada kehamilan tidak selalu lengkap. Penggunaan sebaiknya hanya bila dokter menilai manfaat lebih besar daripada risikonya, dan dalam dosis/durasi paling rendah yang efektif.
Menyusui: domperidone dapat masuk ke ASI dalam jumlah kecil. Pada beberapa pedoman, penggunaan jangka pendek saat menyusui dapat dipertimbangkan bila dokter menilai perlu. Namun domperidone juga kadang digunakan “di luar indikasi” untuk meningkatkan produksi ASI; hal ini harus di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena ada risiko efek samping (termasuk pada jantung), terutama bila dosis tinggi atau durasi panjang.
Penyimpanan
- Simpan pada suhu ruang, di tempat kering, terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.
- Tutup botol rapat setelah digunakan, dan gunakan alat ukur yang bersih.
- Periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan.
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Referensi dan terakhir diperbarui
- Dexa Group / Dexa Medica. Informasi produk “Vometa” (domperidone) – indikasi dan dosis pada sediaan drops.
- National Health Service (NHS), Inggris. Domperidone: “Who can and cannot take domperidone” dan “How and when to take domperidone”.
- European Medicines Agency (EMA). Rekomendasi pembatasan penggunaan domperidone terkait risiko jantung (QT/aritmia) dan kontraindikasi penting.
- Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), Inggris. Peringatan keamanan “Domperidone: risks of cardiac side effects”.
- Mayo Clinic. Domperidone (oral route): deskripsi dan pertimbangan sebelum penggunaan.
- LactMed (NCBI Bookshelf). Domperidone – ringkasan paparan pada ASI dan data menyusui; serta U.S. Food and Drug Administration (FDA) – “Information about domperidone”.
Terakhir diperbarui: 22 Januari 2026
Leave a comment