Urogetix Kaplet

Urogetix Kaplet: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Interaksi, Efek Samping

Golongan: Obat resep. Gunakan sesuai resep dokter. Informasi ini untuk edukasi dan tidak menggantikan konsultasi dokter atau apoteker.

Ringkasan singkat

Urogetix Kaplet adalah nama merek dagang untuk phenazopyridine hidroklorida (phenazopyridine HCl) dalam bentuk kaplet 100 mg. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan keluhan tidak nyaman pada saluran kemih bagian bawah, seperti nyeri, rasa terbakar, dan rasa ingin buang air kecil terus-menerus akibat iritasi. Phenazopyridine bekerja terutama secara lokal di saluran kemih setelah dikeluarkan melalui urine. Catatan penting: obat ini bukan antibiotik dan tidak menyembuhkan infeksi; biasanya dipakai jangka pendek sesuai arahan dokter (pastikan kandungan pada kemasan karena varian bisa berbeda).

Fakta cepat

  • Nama generik: Phenazopyridine hydrochloride (fenazopiridin HCl)
  • Nama merek dagang: Urogetix
  • Kandungan zat aktif: Phenazopyridine HCl 100 mg per kaplet
  • Kelas obat: Analgesik saluran kemih (pereda nyeri lokal saluran kemih)
  • Manfaat utama: Meredakan nyeri/rasa terbakar/ketidaknyamanan saat berkemih akibat iritasi saluran kemih
  • Bentuk sediaan yang umum: Kaplet/tablet (yang dibahas: kaplet 100 mg)
  • Penggunaan pada anak (jika ada; kalau tidak ada, tulis data terbatas): Data terbatas; penggunaan pada anak harus atas pertimbangan dokter, tidak untuk swamedikasi
  • Catatan resep (tegas: perlu resep dokter): Termasuk obat keras; gunakan dan peroleh dengan resep dokter
  • Ejaan alternatif (bila ada): Kadang tertulis “Urogetik” di beberapa katalog; tetap rujuk ke kemasan
  • Nomor izin edar (bila tercantum pada kemasan): DKL9609206204A1

Cara kerja (penjelasan sederhana)

Setelah diminum, phenazopyridine diserap dan kemudian banyak dikeluarkan kembali melalui ginjal ke dalam urine. Di saluran kemih, obat ini memberi efek pereda nyeri lokal pada lapisan (mukosa) yang sedang teriritasi sehingga keluhan seperti nyeri dan rasa terbakar dapat berkurang. Mekanisme pastinya tidak sepenuhnya diketahui, tetapi efek utamanya bersifat “menenangkan” area yang iritasi. Karena hanya meredakan gejala, obat ini tidak mengatasi penyebab utama (misalnya bakteri pada infeksi saluran kemih).

Peringatan penting sebelum menggunakan

  • Alergi dan kontraindikasi penting: Jangan gunakan bila pernah alergi terhadap phenazopyridine. Umumnya tidak dianjurkan pada gangguan ginjal (obat bisa menumpuk). Banyak sumber juga menyarankan menghindari pada gangguan hati berat.
  • Kondisi yang perlu kehati-hatian: Lansia (fungsi ginjal dapat menurun), riwayat penyakit ginjal/hati, serta defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD; kelainan enzim darah) karena dapat meningkatkan risiko gangguan darah tertentu.
  • Jangan memperpanjang pemakaian sendiri: Urogetix umumnya untuk pemakaian singkat. Penggunaan lebih lama dari yang dianjurkan dapat meningkatkan risiko efek samping dan bisa menutupi (mem-mask) gejala penyakit yang perlu ditangani.
  • Perubahan warna urine: Urine bisa menjadi oranye-kemerahan/cokelat. Ini sering tidak berbahaya, tetapi dapat menodai pakaian dan dapat menodai lensa kontak; sebaiknya hindari penggunaan lensa kontak selama terapi.
  • Gangguan hasil tes urine: Phenazopyridine dapat mengganggu interpretasi beberapa pemeriksaan urine (misalnya pemeriksaan gula atau keton dalam urine). Beri tahu dokter/petugas laboratorium bila sedang mengonsumsinya.
  • Kapan harus segera mencari pertolongan medis: Sesak napas, kulit/kuku tampak kebiruan, ruam berat atau bengkak pada wajah/bibir, mata atau kulit menguning, jumlah urine menurun drastis, bengkak pada tungkai, atau gejala memburuk cepat.

Dosis Urogetix Kaplet (dosis umum)

Dosis dapat berbeda pada tiap orang. Ikuti resep dokter.

  • Dewasa: Umumnya 2 kaplet (100 mg per kaplet) 3 kali sehari, diminum setelah makan. Pada keluhan terkait infeksi saluran kemih, banyak rujukan membatasi penggunaan phenazopyridine sebagai pereda gejala hingga sekitar maksimal 2 hari bila digunakan bersama antibiotik, kecuali dokter memberi instruksi berbeda.
  • Lansia (bila relevan): Dokter sering lebih berhati-hati karena fungsi ginjal cenderung menurun. Jangan gunakan tanpa evaluasi dokter, terutama bila ada riwayat penyakit ginjal.
  • Anak (bila relevan; bila data terbatas, tulis jelas): Data terbatas untuk penggunaan rutin pada anak dan tidak dianjurkan untuk swamedikasi. Bila dokter meresepkan, dosis ditentukan berdasarkan usia/berat badan dan kondisi klinis.
  • Penyesuaian pada gangguan ginjal atau gangguan hati (bila relevan; kalau tidak ada data, tulis data terbatas): Pada gangguan ginjal, phenazopyridine umumnya kontraindikasi (tidak dianjurkan) karena berisiko menumpuk; pada beberapa sumber disebutkan kehati-hatian khusus bila bersihan kreatinin (perkiraan kemampuan ginjal menyaring darah) rendah. Pada gangguan hati, terutama yang berat, penggunaan sebaiknya dihindari; data penyesuaian dosis spesifik terbatas sehingga harus mengikuti arahan dokter.

Cara menggunakan Urogetix Kaplet dengan benar

  • Kapan diminum: Minum setelah makan untuk membantu mengurangi iritasi lambung. Telan kaplet utuh dengan segelas air; jangan dikunyah atau dihancurkan.
  • Frekuensi dan jam yang sama: Ikuti jadwal yang diresepkan (sering 3 kali sehari) dan usahakan pada jam yang konsisten.
  • Jika lupa dosis: Minum segera saat ingat. Jika sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan kembali ke jadwal biasa. Jangan menggandakan dosis.
  • Hal yang perlu dipantau: Pantau perbaikan gejala (nyeri/rasa terbakar). Waspadai tanda infeksi yang lebih serius seperti demam, menggigil, nyeri pinggang (area ginjal), atau mual-muntah hebat; kondisi ini perlu penilaian dokter. Hentikan dan hubungi dokter bila muncul mata/kulit menguning atau jumlah urine berkurang.

Interaksi dengan obat lain

  • Obat yang dapat memicu methemoglobinemia (gangguan hemoglobin sehingga oksigen sulit dibawa), misalnya dapsone, chloroquine, metoclopramide, atau anestesi lokal tertentu (contoh benzocaine topikal, lidocaine/prilocaine krim): penggunaan bersamaan dapat meningkatkan risiko gejala seperti kebiruan pada bibir/kuku, sesak, atau lemas berat.
  • Antibiotik untuk infeksi saluran kemih: Phenazopyridine dapat digunakan sebagai pendamping untuk meredakan nyeri, tetapi tidak menggantikan antibiotik. Pemakaian sebagai pendamping pada infeksi saluran kemih umumnya dibatasi jangka pendek sesuai arahan dokter.
  • Obat yang berpotensi membebani ginjal (nefrotoksik), misalnya obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) tertentu, aminoglikosida, amphotericin B, atau obat kemoterapi tertentu: pada orang dengan faktor risiko, kombinasi dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal dan perlu pemantauan dokter.
  • Obat yang meningkatkan risiko hemolisis pada defisiensi G6PD: Pada orang dengan defisiensi G6PD, beberapa obat dapat meningkatkan risiko penghancuran sel darah merah; pastikan dokter mengetahui riwayat ini sebelum memakai Urogetix.
  • Interaksi dengan pemeriksaan laboratorium: Dapat mengganggu beberapa tes urine (misalnya gula atau keton urine) sehingga hasil bisa tampak tidak akurat jika penggunaan obat tidak diinformasikan.
  • Makanan/minuman: Disarankan diminum setelah makan. Alkohol dapat memperberat pusing pada sebagian orang sehingga sebaiknya dihindari selama terapi.

Sampaikan semua obat, suplemen, dan produk herbal yang digunakan kepada dokter atau apoteker.

Efek samping

1) Efek samping yang relatif sering (ringan–sedang)

  • Urine berubah menjadi oranye-kemerahan atau cokelat (umumnya tidak berbahaya, namun dapat menodai).
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Mual, perut tidak nyaman, atau kram lambung.
  • Ruam atau gatal pada kulit (pada sebagian orang).

2) Tanda bahaya: kapan harus segera ke dokter atau unit gawat darurat

  • Reaksi alergi berat: sesak napas, bengkak pada wajah/bibir/kelopak mata, biduran luas.
  • Mata atau kulit menguning.
  • Jumlah urine menurun drastis, bengkak pada kaki/tungkai, atau keluhan ginjal memburuk.
  • Kulit/bibir/kuku membiru, sesak napas, lemas berat, atau kebingungan (curiga methemoglobinemia).
  • Ruam berat, demam, atau gejala saluran kemih memburuk cepat.

Efek samping tidak selalu terjadi pada semua orang. Jika Anda mengalami keluhan baru yang mengganggu atau tidak biasa setelah minum obat ini, konsultasikan dengan dokter atau apoteker.

Kehamilan dan menyusui

  • Kehamilan: Data pada manusia terbatas. Penggunaan pada ibu hamil sebaiknya hanya bila benar-benar diperlukan dan atas pertimbangan dokter (menimbang manfaat dan risiko).
  • Menyusui: Keamanan pada bayi menyusu belum dipastikan. Karena ada potensi efek pada darah (misalnya methemoglobinemia atau hemolisis), beberapa rujukan menyarankan menghindari phenazopyridine saat menyusui, terutama pada bayi baru lahir atau bila ada kecurigaan defisiensi G6PD. Konsultasikan pilihan yang lebih aman dengan dokter.

Penyimpanan

  • Simpan pada suhu ruang, di tempat sejuk dan kering (umumnya tidak lebih dari 30°C), terhindar dari panas dan sinar matahari langsung.
  • Hindari menyimpan di tempat lembap (misalnya kamar mandi).
  • Simpan dalam kemasan asli dan tertutup rapat.
  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Referensi dan terakhir diperbarui

  • DailyMed (U.S. National Library of Medicine): Label obat phenazopyridine hydrochloride (indikasi, dosis, peringatan, dan batasan durasi penggunaan).
  • MedlinePlus (National Library of Medicine): Informasi pasien tentang phenazopyridine (cara pakai, efek samping, dan peringatan).
  • LactMed (Drugs and Lactation Database, NCBI Bookshelf): Ringkasan penggunaan phenazopyridine pada ibu menyusui.
  • Informasi produk Urogetix Kaplet 100 mg dari penyedia informasi obat/apotek daring Indonesia (komposisi, aturan pakai umum, dan nomor izin edar).
  • StatPearls (NCBI Bookshelf): Ringkasan klinis phenazopyridine (mekanisme, kewaspadaan, dan catatan interferensi pemeriksaan urine).

Terakhir diperbarui: 31 Januari 2026

Tulis komentar